Pameran ARCH:ID 2023 Targetkan 14.500 Pengunjung

Thursday, 02 March 23 Bonita Ningsih

Festival arsitektur ARCH:ID akan kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 16-19 Maret 2023 di ICE BSD, Tangerang. ARCH:ID dikemas dengan konsep pameran Business to Business (B2B) yang dibarengi konferensi bertaraf internasional. 

Sejak awal terselenggara, ARCH:ID, diprakarsai oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama dengan PT CIS Exhibition. Mengusung tema ”Identitas?”, ARCH:ID 2023, digawangi oleh tiga kurator yang terdiri dari Wendy Djuhara, Maria Rosantina, dan Andy Rahman. 

Ketiga kurator tersebut yang menggodok tema utama dengan maksud untuk mempertanyakan identitas arsitektur, khususnya saat pembukaan ibu kota negara (IKN) baru. Dengan tema tersebut, para kurator mengajak arsitek dan pelaku industri terkait lainnya untuk mempertanyakan dan merefleksikan kembali tentang identitas dalam arsitektur.

“Ini menjadi momen yang tepat bagi kita semua untuk berdiskusi membahas tema ini. Menjadi momen kita Indonesia untuk berkaca apakah kita masih mau memikirkan jati diri sendiri agar dapat berkarya lebih baik lagi,” ungkap Maria.

BACA JUGA:   Perdana, HIMKI Bersama Dyandra Promosindo Gelar Jakarta Interior Design and Furniture Expo 

Selain ajang diskusi, ARCH:ID, memiliki dua program utama yaitu pameran dan konferensi. Pameran dikemas dengan konsep arsitektur dan desain yang kental, sedangkan kegiatan konferensi diisi oleh para pembicara lokal dan internasional.

“Ada beberapa sub-tema yang akan dibahas dalam ARCH:ID 2023 International Conference on Architecture yaitu Maritime+Technology dan Social+Cultural,” kata Firman Herwanto, Project Director ARCH:ID 2023.

ARCH:ID 2023 akan menghadirkan program-program unggulan lainnya seperti pameran terkurasi (kolaborasi brand x arsitek), Featured Exhibition & Installation, Talk Series, Obrolan Tuju Tuju, BIM Adoption 101, ARCH:ID Night & Best Booth Awards. Kemudian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IAI, Sosialisasi Program IAI, 4 Nations Meeting yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta program menarik lainnya. 

BACA JUGA:   Indonesia Berebut Pegolf Asing Dengan Thailand

Lebih lanjut Firman mengatakan bahwa program-program yang ada dalam ARCH:ID 2023 dirancang untuk membahas benang merah terkait tema “Identitas?”. Melalui tema ini diharapkan dapat kembali mengangkat potensi geografis Indonesia, akar budaya, serta pendekatan desain, dan teknologi karya anak bangsa, yang tersampaikan dari barat ke timur.

Direktur PT CIS Exhibition, R. Arief Sofyan Rudiantoro, mengatakan bahwa seluruh program yang hadir dalam ARCH:ID merupakan bentuk komitmen IAI untuk mempertemukan para arsitek Indonesia dan internasional. Pasalnya, acara ini dapat menyatukan semua stakeholder arsitektur mulai dari hulu ke hilir. 

Meskipun memiliki konsep B2B, pameran ini dapat dikunjungi oleh masyarakat umum yang tertarik dengan dunia arsitektur. Di sini, masyarakat dapat mengikuti talk show atau hanya sekadar mengabadikan foto di instalasi yang sudah didesain oleh para arsitek.

Dengan demikian, Arief, menargetkan mampu mendatangkan 14.5000 pengunjung selama empat hari pameran. Angka tersebut terbilang realistis pasalnya penyelenggaraan ARCH:ID tahun ini menggunakan area yang lebih luas dan menghadirkan banyak program di dalamnya.

BACA JUGA:   Penjualan IIMS 2019 Sudah Mencapai 80 Persen

“Selain masyarakat umum, target utama pengunjung kami berasal dari kalangan arsitek, kontraktor, developer, desain interior, dan lainnya,” Arief menambahkan.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi pameran ARCH:ID dapat langsung hadir ke lokasi acara secara gratis. Pendaftaran dapat dilakukan sejak saat ini atau di lokasi acara secara online melalui link www.arch.id/visitor/. Pameran ARCH:ID dapat disaksikan mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB setiap harinya.