BerandaEventIFEX 2023 Percepat Realisasi Ekspor Indonesia Senilai 5 Miliar Dolar

IFEX 2023 Percepat Realisasi Ekspor Indonesia Senilai 5 Miliar Dolar

Published on

spot_img

Industri furnitur dan kerajinan Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan menunjukan trend positif. Hal ini terlihat dari lima tahun belakangan ini, ekspor produk furnitur Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga dapat mendorong ekonomi nasional.

Berdasarkan data, peningkatan nilai ekspor industri furnitur dan kerajinan sudah mencapai lebih dari 27 persen di tahun 2021. Angka tersebut memicu pemerintah untuk mendapatkan nilai ekspor yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah telah menargetkan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia dapat mencapai US$ 5 miliar pada akhir tahun 2024. Dengan target tersebut, dapat diartikan bahwa industri mebel dan kerajinan membutuhkan pertumbuhan minimal 13,4 persen setiap tahunnya jika direalisasikan dari nilai ekspor 2021 hingga 2024.

“Sampai saat ini, kita baru bisa mencapai US$ 3,5 miliar untuk ekspor mebel dan kerajinan. Angka tersebut masih sangat kurang dari target yang kita harapkan,” kata Airlangga.

BACA JUGA:  Bertabur Program di Indonesia EBTKE ConEx 2023

Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah mendukung pelaksanaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama  Dyandra Promosindo. IFEX dinilai mampu meningkatkan angka ekspor tersebut karena diklaim menjadi pameran business to business (B2B) mebel dan kerajinan terbesar di ASEAN.

“Bukan hanya terbesar di Indonesia, tetapi, di negara-negara ASEAN. Dengan demikian, kami berjanji dengan pemerintah akan membantu mencapai target tersebut di akhir 2024. Tetapi, kami tidak bisa jalan sendiri, tetap harus dibantu oleh Pak Presiden dan juga Menteri terkait di dalamnya,” ujar Ketua Presidium HIMKI, Abdul Sobur.

Selain pameran, dukungan dari segi pembiayaan juga dibutuhkan untuk merealisasikan target ekspor mabel dan kerajinan Indonesia. Oleh sebabnya, Airlangga, meminta agar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) membuat sebuah roadmap untuk mendukung realisasi nilai ekspor yang mencapai US$ 5 miliar hingga akhir tahun 2024.

“Secara craftmanship Indonesia sudah unggul, dari ketersediaan bahan baku kita juga tersedia dan sumber daya manusia juga siap. Secara potensi kita lebih unggul dan ini harus terus didorong supaya dapat bersaing dengan negara-negara lain,” ujar Airlangga. 

BACA JUGA:  250 Produk Halal dan Industri Syariah Hadir di Muslim Lifefest 2023

Sobur menyebutkan, saat ini sudah ada 54 anggota HIMKI yang mendapatkan bantuan pembiayaan dari LPEI. Dengan adanya permintaan khusus dari Kemenko Perekonomian terkait pembiayaan, diharapkan dapat menjangkau seluruh anggota HIMKI yang tersebar di beberapa daerah Indonesia.

“Kami berharap nilai pinjaman dan cakupannya bisa ditingkatkan agar bisa menjangkau seluruh anggota HIMKI yang saat ini totalnya kurang lebih 2.500 orang,” Sobur menambahkan.

Selain pembiayaan, ia juga menekankan pentingnya pengembangan desain sebagai nilai tambah dari produk mabel dan kerajinan Indonesia. Menurutnya, selama ini produk-produk Indonesia sudah mampu menampilkan desain yang baik, hanya saja masih kalah saing secara value.

“Desain kita tidak kalah dengan dengan produk negara lain, tetapi, secara value kita memang masih kalah saing dengan mereka. Makanya, kita perlu meningkatkan value agar nilai produknya juga bisa bertambah,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Lewat ARCH:ID, Kemenparekraf Ajak Arsitek Berkolaborasi di Desa Wisata

Indonesia International Furniture Expo (IFEX) dapat dikunjungi oleh masyarakat sejak tanggal 9-12 Maret 2023 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Masyarakat yang ingin hadir secara langsung dapat berkunjung pada pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.

Harga tiket yang ditawarkan pun bervariasi yaitu Rp150.000 untuk trade visitors di tiga hari pertama. Kemudian, pada hari terakhir, tiket yang ditawarkan adalah Rp75.000 untuk retail dan trade visitors lalu Rp25.000 untuk pelajar. 

IFEX 2023 menghadirkan kurang lebih 500 eksibitor dari domestik maupun internasional yang menampilkan produk unggulannya secara unik dan juga inovatif. Secara konsisten, IFEX juga selalu menampilkan ragam produk ciri khas Indonesia yang sustainable design, handmade dari pengrajin-pengrajin lokal dari berbagai daerah Indonesia, serta didukung dengan teknologi yang disesuaikan dengan perkembangan masa kini. 

Rebranding Grand Inna Malioboro Menjadi Grand Hotel De Djokja

Yogyakarta, Venuemagz.com - Hotel legendaris Grand Inna Malioboro resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De...

Pemprov NTB Dorong IP Event di Wilayahnya Melalui Sertifikasi EO

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah...

Timor Leste Andalkan Sport Tourism dan Event untuk Memikat Turis

Dili, Timor-Leste, Venuemagz.com – Dua event pariwisata kelas dunia dan tambahan penerbangan ke Malaysia...

Indonesia Tourism Xchange 2026 Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional...

IFEX 2026 Tampilkan Desain Furnitur Unggulan Nasional untuk Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 kembali digelar sebagai platform strategis...

IFEX 2026 Perluas Area Pameran, Optimistis Jadi Destinasi Utama Pembeli Internasional 

Jakarta, Venuemagz.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo kembali...

Halal Indonesia International Industry Expo Hadirkan Talkshow hingga Acara Musik

Dyandra Promosindo bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tengah menggelar Halal Indonesia International Industry Expo...