Festival Jaga Bhumi Hadir dengan Konsep Edutainment

Friday, 16 March 18   23 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Jaga Bhumi

Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) mengampanyekan pentingnya berkunjung ke Kebun Raya Indonesia.

Karen Tambayong, Vice Treasurer Board of Executives Yayasan Kebun Raya Indonesia, mengatakan, Jakarta sebagai kota yang sibuk memiliki banyak sekali tekanan. Dengan jumlah penduduk lebih dari 11 juta orang, masyarakat Jakarta membutuhkan ruang terbuka seperti kebun raya.

Karen mengatakan, mengunjungi kebun raya dapat meningkatkan relaksasi serta menunjang kesehatan karena dapat mengurangi stres serta mengurangi kecemasan. Selain itu, kebun raya juga memiliki fungsi ekologis untuk memperkaya dan menjaga keanekaragaman hayati.

“Yang menjadi perhatian bagi para orang tua, mereka harus mendidik anak dengan mengenalkan alam agar mereka lebih dekat. Itu seharusnya terus dilakukan, tidak hanya mengenalkan gadget saja,” ujar Karen.

Alexander Sonny Keraf, Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia, mengatakan, Yayasan Kebun Raya Indonesia  ingin terus mengampanyekan hal ini agar setiap kabupaten dan kota memiliki satu kebun raya.

“Di Indonesia dulu hanya ada empat atau lima kebun raya, dan sekarang sudah ada lebih dari 40 kebun raya di Nusantara,” ujar Alexander.

Michael Bayu A. Sumarujanto, Project Director Jaga Bhumi 2018 Dyandra Promosindo, mengatakan, hampir semua aktivitas Jaga Bhumi 2018 selalu mengampanyekan pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia.

“Kita ingin menjadi EO pertama yang peduli terhadap alam, dan dari Dyandra sendiri juga ingin berkelanjutan untuk lebih peduli kepada alam,” ungkap Bayu.

Pada acara puncak Jaga Bhumi 2018 juga akan diadakan sebuah festival berkonsep edutainment dengan target generasi milenial dan keluarga muda. Pada acara itu akan ada berbagai elemen, seperti pertunjukan musik, acara kesehatan, dan aktivitas untuk anak-anak.

“Kami ingin keluarga mengajak anak-anaknya untuk kemping. Para orang tua juga dapat mengikuti workshop tentang alam, kain, dan kopi. Festival ini rencananya akan diadakan di Surabaya atau di Cikole Bandung,” kata Bayu.