Jakarta Fashion Week 2024: Pesta Pecinta Mode Lintas Generasi

Saturday, 14 October 23 Erwin Gumilar

Jakarta Fashion Week 2024 (JFW) kembali akan diselenggarakan pada 23–29 Oktober 2023 mendatang. Tahun ini , JFW kembali dilaksanakan di City Hall, Pondok Indah Mall III, Jakarta Selatan, sebagai official venue partner yang menjadi pusat gaya hidup dan tren terkini.

Memasuki penyelenggaraan ke 16 ini, pesta para pecinta fashion tersebut mengambil tema Fashion Continuum: Bridging Generations yang menyatukan berbagai industri kreatif dan pelaku mode lintas generasi, dalam satu panggung penuh gaya dan inspirasi.

Svida Alisjahbana, Chairwoman Jakarta Fashion Week & CEO GCM Group, mengatakan dengan spirit Fashion Continuum, Bridging Generations, JFW 2024 melalui berbagai program signature-nya akan menjembatani komunikasi lintas generasi, mewadahi interaksi untuk terus mengembangkan dan memajukan industri mode Tanah Air.

BACA JUGA:   Revitalisasi Danau Toba Melalui Festival Danau Toba 2015

“Para pelaku kunci; pemerintah, mitra internasional, produsen tekstil, peritel, jenama serta perancang mode, mulai dari senior hingga bibit-bibit baru berkumpul dalam spirit yang sama di panggung Jakarta Fashion Week,” kata Svida.

Tahun ini JFW akan menyuguhkan lebih dari 100 perancang mode nasional dan internasional, serta berbagai format acara baru yang semakin menarik. Beberapa nama yang patut dinantikan antara lain ialah Oscar Lawalata Culture, Albert Yanuar, Ivan Gunawan, Sejauh Mata Memandang, Danjyo Hiyoji, Bin House, Hian Tjen, dan masih banyak lagi.

Sementara  perancang mode internasional yang akan meramaikan runway JFW tahun ini, di antaranya ada Vegan Tiger, LIE by Lee Chung Chung dari Korea Selatan melalui Korea Creative Content Agency (KOCCA) Indonesia. Kemudian ada Kedutaan Besar Australia yang akan menampilkan desainer dari Negara Bagian Victoria yaitu Wa-ring dan Yanggurdi.
 
Aundandika Surasetja selaku Creative Director Jakarta Fashion Week mengungkapkan, Ada perbedaan signifikan antara JFW sebelum pandemi COVID-19 dan sesudah pandemi. Menurutnya interaksi penonton dengan para desainer dan brand menjadi hal yang krusial. “Khalayak kini menjadi semakin terekspos dari berbagai media. Konvergensi media online dan offline di masa kini menghadirkan pengalaman baru yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Aundandika.

BACA JUGA:   Rayakan Hari Batik Nasional, ASTON Priority Simatupang Gelar Acara Segelas Batik

Fenomena ini membuka banyak potensi kolaborasi yang lebih luas: antar brand, cross brand, hingga lintas pyn  generasi.  “Kami yakin, kolaborasi dari berbagai insan kreatif ini akan menciptakan napas baru yang lebih segar di industri kreatif, terutama mode Indonesia,” imbuhnya.
 
Sama seperti tahun sebelumnya, selain bisa disaksikan secara offline, Jakarta Fashion Week kali juga dapat dinikmati para pencinta mode secara online melalui berbagai kanal seperti Instagram, Facebook, X, hingga TikTok, JFW.TV, YouTube, Vidio, DensTV, dan Fashion TV.