BerandaFeature9 Strategi Pengembangan Industri MICE

9 Strategi Pengembangan Industri MICE

Published on

spot_img

Besarnya sumbangan pendapatan dari industri pariwisata terhadap pendapatan nasional merupakan kedua terbesar setelah industri kelapa sawit. Bahkan, sejak tahun 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas (minyak dan gas bumi), dan pada tahun 2018 termasuk menjadi leading sector bersama industri pertanian dan perikanan.

Peluang terbesar peningkatan industri pariwisata saat ini adalah dari peningkatan pasar Asia, khususnya pasar China, India, Jepang dan Korea, serta pengembangan ekowisata dan pada usaha meningkatkan kedatangan wisatawan MICE yang lebih berkualitas dibanding wisatawan leisure. Wisatawan MICE yang terdiri dari pemerintah, korporasi swasta, asosiasi, dan perguruan tinggi sudah semestinya target dari promosinya menjangkau mereka.

BACA JUGA:  Bagaimana Tren Bisnis Pameran 2022?

Sedarno, S.E., M.Si, dosen Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta, mengatakan, tantangan pengembangan MICE di era Revolusi Industri 4.0 adalah artificial intelligence (kecerdasan buatan), internet of things (aplikasi berbasis internet), mesin cetak tiga dimensi, teknologi robotik, dan kendaraan tanpa pengemudi (otonom).

Menurut Sedarno, pelaku industri MICE harus cepat untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Jika tidak bergerak cepat, akan tertinggal, bahkan besar kemungkinan tidak dapat bersaing. Menurut Sudarno, terdapat sembilan faktor yang termasuk dalam strategi pengembangan MICE, yaitu:

  1. Penguatan Kelembagaan MICE
  2. Peningkatan Aksesibilitas
  3. Peningkatan Infrastruktur
  4. Pengembangan SDM dan Peningkatan Kualitas Pelayanan
  5. Penggunaan Teknologi dan Pengembangan Konsep Sustainability dalam menyelenggarakan Kegiatan MICE
  6. Penjaminan Safety & Security
  7. Penguatan Riset dan Statistik
  8. Membangun Citra Destinasi
  9. Menjaga dan Mempertahankan Keberagaman Alam dan Budaya Daya Tarik Destinasi
BACA JUGA:  Langkah Strategis untuk Menguatkan Pariwisata Berkelanjutan di Bali

Dari sembilan faktor tadi, permasalahan SDM menjadi paling penting karena pemerintah perlu lebih memerhatikan lagi terciptanya SDM yang kompetitif serta memperoleh pengakuan kompetensi baik secara nasional maupun internasional.

spot_img

ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Plant-Based

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali, hotel butik bertema seni dan gaya hidup di...

Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Lahirkan PT Nine Koeln Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Koelnmesse dan AMARA Expo (PT Amara Pameran Internasional) yang telah berkolaborasi...

KTO Siapkan 22 Pengalaman Unik Bagi Wisatawan MICE ke Korea

Jakarta, Venuemagz.com - Korea Tourism Organization (KTO) terus mendorong kehadiran wisatawan MICE (meeting, incentive,...

V-Soy Perkenalkan Kemasan baru

Jakarta, Venuemagz.com -- Guna terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan pasar, V-Soy memperkenalkan desain...

Pembangunan KoenoKoeni Hotel Semarang Masuk Tahap Akhir, Kuartal 3 2026 Siap Dibuka

Semarang, Venuemagz.com - KoenoKoeni Hotel Semarang resmi memasuki tahap topping-off yang menandai selesainya struktur...

Modinity Fashion Parade 2026 Hadir dengan Panggung Lebih Luas di Borobudur

Magelang, Venuemagz.com - Modinity Group kembali menghadirkan Modinity Fashion Parade (MFP) dengan panggung yang...

Dyandra Event Solution Luncurkan Screenverse Indonesia, Platform Integrasi Bagi Ekosistem Kreatif 

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solution (DES) memperkenalkan intellectual property (IP) event terbarunya berupa...