BerandaEventBelajar Sustainable Event & MICE Melalui Diplomasi Budaya dari Samsara Bali

Belajar Sustainable Event & MICE Melalui Diplomasi Budaya dari Samsara Bali

Published on

spot_img
spot_img

Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam membangun destinasi. Apa pun itu ketika ada sentuhan kreativitas, sesuatu yang sebelumnya dipandang sulit untuk dikembangkan, bukan hal yang tidak mungkin akan menghasilkan hal produktif.

Hal itu dikatakan oleh Ida Bagus Agung Gunarthawa, Wakil Ketua Bali Tourism Board, Deputy Pemasaran ICCN sekaligus Co-Founder Samsara Living Museum dalam acara Road to AVPN Conference & International Events 2022: Creative, Agile and Adaptive to The New Paradigm of Tourism and Creative Economy di Bali Nusa Dua Convention Center, 25 November 2021.

“Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan sebuah destinasi yang berkelanjutan. Ada 3 dasar agar destinasi menjadi sustainable atau berkelanjutan, yaitu mencakup lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi,” ujar Gus Agung dalam Plenary Meeting berjudul “Sustainable Events & MICE through Cultural Diplomacy“.

BACA JUGA:  Rebut Pasar Lebih Besar, Menara Danareksa Hadirkan Pameran Pernikahan

Dan sisi edukasi termasuk di dalamnya edukasi/literasi, konservasi dan preservasi; sisi sosial budaya di dalamnya ada inovasi budaya, learning center, hiburan, dan playground. “Sedangkan sisi ekonomi adalah tujuan wisata, pengembangan aktivitas, fasilitas dan produk,” ujarnya dalam sesi yang dipandu oleh moderator Yoke Darmawan.

Ia mencontohkan Samsara Living Museum, yaitu museum unik yang menawarkan wisata edukasi dan spiritual dalam satu tempat. Diceritakan oleh Gus Agung bahwa Samsara merupakan permodelan pengembangan potensi (event dan MICE) berbasis budaya dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  SIAL Interfood 2023 Targetkan 85.000 Pengunjung

Dijelaskannya juga bahwa Samsara menjadi contoh bahwa lokasi “sekering” apa pun dan di mana pun berada akan bisa menjadi sebuah destinasi yang bagus jika diberi sentuhan kreativitas dan originalitas serta inovasi maka akan tercipta sebuah destinasi menarik yang bisa diandalkan.

Samsara berada di daerah terpencil dan tidak dilewati oleh akses perekonomian, namun Samsara merupakan lingkaran kehidupan orang Bali yang mencakup banyak dimensi nilai yaitu inovasi budaya hiburan, tujuan wisata, learning center, playground, edukasi, konservasi, dan preservasi.

“Aktivitas yang kami lakukan berbasis pada rantai nilai yang disegmentasi kemudian berdasarkan prinsip-prinsip sustainability,” tuturnya.

Dalam cakupan berbasis lingkungan, Samsara melakukan penggalian, pendataan, pengaplikasian literasi yang diambil dari manuscript/lontar, narasumber maupun survei lapangan.

BACA JUGA:  Pentingnya Membangun Network di Industri Pameran

Di Samsara juga dilakukan pengoleksian, penanaman, dan pembuatan katalog tanaman upara (sudah terkoleksi lebih dari 150 jenis tanaman langka).

Selain itu juga dilakukan perayaan tradisi apresiasi tentang lingkungan dan pembuatan permodelan-permodelan seperti penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.

Selain itu Samsara juga menginisiasi dan memfasilitasi berbagai sharing, workshop, seminar sampai festival cultural vilage. Samsara juga membangun platform untuk digitalisasi potensi desa (E-desa).

Dijelaskan juga oleh Gus Agung, sebuah destinasi yang berkelanjutan harusnya terbangun juga sebuah ekosistem yang kuat sehingga mampu menggerakkan seluruh simpul ekonomi masyarakat, seperti berkolaborasinya budayawan petani, perajin, pedagang, tukang, seniman, dan homestay.

spot_img
spot_img
spot_img

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...

The Sakinah Hadir di The Tribrata, Wedding Showcase Tak Sekadar Vendor Pernikahan

JAKARTA, Venuemagz.com — Memilih vendor pernikahan sering kali menjadi bagian paling menyita perhatian bagi...

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...