<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Headline &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/headline/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 10:16:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>Headline &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Masa Depan Pariwisata Asia Pasifik ada di Wisatawan Berkualitas</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/masa-depan-pariwisata-asia-pasifik-ada-di-wisatawan-berkualitas/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/masa-depan-pariwisata-asia-pasifik-ada-di-wisatawan-berkualitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 10:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[travel meet asia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[wisatawan berkualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45412</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8212; Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan dan pengaruh budaya yang masif bergerak dari Barat ke Timur. Namun, arah tersebut kini berbalik sepenuhnya. Saat ini, denyut nadi industri perjalanan berdetak dari Timur ke Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Gary Bowerman, Co-Founder High-Yield Tourism, dalam acara Travel Meet Asia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta, Venuemagz.com &#8212; Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan dan pengaruh budaya yang masif bergerak dari Barat ke Timur. Namun, arah tersebut kini berbalik sepenuhnya. Saat ini, denyut nadi industri perjalanan berdetak dari Timur ke Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut disampaikan oleh Gary Bowerman, <em>Co-Founder</em> High-Yield Tourism, dalam acara Travel Meet Asia 2026 yang diadakan di Swissotel Jakarta PIK Avenue, 23-24 Juni 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Gary, meskipun dekade 2010-an menandai era keemasan dengan pertumbuhan tinggi bagi pariwisata Asia-Pasifik—yang ditandai oleh rekor jumlah kunjungan wisatawan dan lonjakan pendapatan perusahaan—lanskap pasca-pandemi kini terlihat sangat berbeda. Destinasi seperti Indonesia, Jepang, Vietnam, Australia, dan China mulai beralih dari sekadar mengejar volume wisatawan, melainkan tentang keuntungan tinggi (<em>high yield</em>), kualitas tinggi, dan keberlanjutan jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Peralihan Menuju <em>High-Yield</em> &amp; Wisatawan Berulang (<em>Repeat Visitors</em>)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada dekade sebelumnya, kesuksesan diukur dari pertumbuhan persentase dua digit. Kini, pemerintah di seluruh wilayah Asia-Pasifik menyadari bahwa model tersebut berisiko menimbulkan kelebihan pariwisata (<em>overtourism</em>) dan gesekan dengan masyarakat setempat. Fokusnya telah beralih untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata, terutama dengan memberikan insentif kepada wisatawan berulang atau <em>repeat visitors.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jepang pada tahun lalu mencatatkan rekor kunjungan wisatawan internasional, mencapai 43 juta turis. Pada 2030, Jepang menargetkan 60 juta wisatawan internasional. Dari 60 juta tersebut, 66 persennya merupakan wisatawan berulang, bukan wisatawan yang baru pertama kali datang,” ujar Gary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Logikanya sederhana: turis yang baru pertama kali datang cenderung terpaku pada &#8220;rute emas&#8221; yang sudah padat, yaitu Tokyo, Osaka, dan Kyoto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebaliknya, wisatawan berulang akan menjelajah lebih luas. Mereka bepergian ke kota-kota sekunder dan daerah pedesaan, yang secara efektif menyebarkan uang pariwisata ke komunitas lokal yang benar-benar membutuhkan dorongan ekonomi,” ujar Gary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang dilakukan oleh Jepang itu juga sejalan dengan strategi pemerintah Malaysia dan Indonesia. Wisatawan yang datang ke Indonesia kini tidak lagi terkonsentrasi di Jakarta, Bali, dan Lombok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nantinya, <em>secondary city </em>akan mulai terdengar namanya. Tugas pemerintah saat ini adalah bagaimana mengisi bandara dengan kunjungan wisman,” ujar Gary.