KTO Hadirkan Konsep Berwisata Baru Bernama Glocal

Friday, 15 July 22 Bonita Ningsih

Pariwisata Korea Selatan telah dibuka secara perlahan bagi wisatawan di seluruh penjuru dunia. Pembukaan ini seiring dengan menurunnya kasus COVID-19 di beberapa negara dan pemberian vaksinasi bagi masyarakat dunia.

Pandemi COVID-19 yang menyerang negara dunia menimbulkan kebiasaan baru dalam berwisata. Jika biasanya wisatawan mengunjungi kota-kota besar atau resor, kali ini berubah menjadi wisata yang lebih berkualitas. Hal tersebut yang juga diterapkan oleh pemerintah Korea Selatan dalam menyambut wisatawan dari berbagai negara dunia.

Saat ini, tren pariwisata yang tengah berkembang di Korea Selatan adalah mengunjungi tempat-tempat yang memiliki karakteristik lokal. Melihat hal tersebut, Korea Tourism Organisation (KTO) mulai memperkenalkan konsep seru dalam berwisata ke Korea Selatan.

BACA JUGA:   KTO Luncurkan Kampanye Global Menggunakan Metaverse

Konsep tersebut disebut dengan “Glocal”, yaitu gabungan dari dua kata global dan lokal. Glocal mengangkat keunikan budaya suatu tempat yang dapat tersebar ke berbagai komunitas internasional. 

Konsep ini mulai berjalan seiring dengan perkembangan jaringan transportasi yang membawa wisatawan ke berbagai daerah dengan mudah dan cepat. Ditambah dengan ketersediaan informasi pariwisata yang dapat lebih mudah diakses melalui media dan media sosial.

Korea Selatan sendiri cocok untuk menjalankan wisata Glocal karena memiliki sistem transportasi yang baik. Misalnya saja layanan kereta api cepat yang dapat membawa wisatawan kemana saja dalam waktu singkat. 

Selain itu, Korea Selatan, juga memiliki daerah-daerah yang unik berdasarkan geologi dan cuacanya. Dengan demikian, wisatawan dapat lebih menikmati pesona budaya tradisional yang terpelihara dengan baik di setiap daerahnya.

BACA JUGA:   Amerika Serikat Kehilangan US$1,2 Triliun Akibat COVID-19

Dalam hal ini, KTO, merangkum beberapa wilayah yang menjadi tujuan wisata Glocal dengan keunikan masing- masing. Daerah tersebut adalah Incheon, Gangwon-do, Daejeon, Chungcheongnam-do, Chungcheongbuk-do, Daegu, Jeollabuk-do, Jeollanam-do, dan Gyeongsangnam-do.

Masing-masing daerah memiliki budaya, iklim, gaya hidup, hingga rasa makanan khas yang berbeda. Gangwon-do dikenal sebagai lokasi olimpiade musim dingin, Busan dengan pemandangan indah saat senja, serta Jeollabuk-do yang cocok untuk wisata kuliner. Oleh sebabnya, pengalaman yang dihadirkan satu daerah dengan yang lainnya akan berbeda-beda.

“Seoul memang memesona, tetapi Korea Selatan juga memiliki pesona-pesona unik lainnya. Misalnya, Andong atau Gyeongju. Wisatawan dapat mengunjungi daerah-daerah tersebut untuk menikmati alam, melihat tempat bersejarah, dan melihat kehidupan masyarakat lokal lebih dekat,” ujar Irma Maulida, PR & Media Manager KTO Jakarta.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Kembangkan Potensi Pariwisata di Bali Utara

Oleh sebabnya, Irma, percaya bahwa konsep wisata Glocal akan membawa wisatawan lebih dekat dengan kultur lokal sekitar. Apalagi, menurutnya, setiap daerah menawarkan keunikan dan karakternya masing-masing yang dapat menjadi pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Kami juga yakin kunjungan wisatawan ke destinasi Glocal ini akan menjadi kunjungan yang tak terlupakan,” dia menambahkan.