BerandaEventWisata Gunung Belum Tergarap Maksimal

Wisata Gunung Belum Tergarap Maksimal

Published on

spot_img

Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung. Namun, segmen wisata gunung di Tanah Air masih belum tergarap optimal. Diperlukan kekompakan dari semua stakeholder wisata petualangan untuk menanggok manfaat maksimal dari aktivitas wisata petualangan tersebut.

Rahman Muhlis, Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), minat masyarakat berwisata mendaki gunung terus meningkat sehingga perlu ada pengembangan dari banyak aspek untuk memaksimalkan manfaat dari munculnya tren tersebut.

Menyikapi tantangan tersebut, APGI berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar pertemuan pertama para pelaku wisata gunung bertajuk Indonesia Mountain Tourism Conference yang dilaksanakan di Hotel Santika Hayam Wuruk Jakarta, (27/09).

BACA JUGA:  TTC Travel Mart Gandeng Pelaku Pariwisata Luar Negeri dan Indonesia

Menurut Rahman, Indonesia Mountain Tourism Conference lahir dari keresahan para pelaku wisata gunung yang melihat minat masyarakat makin tinggi namun masih ada banyak hambatan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Rahman juga berpendapat perlu ada peningkatan kualitas dari berbagai aspek selain dari sumber daya manusia, dan menyinergikan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan aktivitas wisata alam.

“Kebijakan terkait aktivitas wisata gunung ini ‘kan lintas sektoral. Kami harap dengan pertemuan ini kami bisa duduk bersama menyamakan visi untuk mengembangkan potensi wisata gunung di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Rahman memaparkan, berdasarkan data yang dihimpun sebelum terdampak langsung pandemi Covid-19, wisata gunung telah mendatangkan kunjungan wisatawan sebanyak 150.000 wisatawan mancanegara dan 3 juta wisatawan nusantara serta memberikan kontribusi devisa sebesar US$150 juta.

BACA JUGA:  Agrinex Expo 2017 Hadir untuk Memberikan Inspirasi

“Harapan saya, dari event ini juga kami bisa mendapatkan output mengenai prinsip wisata gunung berkelanjutan, komitmen ke depan agar semua pihak bisa berperan mendukung wisata gunung yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, mengungkapkan, potensi wisata gunung di Indonesia masih belum mendapat perhatian serius. Dirinya mengharapkan terselenggaranya konferensi ini dapat menjawab tantangan tersebut.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini agar bisa menjadi solusi mengembangkan wisata gunung agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat. Kami berkumpul bersama dengan seluruh pemangku kepentingan agar bisa bersinergi,” katanya.

BACA JUGA:  Perdana, Pameran Jagat Aroma Kolaborasi Social Pavilion di Jakarta

Vinsen mengungkapkan, dari forum ini bisa mengedukasi kepada masyarakat untuk menerapkan wisatawan alam yang bertanggung jawab yang betul-betul memerhatikan aspek CHSE dalam setiap pendakian sehingga gunung-gunung yang menjadi obyek wisata di Indonesia betul-betul sustain dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Indonesia Mountain Tourism Conference dihadiri lebih dari 100 peserta offline dari unsur pemerintahan, federasi, asosiasi pariwisata petualangan, akademisi, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, tur operator, praktisi, media, influencer, hingga wisatawan.

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siapkan 10 Panggung Musik dan Instalasi Seni

Jakarta, Venuemagz.com - myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan segera hadir dengan lokasi...

Ella Mai Hingga RAN Siap Hadir Dalam myBCA International Java Jazz Festival 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Dua bulan menjelang perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026, pihak...

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Wajah dan Ambisi Baru

Jakarta, Venuemagz.com - PT Java Festival Production memperkenalkan babak baru untuk penyelenggaraan Java Jazz...

Mulai Dari Rp9 Juta Sudah Bisa Berlayar dengan Kapal Pesiar Disney Adventure

Singapura, Venuemagz.com -- Kapal Pesiar Disney Adventure resmi melakukan pelayaran perdana kepada publik pada...

Omzet Wisata Gunung Terjun Bebas

Pandemi corona membuat omzet wisata gunung di Indonesia turun hingga 86 persen dari Rp344 miliar...