JIFFINA 2020 Diuntungkan dengan Virus COVID-19

Wednesday, 19 February 20 Bonita Ningsih
JIFFINA 2020

Selain itu, faktor lain yang membuat masih tingginya minat buyer untuk datang ke Indonesia ialah banyaknya pameran serupa yang ditunda akibat wabah ini. Beberapa negara yang menunda ialah China, Malaysia, dan beberapa negara lainnya yang mungkin memiliki indikasi terserang virus COVID-19.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah mengumumkan bahwa negeri ini masih aman dari indikasi penyebaran virus COVID-19. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Indonesia masih aman untuk virus COVID-19.

“Artinya, negara kita aman untuk dikunjungi. Makanya, kita masih yakin untuk menggelar pameran ini di Indonesia,” ujar Endro Wardoyo, Ketua Komite JIFFINA 2020.

Endro menjelaskan, faktor lainnya yang mendukung pameran ini berjalan ialah dengan diberhentikannya ekspor furnitur dan craft oleh pemerintah China. Padahal, selama ini komoditas dari China telah menguasai kebutuhan pasar dunia sebesar 35 persen. Bahkan, pasokan barang dari China sangat diandalkan bagi pasar Amerika dan Eropa.

“Pemberhentian ekspor ini sudah dilakukan empat bulan belakangan ini. Otomatis negara tujuan ekspor China ini sedang mengalami kekosongan barang. Mau tidak mau, mereka semua harus belanja sehingga mengandalkan pameran ini,” ucap Endro.

Dengan kondisi seperti itu, diharapkan nilai transaksi yang didapat dari pameran JIFFINA ini dapat mengalami peningkatan. Apalagi, pelaksanaan pameran ini bertepatan dengan waktu berbelanja bagi buyer Amerika, Eropa, dan Timur Tengah yang merupakan negara tujuan utama ekspor furnitur dari China.

Halaman : 12