Semarang Fashion Trend Kembangkan Wastra Jawa Tengah Menjadi Karya Bernilai Global

Monday, 14 August 23 Bonita Ningsih

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah telah menjelma sebagai creative center hub untuk mempromosikan produk-produk dari para artisan daerahnya. Semarang juga telah menjadi salah satu Kota Mode dan dijadikan acuan tren di Indonesia yang mengutamakan konten lokal wastra. 

Melihat potensi tersebut, Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Chantika selaku Professional Exhibition Organizer (PEO) kembali menyelenggarakan Semarang Fashion Trend (SFT). Acara ini telah sukses digelar pada 9 hingga 12 Agustus 2023 di Fashion Runway Hall, BBPVP Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai acara tahunan, SFT, yang diinisiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter diproyeksikan dapat melahirkan karya-karya terkini sesuai dengan tren global. Tujuannya adalah memberikan inspirasi kepada pelaku industri mode Indonesia serta menjadi tolak ukur perkembangan fesyen di Jawa Tengah, khususnya Semarang.

Untuk lebih mengembangkan industri fesyen Jawa Tengah, acara ini juga bersinergi dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Bank Indonesia. SFT juga berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Vokasi Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang yang memiliki jurusan vokasi bidang Fashion Technology & Business Management.

Ina Priyono, Ketua IFC Semarang Chapter sekaligus Ketua Pelaksana SFT 2023, mengatakan bahwa konsep besar SFT 2023 adalah muara perkembangan terkini industri busana siap pakai berbasis ‘’craft fashion’’ di Jawa Tengah. Perkembangan yang diangkat dilihat dari segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi, maupun tren terkini. 

BACA JUGA:   Sukses di London Fashion Week Spring-Summer 23/24, Buttonscarves Beauty Hadirkan Instalasi Lip Cream Raksasa

Tahun ini, SFT, menghadirkan 15 slot fashion show, conference, talkshow, project runway competition, dan fashion exhibition mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB. Mengusung tema “Java Heritage”, acara ini mengangkat  kekayaan budaya dan keanekaragaman wastra Jawa Tengah menjadi karya ready to wear craft fashion kontemporer berselera global.

Selama empat hari, SFT, menampilkan 106 desainer baik yang tergabung dalam asosiasi maupun di luar, jenama, hingga UKM se-Jawa Tengah. Mereka semua mempresentasikan  karya terbaiknya yang bisa menjadi referensi dan acuan busana sepanjang tahun 2024/2025.

BACA JUGA:   TOTO Menutup Java Jazz Festival 2019

Desainer dan jenama  yang akan tampil di antaranya Ina Priyono, Deden Siswanto, Hannie Hananto, Maima x Roro Kenes, Ria Miranda, David Yan, Elkana Gunawan, Sudarna Suwarsa dan masih banyak lagi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto juga menghadirkan karya dari para desainer yang mengusung merek ‘’Banyumasanku’’

Hasil karya mereka ditampilkan oleh sejumlah model profesional dan 40 model hasil audisi di beberapa daerah seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Model-model tersebut mendapatkan arahan dari Chicko Bachtiar dan Tory Mado seorang koreografer dari Jakarta dan music director Harry Wong.

Acara ini didukung oleh para sponsor yaitu Viva Cosmetics sebagai official make up & hair do yang dapat mempercantik penampilan model. Lalu, dukungan dari Bank Jateng Syariah yang dapat memajukan halal lifestyle. SFT 2022 juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Semarang, Dekranasda Provìnsi Jawa Tengah, Dekranasda Kota Semarang, Disbudpar Kota Semarang.

BACA JUGA:   Hadir dalam New York Indonesia Fashion Week, IFAF Gelar Acara di Kapal Pesiar

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, mendukung SFT melalui sinergi program ‘’Embracing Festival Jateng Syariah” untuk kedua kalinya. Terdapat beberapa kegiatan di dalamnya seperti Jateng Modestpreneur Incubator, Jateng Modest Design Competition, dan pergelaran busana muslim karya desainer tanah air. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan ekonomi syariah berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah pada khususnya.