Menangkap Pasar Virtual dan Hybrid Event

Wednesday, 05 January 22 Bayu Hari
virtual event

Tingginya kurva permintaan akan kegiatan virtual dan hibrid membuat para pemilik ruang pertemuan meng-upgrade layanannya.

Pandemi menimbulkan pergeseran bisnis pelaku MICE, termasuk di bidang meeting dengan menghadirkan kegiatan secara virtual dan hibrid. Karenanya, penyedia tempat meeting memanfaatkan peluang tersebut dengan memfasilitasi teknologi penunjang untuk penyelenggaraan kegiatan virtual maupun hibrid.

Jim Tehusijarana, Direktur Alcor MICE, mengatakan, The Kasablanka Hall sudah menawarkan hybrid event sejak Agustus 2020.

“Kami melihat saat itu ada beberapa industri dan usaha yang masih tetap perlu mengadakan event sehingga mereka membutuhkan technical know how untuk melakukannya dengan cara hybrid,” kata Jim.

The Kasablanka memanfaatkan ruang meeting yang ada untuk menghadirkan hybrid event. Sebelum digunakan, ruangan tersebut akan disulap menjadi sebuah tempat profesional untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan virtual atau hybrid. Pihaknya akan membantu set up ruangan dengan berbagai peralatan penunjang kegiatan hybrid, mulai dari green screen, kamera, video, dan lainnya.

BACA JUGA:   DPRD Kawal Pengembangan Rencana Strategis Pariwisata Kabupaten Semarang

“Seluruh alat penunjang kegiatan telah disediakan melalui sister company kita yang bergerak di bidang rental equipment,” ujar Jim.

Tidak hanya pengelola venue yang bermain di pasar hybrid dan virtual, pihak hotel juga mulai menawarkan konsep yang sama. Seperti halnya yang dilakukan Grand Hyatt Bali yang menghadirkan studio khusus untuk kegiatan virtual atau hibrid, yaitu The Studio.

BACA JUGA:   Bagaimana Memonetisasi Virtual Event?

The Studio diluncurkan pada Juni 2021 dengan teknologi audiovisual mutakhir untuk menggabungkan acara tatap muka dengan pertemuan virtual. Pihak hotel mengklaim bahwa The Studio merupakan studio hibrid pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung ke sebuah resor.

Runi Indrani, Marketing Communications Manager Grand Hyatt Bali, mengatakan, pandemi Covid-19 menyulitkan banyak orang untuk bepergian atau mengadakan kegiatan secara langsung. Kondisi tersebut dijadikan peluang besar bagi pihaknya untuk menghadirkan The Studio yang dapat memudahkan para tamu, khususnya business traveler, dalam mengadakan event korporat.

“Kami menilai bahwa meeting virtual itu bukan hanya tren sesaat, namun juga the way of the future,” kata Runi.

BACA JUGA:   Berbekal ISO 9001:2015, Alcor MICE Siap Hadapi Tantangan Industri MICE

The Studio telah dilengkapi berbagai peralatan teknologi tinggi, seperti kamera video full-frame, layar hijau selebar enam meter, koneksi internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps, staf teknis, hingga operator kamera yang profesional. Melalui fasilitas tersebut, The Studio siap menjadi pusat kendali dari setiap pertemuan virtual dan menghubungkan ruang pertemuan Grand Hyatt Bali dengan berbagai ruang di seluruh dunia.