Pameran IFRA 2020 Ditunda

Tuesday, 16 June 20 Bonita Ningsih

Pameran International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2020 diputuskan untuk ditunda penyelenggaraannya. Pameran lisensi dan waralaba ini rencananya akan dilaksanakan pada 3-5 Juli 2020 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran yang sudah diselenggarakan selama 17 kali ini merupakan kerja sama antara Dyandra Promosindo, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Penundaan ini diputuskan lantaran belum adanya arahan atau kebijakan dari pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan berkumpul skala besar dalam beberapa bulan ke depan.

Anang Sukandar, Ketua Umum AFI, mengatakan, keputusan penundaan IFRA 2020 dilakukan sebagai bentuk antisipasi pandemi COVID-19 yang saat ini sedang dalam masa transisi kenormalan baru. Dengan penundaan ini, ia berharap agar calon peserta pameran dan stakeholder lainnya dapat memahami dan memaklumi keputusan tersebut.

“Mencermati perkembangan terkini secara lebih saksama, khususnya dampak COVID-19, kami berpandangan bahwa kepentingan kesehatan di atas segalanya. Dengan berat hati, kami sampaikan untuk menunda penyelenggaraan IFRA 2020,” ungkap Anang.

Kendati mengalami penundaan, ia yakin bahwa pameran IFRA 2020 akan dapat terlaksana karena antusias yang tinggi dari calon pebisnis dan pelaku usaha. Menurutnya, IFRA masih dipercaya sebagai jalan pembuka dan memberi kesempatan masyarakat untuk menjalankan wirausaha. Selain itu, IFRA juga hadir sebagai jembatan untuk membuka dunia lisensi dan waralaba serta menjadi pasar yang tepat untuk menemukan peluang bisnis baru.

“Bisnis lisensi dan waralaba ini dianggap mudah untuk masuk ke pasar sehingga masih potensial dijalankan di masa pandemi ini. Kami berharap semua pelaku usaha tidak menyurutkan semangatnya dalam menjalankan usahanya,” Anang menambahkan.

Keinginan serupa juga disampaikan oleh Susanty Widjaja CFE, Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Ia berharap agar IFRA 2020 masih dapat terselenggara di tahun ini, melihat adanya peluang bisnis yang cukup besar di dalam pameran sehingga pelaku usaha tidak boleh melewatkan kesempatan tersebut.

“IFRA 2020 bisa menjadi momentum untuk kebangkitan para pelaku usaha sekaligus menjadi peluang usaha baru setelah pandemi ini mereda. Kami dari pelaku usaha masih optimistis bahwa ekonomi perlahan akan tumbuh kembali,” ucap Susanty.

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, menjelaskan, jika nantinya pameran IFRA dapat diselenggarakan, pihaknya akan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Namun, hingga saat ini, pihak penyelenggara masih mengikuti ketentuan dari pemerintah dalam mengadakan kegiatan berkumpul dalam skala masif, terutama terkait dengan izin keramaian.

“Kesehatan para pengunjung dan exhibitors merupakan hal yang terpenting. Kami juga tidak ingin berseberangan dengan kebijakan pemerintah sehingga masih melihat situasi dan kondisi ke depannya,” ungkap Hendra.

Hendra menambahkan, saat ini pihak penyelenggara masih tetap berusaha untuk mempersiapkan pameran IFRA agar dapat digelar secara baik dan maksimal. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku dan pengawasan yang ketat.

“Maka dari itu, mari kita sama-sama optimistis dan semangat untuk terus berkontribusi dalam memajukan industri ini. Kami juga ucapkan terima kasih atas dukungan para stakeholders atas dukungannya terhadap IFRA selama ini,” ujar Hendra.