Dyandra Media International Masuki Masa Transisi di 2021

Wednesday, 16 December 20 Harry Purnama
Dyandra Media International

PT Dyandra Media International Tbk. (DYAN) mengadakan public expose pada 16 Desember 2020. Selain memaparkan kinerja perusahaan pada kuartal ketiga tahun 2020, kegiatan public expose ini juga menampilkan strategi bisnis yang akan dilakukan oleh Dyandra Media International pada tahun 2021.

Selama kuartal ketiga 2020, Dyandra Media International mencatatkan pendapatan sebesar Rp163,2 miliar atau menyusut 74 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu senilai Rp637 miliar. Menurunnya pendapatan Dyandra Media International disebabkan oleh efek pandemi yang mengakibatkan sebagian besar bisnis proses di semua lini bisnis Dyandra Media International tidak dapat berjalan secara normal.

Maryamto Sunu, Direktur Utama PT Dyandra Media International Tbk., mengatakan, setelah adanya pandemi di Indonesia, segmen EO dan supporting event sama sekali tidak bisa melakukan proses bisnis dan kegiatan-kegiatan yang seharusnya memberikan kontribusi cukup besar terhadap keuangan perusahaan.

Sementara itu, untuk menghadapi tahun 2021, sejumlah rencana akan dijalankan oleh grup Dyandra Media International. Untuk bisnis penyelenggaraan event atau pameran, hal yang akan dilakukan adalah mengembangkan hybrid event; mengembangkan inisiasi untuk tujuh event baru, yaitu Dyandra New Adventure (DNA), Indonesia Islamic Festival, Travel Fest, No Sleep for Weekend, Dynamic Fest, dan event olahraga; pengembangan pangsa pasar internasional, seperti China International Import Expo (Shanghai), Expo Hainan (Hainan, Cina), dan IFEX Spoga (Jerman); ekspansi bisnis menjadi operator venue CIBIS Park TB Simatupang dan operator venue agrowisata di Semarang; mengembangkan konsep real time rendering untuk virtual concert/event; serta pengembangan Dyandra Academy yang berfokus dalam bidang Event Management dan industri MICE untuk menghasilkan SDM yang berkompeten.

Sementara dalam bisnis supporting event, yang akan dilakukan adalah diversifikasi bisnis melalui proyek infrastruktur telekomunikasi di bidang CME (civil mechanical & electrical), baik untuk kabel fiber optic maupun kabel udara.

“Kami sudah punya tiga klien besar, dan sudah ada investor besar dari luar negeri yang sudah melihat keberhasilan kita. Semoga ini menjadi peluang bagi industri pendukung ini,” ujar Maryamto.

Terkait bisnis ruang konvensi dan pameran di Bali dan Surabaya, hal yang akan dilakukan selain menggarap pasar internasional adalah fokus ke pasar domestik yang juga memiliki market share tinggi dan potensial.

Riyanthi Handayani, Direktur PT Dyandra Media International Tbk., menambahkan, “Semester pertama 2021 kita akan tapping pasar domestik. Sementara untuk pasar internasional kita akan mulai di semester kedua 2021. Apalagi Indonesia telah menjalin travel agreement dengan empat negara untuk kegiatan bisnis.”

Untuk lini bisnis hotel, Dyandra Media International akan menggunakan CAPEX untuk melakukan renovasi interior dan eksterior hotel Amaris Bandara Soekarno-Hatta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada tamu.

Maryamto menambahkan, pada tahun 2021 Dyandra Media International memasuki masa transisi. “Jadi kita punya keyakinan transisi dari kerugian pada 2020 bisa ditekan dengan upaya-upaya kita agar setelah 2021 kita kembali naik lagi,” ujar Maryamto.

“Proyeksi tentu tidak sebaik 2019 karena 2021 adalah masa transisi untuk recovery. Target kami adalah bagaimana kerugian tersebut bisa ditekan,” tutup Maryamto.