Kemenparekraf Dukung Road to JMFW 2024 Melalui Seminar dan Kurasi Desainer

Tuesday, 28 March 23 Bonita Ningsih

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama KADIN akan menyelenggarakan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 sebagai bentuk promosi produk fesyen muslim atau modest Indonesia. Acara ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing fesyen muslim lokal di pasar internasional, termasuk merealisasikan visi dan misi Indonesia untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia.

Untuk semakin menyukseskan JMFW 2024, Kemendag menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam hal penyelenggaraan Road to JMFW yang akan berlangsung pada Maret hingga September 2023. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut baik kolaborasi tersebut agar semakin banyak kementerian/lembaga yang terlibat di dalamnya.

“Kami dukung karena acara ini juga ikut mempromosikan subsektor ekraf yaitu produk fesyen muslim Indonesia. Apalagi, saat ini produk ekraf yang paling banyak diekspor adalah fesyen yaitu lebih dari 65 persen,” ujar Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” yang berlangsung hybrid pada 27 Maret 2023.

BACA JUGA:   Wishnutama akan Bentuk Deputi Bidang MICE di Kemenparekraf

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, M. Neil El Himam, menjelaskan dalam Road to JMFW 2024 pihaknya akan berkontribusi untuk menyelenggarakan seminar dan inkubasi fesyen muslim. Menurutnya, inkubasi dilakukan di dua tempat yaitu Lombok dan kota Bandung yang bekerja sama dengan Islamic Fashion Institute (IFI). 

“Kita bantu inkubasi para peserta yang akan dihadirkan dalam JMFW 2024 pada bulan Oktober nanti,” Neil menambahkan. 

BACA JUGA:   IIMS 2024 Hadirkan Program Menguji Adrenalin

Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu, menambahkan pihaknya juga mendukung JMFW 2024 dalam bentuk sosialisasi dan juga kurasi para fesyen desainer muslim Indonesia. Kurasi akan dilakukan di empat daerah yaitu Bandung, Lombok, Kalimantan Timur, dan juga Banjar Baru Kalimantan Selatan.

“Daerah-daerah tersebut terpilih sesuai dengan diskusi bersama Kemendag yang dianggap sebagai kantong-kantong fesyen desainer modest Indonesia. Potensinya luar biasa banyak, tetapi, karena kapasitasnya terbatas, jadi kami hanya kurasi kurang lebih 150 fesyen desainer untuk modest,” jelas Yuke. 

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenparekraf karena telah menjadikan JMFW 2024 sebagai salah satu programnya. JMFW sendiri telah dijadikan program tahunan yang sudah dibuatkan roadmap oleh Kemendag mulai tahun 2021 hingga 2024.

BACA JUGA:   Menjaring Turis di Perbatasan Atambua Lewat Musik

“Sesuai arahan Presiden, kita ingin mendeklarasikan Indonesia sebagai pusat fesyen modest dunia. Pada tahun 2021, tema JMFW adalah embracing lalu 2022 kita sebut branding dan sekarang networking,” ucap Didi.