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bangkitnya Wisata Malam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memaksimalkan pemasukan dari setiap turis, destinasi kini berfokus pada bagaimana wisatawan menghabiskan waktu dan uang mereka. Secara historis, pusat-pusat wisata utama di Asia menemukan adanya ketidakseimbangan: turis berbelanja dan berwisata secara masif pada siang hari, tetapi pengeluaran mereka menurun drastis setelah gelap karena kurangnya pengalaman dan aktivitas yang ditawarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal inilah yang mendorong kebangkitan wisata malam. Kota-kota seperti Shanghai dan Changsha (yang terkenal sebagai kota yang tidak pernah tidur) memanfaatkan pasar makanan luar ruangan yang buka hingga larut malam, transportasi umum malam hari gratis, dan pertunjukan drone publik secara masif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman-pengalaman ini lebih dari sekadar membuat wisatawan terus aktif berbelanja, tapi juga menyatukan wisatawan domestik, turis internasional, dan penduduk lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat yang sama, perjalanan itu sendiri telah menjadi sebuah destinasi. Mulai dari kereta wisata berpemandangan indah yang menghadap ke jendela di Taiwan, hingga ledakan besar wisata berkendara mandiri (<em>self-drive</em>) di kalangan keluarga muda di China. Mereka menginginkan kendali atas rencana perjalanan mereka, beralih dari grup tur yang kaku menuju perjalanan darat yang spontan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kereta Cepat vs Tantangan Lintas Batas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun wisata berkendara mandiri lewat jalur darat sedang <em>booming</em> di dalam negara masing-masing, perjalanan darat lintas batas di Asia Tenggara masih lambat karena fragmentasi aturan asuransi, penyewaan mobil, dan regulasi bea cukai. Akibatnya, pemerintah berinvestasi besar-besaran dalam jaringan kereta cepat yang beroperasi dengan kecepatan di atas 250 km/jam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">India sedang aktif membangun jaringannya bekerja sama dengan Jepang (diperkirakan meluncur sekitar tahun 2027). Lalu, ada Thailand yang membangun jaringan luas kereta cepat yang didukung oleh kemitraan infrastruktur dengan China.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vietnam merencanakan jaringan kereta cepat dari Utara-Selatan yang sangat ambisius, menghubungkan Hanoi langsung ke Ho Chi Minh City.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/masa-depan-pariwisata-asia-pasifik-ada-di-wisatawan-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45412</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Piala Dunia 2026 Memicu Pertumbuhan Perjalanan Wisata Dunia</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/piala-dunia-2026-memicu-pertumbuhan-perjalanan-wisata-dunia/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/piala-dunia-2026-memicu-pertumbuhan-perjalanan-wisata-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 09:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45284</guid>

					<description><![CDATA[Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko (11 Juni – 19 Juli 2026) diperkirakan mendorong lonjakan perjalanan internasional ke Amerika Utara pada musim panas ini. Berdasarkan data pemesanan Trip.com menunjukkan pertumbuhan tahunan hampir 70% di 16 kota tuan rumah. Data ini menggambarkan dengan jelas ke mana wisatawan pergi, berapa lama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko (11 Juni – 19 Juli 2026) diperkirakan mendorong lonjakan perjalanan internasional ke Amerika Utara pada musim panas ini. Berdasarkan data pemesanan Trip.com menunjukkan pertumbuhan tahunan hampir 70% di 16 kota tuan rumah. Data ini menggambarkan dengan jelas ke mana wisatawan pergi, berapa lama mereka menginap, dan jenis perjalanan apa yang mereka lakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>Permintaan Hampir Dua Kali Lipat pada Juni Dibandingkan Juli</strong><br>Selama babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2026, total pemesanan internasional ke kota-kota tuan rumah naik hampir 70% secara tahunan. Kemudian, pada Babak Gugur, laju pertumbuhan itu turun menjadi sekitar 40%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Babak Penyisihan Grup adalah momen yang wajib didatangi. Penggemar tidak menunggu untuk melihat bagaimana tim mereka tampil nanti di babak gugur. Mereka memesan lebih awal, dan sesuai jadwal pertandingan yang paling penting bagi mereka.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="600" height="300" src="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/06/Dampak-Piala-Dunia-2026-terhadap-pariwisata.jpg" alt="Dampak Piala Dunia 2026 terhadap pariwisata" class="wp-image-45285" srcset="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/06/Dampak-Piala-Dunia-2026-terhadap-pariwisata.jpg 600w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/06/Dampak-Piala-Dunia-2026-terhadap-pariwisata-300x150.jpg 300w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/06/Dampak-Piala-Dunia-2026-terhadap-pariwisata-150x75.jpg 150w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jepang Memimpin Dunia</strong><br>Para penggemar bola dari Jepang memesan penerbangan ke kota-kota tuan rumah dengan pertumbuhan +250% secara tahunan untuk Penyisihan Grup, lebih dari dua setengah kali volume tahun sebelumnya dan lebih dari dua kali laju pertumbuhan negara Eropa mana