BerandaEventSurvei IVENDO: 85 Persen Perusahaan Event Belum Memiliki Sertifikasi CHSE

Survei IVENDO: 85 Persen Perusahaan Event Belum Memiliki Sertifikasi CHSE

Published on

spot_img

DPP Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali mengadakan survei terkait dampak pandemi COVID-19 pada pelaku industri event Indonesia. Survei ini merupakan kelanjutan dari survei serupa yang telah dilaporkan pada 23 Maret 2020 silam.

Survei yang dilakukan dengan metode random sampling ini melibatkan 235 responden dari perusahaan penyelenggara event dan freelancer atau event profesional. Survei kali ini menggambarkan kondisi terkini pelaku industri event di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021.

“Kami melakukan survei ini sejak tanggal 10 hingga 19 Januari 2021 dengan responden yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Mulkan Kamaludin, Ketua Umum IVENDO.

Dalam survei ini, IVENDO membagi hasil survei berdasarkan kategori responden di dalamnya, yakni perusahaan event dan freelancer. Profil responden dari kategori perusahaan yang telah mengisi kuesioner didominasi dari pemilik usahanya langsung, dengan persentase 65 persen. Selanjutnya, 23,33 persen diisi oleh setingkat direktur atau deputi di perusahaannya.

BACA JUGA:  Berburu Properti secara Virtual di Property Fiesta Virtual Expo 2020

Saat ditanya kondisi perusahaannya saat ini, 24,77 persen mengatakan kantor tetap beroperasi, namun mengurangi jumlah karyawan di dalamnya. Kemudian, 23,39 persen menyatakan kantornya belum dapat beroperasi, serta 20,64 persen telah kembali beroperasi, namun mengurangi upah karyawannya.

Meskipun ada beberapa perusahaan yang belum memulai operasionalnya pada tahun 2020, terdapat 70,83 persen perusahaan yang telah mendapatkan orderan kegiatan. Dalam hal ini, orderan terbesar berasal dari lembaga pemerintah dengan jumlah 21,78 persen dan 17,78 persen dari Kementerian Republik Indonesia.

Pemilihan platform kegiatan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan selama pandemi ini. Terdapat 38,86 persen perusahaan yang lebih memilih menggelar acaranya melalui kegiatan virtual. Sisanya, 31,43 persen dilakukan secara hybrid (offline dan online) dan masih ada yang menggelar secara offline sebesar 29,71 persen.

BACA JUGA:  IPOS Versi Online Menunggu Subsidi Pemerintah

“Kebanyakan untuk kegiatan meeting seperti workshop, bimtek, FGD, dan lainnya dengan perolehan 26,86 persen. Setelah itu baru disusul kegiatan webinar, incentive, dan special event,” ungkapnya.

Kendati demikian, jumlah event yang dipegang masing-masing perusahaan masih terbilang sedikit. Dalam survei ini memperlihatkan bahwa 50,83 perusahaan hanya mampu mendapat 1 hingga 5 event saja selama tahun 2020. Sementara, rata-rata total omzet kotor perusahaan di tahun 2020 didominasi dengan jumlah Rp10 juta hingga Rp50 juta saja per event.

Di situasi saat ini, untuk menyelenggarakan sebuah event memang membutuhkan sertifikasi (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Sertifikasi ini merupakan salah satu bagian program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meyakinkan konsumen bahwa sebuah event dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

BACA JUGA:  Indonesia Bersiap Rayakan Hari Pekerja Event Nasional

Namun disayangkan, 85 persen responden yang mengikuti survei ini mengaku belum memiliki sertifikasi CHSE bagi perusahaannya. Hal terbesar yang menyebabkan ini terjadi ialah perusahaan event tersebut belum melakukan pendaftaran terkait penerimaan sertifikasi CHSE dari pemerintah.

Oleh sebabnya, jika pandemi masih berlangsung hingga akhir tahun 2021 atau lebih, 33,65 persen pemilik perusahaan event akan memilih untuk membuat diversifikasi produk atau usahanya. Selanjutnya, 27,57 persen akan melakukan efisiensi di seluruh sektor yang ada. Hal ini dilakukan agar perusahaannya masih dapat terus berjalan dan mendapatkan pemasukan.

spot_img
spot_img

RX Japan Hadirkan Tiga Pameran F&B dalam Satu Atap

Tokyo, Venuemagz.com— “JAPAN’S FOOD” EXPORT FAIR, JFEX (Japan Int’l Food & Beverage Expo), dan...

Malam Tuscany Bersama Chef Luca Masini di Byrd House Bali

Bali, Venuemagz.com — Juni ini, Byrd House Bali mengajak para tamu menikmati perjalanan kuliner...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

IPOS Siapkan Platform B2B Digital, Transaksi Akan Berlangsung Setiap Hari

Jakarta, Venuemagz.com -- Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana...

Satu Dekade IPOS: Dari Forum Kecil ke Simpul Strategis Industri Event Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Di tengah dinamika industri event dan MICE yang terus bergerak, Indonesia...

IPOS Vol.9 Bahas Isu Berkelanjutan di Industri Event dan Pariwisata

Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali menyelenggarakan IPOS...