IPEX 2019 Bantu Tingkatkan Pasar Properti

Thursday, 31 October 19 Bonita Ningsih
Indonesia International Property Expo 2019

Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division BTN, mengungkapkan, perkembangan pasar properti memang harus dimulai dari sekarang. Pasalnya, pengembang-pengembang telah didukung dengan pembangunan negara yang makin berkembang, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi.

Untuk mendukung hal tersebut, BTN bekerja sama dengan para pengembang pasar properti agar dapat merealisasikannya. Mereka membuat beberapa program untuk memudahkan konsumen saat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN.

Kendati demikian, masih banyak kendala yang dihadapi pihaknya dalam melakukan program tersebut. Hal ini terjadi lantaran masih banyak masyarakat yang kurang memahami terhadap bisnis properti sehingga perlu diberikan edukasi terkait ini. Oleh karenanya, Suryanti sangat mendukung pameran IPEX ini karena dapat menjadi wadah edukasi bagi masyarakat terkait investasi properti.

“Masyarakat hanya perlu diberikan informasi lebih lengkap mengenai apa yang bisa mereka dapatkan, bagaimana cara dan alasan lebih kuat mengapa properti bisa jadi salah satu cara mereka berinvestasi di masa depan,” ucap Suryanti.

Sementara itu, Agusny Gunawan selaku Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, berharap agar pameran properti ini dapat memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Akan disediakan satu tempat khusus bagi calon pemilik properti untuk membandingkan langsung harga rumah yang ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny.

Nantinya, pameran ini akan menghadirkan 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek. Keseluruhannya akan memberikan edukasi mengenai penyediaan properti sehingga dapat membantu perkembangan pasar properti Indonesia. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp43,21 triliun.

Halaman : 12

Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 akan kembali digelar pada 16-24 November 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran yang sudah digelar sebanyak 37 kali ini merupakan persembahan dari PT Adhouse Clarion Events yang didukung oleh Kementerian BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DPD REI DKI Jakarta, serta PT Bank Tabungan Negara.

Gad Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events, mengatakan, pameran IPEX ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pasar properti di Indonesia. Pasalnya, beberapa waktu belakangan ini pasar properti sempat lesu sehingga butuh sesuatu untuk membangkitkannya kembali.

“Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Apalagi para peserta yang kami hadirkan di pameran ini merupakan pengembang-pengembang properti terbaik,” kata Gad.

Gad menyebutkan beberapa pengembang properti yang akan meramaikan pameran tersebut, seperti perumahan subsidi, apartemen, hingga perumahan eksklusif. “Contohnya itu seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon,” ujar Gad.

Hal senada juga disampaikan oleh Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jenderal DPD REI Jakarta. Ia mengatakan bahwa tahun 2019 dinilai menjadi titik balik perubahan nasib pasar properti. Hal ini terlihat dengan berkembangnya fasilitas KPR dengan suku bunga menurun serta bertambahnya jumlah pengembang subsidi.

Menurut data yang ia terima, realisasi penjualan di sektor perumahan sudah meningkat sebanyak 20 persen dengan kenaikan harga 0,4 persen. Dengan data tersebut, Arvin berharap penyerapan pasar properti akan semakin membaik dalam waktu ke depan.