Event Lari Dongkrak Perekonomian Daerah

Thursday, 28 May 20 Bonita Ningsih

Kehadiran event lari tak hanya sebatas untuk kesehatan, tetapi juga untuk hiburan. Melalui hiburan tersebut, event lari memberikan keuntungan lebih bagi pariwisata Indonesia karena telah melibatkan banyak pelaku industri pariwisata di dalamnya.

Biasa disebut sebagai sport tourism, event lari dapat mengombinasikan antara olahraga dengan pariwisata. Memiliki tempat penyelenggaraan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia membuat event lari ini sebagai salah satu cara promosi pariwisata terbaik bagi seluruh kepala daerah.

Bahkan, menurut Andreas Kansil, Founder & Executive Director Pandara Sports, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sangat mendukung keberadaan event lari di Indonesia karena dapat mendongkrak perekonomian negara.

“Kemenparekraf ini sudah menggaungkan sport tourism dari beberapa tahun yang lalu karena sangat jelas bahwa sport tourism ini dapat memberikan impact yang baik bagi negara atau suatu daerah tertentu,” kata Andreas.

BACA JUGA:   Tour de Flores 2017 Pikat Dunia Internasional

Dikenal sebagai pelaksana event lari di Indonesia, Andreas merasakan banyak keuntungan yang didapat oleh pelaku industri pariwisata saat pihaknya menggelar sebuah kegiatan lari di suatu daerah. Ia mencontohkan, saat membuat event Borobudur Marathon di Magelang, Jawa Tengah, banyak pelaku pariwisata di daerah tersebut yang terbantu bisnisnya selama acara digelar.

“Waktu tahun lalu itu, ada lebih dari 10.000 peserta yang mengikuti Borobudur Marathon. Dengan begitu, artinya kita bisa membawa 10.000 orang lebih untuk datang ke Magelang, dan itu sangat membantu perekonomian daerah di sana. Begitu juga saat kita membuat acara di Jakarta, Bali, dan daerah lainnya,” jelasnya lagi.

Bahkan, menurutnya, jumlah orang yang datang ke daerah tersebut akan jauh lebih banyak lantaran setiap peserta event lari tidak akan datang sendirian. Menurutnya, banyak di antara mereka yang mengajak keluarga, teman, atau pasangannya untuk ikut serta menemani saat acara tersebut berlangsung.

BACA JUGA:   MUFFEST 2020 Gaungkan Kampanye Sustainable Fashion

“Biasanya jumlah orang yang datang itu bisa tiga kali lipat dari peserta yang terdaftar karena mereka datang bersama orang terdekatnya. Waktu tahun lalu itu, kurang lebih ada sekitar 30.000 orang yang datang ke Magelang untuk mengikuti atau sekadar menyaksikan Borobudur Marathon,” ujarnya lagi.

Tak hanya sekadar mengikuti pertandingan lari, mereka yang datang juga akan melakukan aktivitas lain yang berhubungan dengan pariwisata. Beberapa di antaranya ialah menyewa kamar hotel untuk penginapan, melakukan perjalanan wisata, menggunakan transportasi di daerah tersebut, mencicipi makanan khas daerah sana, serta aktivitas lainnya.

“Mereka itu tidak hanya sebatas melakukan pendaftaran lari, tetapi pasti banyak melakukan aktivitas di daerah tersebut. Kalau sudah seperti itu, dipastikan ekonomi daerah memiliki impact yang sangat besar dengan kehadiran sport event ini,” ucapnya.

BACA JUGA:   Dua Event Sport Tourism Siap Digelar Jababeka

Namun, di tengah pandemi COVID-19, banyak kegiatan sport event yang terkendala lantaran melibatkan banyak orang di dalamnya. Tak hanya dari dalam negeri, pada umumnya sport event juga melibatkan masyarakat dari negara lain sehingga sudah dipastikan acara tersebut mengalami pembatalan atau penundaan.

“Saya mendapatkan informasi banyak event maraton di luar negeri yang di-cancel karena pandemi COVID-19, salah satunya itu Gold Coast di Australia. Kalau begitu, sudah dipastikan negara tersebut akan kehilangan pemasukan yang cukup besar atas pembatalan event larinya,” ungkapnya lagi.