pun pada periode yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, untuk Babak Gugur, Jepang mencatat pertumbuhan lebih dari +100%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertandingan Penyisihan Grup Jepang dijadwalkan di Dallas dan Monterrey, dan data pemesanan mencerminkan hal ini dengan tepat. Dallas adalah kota tuan rumah yang paling banyak dipesan warga Jepang untuk penerbangan pada Penyisihan Grup, sebuah kota yang hampir tidak tercatat pada peta wisata turis Jepang selama 12 bulan lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Babak Gugur tiba dan lokasi pertandingan bergeser, Los Angeles menjadi tujuan utama Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Jepang tidak berhenti pada pemesanan penerbangan. Turis Jepang juga paling berani dalam perencanaan rencana perjalanan. Lebih dari 30% turis Jepang selama Penyisihan Grup memesan lebih dari satu kota tuan rumah. Hampir 10% menyeberangi dua atau lebih negara tuan rumah selama Penyisihan Grup, yang disebabkan oleh jadwal pertandingan Jepang yang tersebar di seluruh Amerika Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Meksiko Masuk Radar Wisatawan</strong><br>Kota-kota di Amerika Serikat dan Kanada dipastikan menarik banyak perhatian dari para turis. Sementara, kota di Meksiko seperti Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey memiliki beberapa pemesanan yang menarik sepanjang turnamen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemesanan hotel di Monterrey naik lebih dari 40 kali lipat secara tahunan selama Penyisihan Grup. Guadalajara naik lebih dari 10 kali lipat. Mexico City naik lebih dari 150%. Ini bukan kenaikan kecil, tetapi merepresentasikan transformasi hampir total permintaan akomodasi internasional di kota-kota yang sebelumnya nyaris tidak masuk radar perjalanan wisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendorongnya adalah penjadwalan pertandingan. Jadwal Jepang, Korea Selatan, dan Australia membawa penggemar hingga jauh ke dalam Meksiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dallas menceritakan kisah pelengkap dari sisi AS. Pemesanan hotel di Dallas naik lebih dari 1.400% selama Penyisihan Grup, didorong sebagian besar oleh permintaan dari Jepang dan Korea.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aktivitas di Luar Sepak Bola</strong><br>Atraksi wisata yang paling banyak dipesan wisatawan adalah Universal Studios Hollywood, yang menempati peringkat teratas. Empire State Building, Rockefeller Center, dan American Museum of Natural History mendominasi pemesanan di New York, sementara turis Jepang menunjukkan minat kuat pada Broadway, dengan <em>Wicked</em> dan <em>Aladdin the Musical</em> sama-sama masuk dalam 10 atraksi teratas secara keseluruhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dari Liburan Singkat hingga Liburan Panjang</strong><br>Rata-rata durasi perjalanan sangat bervariasi menurut negara asal. Wisatawan Jepang melakukan perjalanan terpendek, rata-rata hanya 8 hari pada Penyisihan Grup dan 11 hari pada Babak Gugur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, turis dari Spanyol mengambil waktu terlama, rata-rata 24 hari pada Penyisihan Grup dan 17 hari pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turis Australia rata-rata 23 hari pada Penyisihan Grup sebelum turun menjadi 18 hari pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggemar Prancis tetap konsisten di 18 hari di kedua periode.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Hotel Budget Dominan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sebagian besar negara, hotel bintang 3 dan 4 menyumbang sebagian besar pemesanan, dengan permintaan bintang 5 menunjukkan pertumbuhan satu digit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jepang adalah yang paling hemat, dengan lebih dari 61% pemesanan hotel Penyisihan Grup pada level bintang 3. Korea Selatan paling cenderung memilih kemewahan pada Penyisihan Grup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Babak Gugur, permintaan hotel bintang 5 meningkat di hampir setiap pasar dibanding Penyisihan Grup. Prancis memimpin dengan peningkatan terbesar dalam pemesanan hotel bintang 5.</p>



<p class="wp-block-paragraph">New York mendominasi sebagai kota pilihan untuk pemesanan bintang 4 dan 5 di sebagian besar pasar pada kedua periode, mengukuhkan statusnya sebagai destinasi prestise turnamen.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/piala-dunia-2026-memicu-pertumbuhan-perjalanan-wisata-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45284</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bali Convention and Exhibition Bureau Tetapkan Lima Agenda Prioritas</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/bali-convention-and-exhibition-bureau-tetapkan-lima-agenda-prioritas/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/bali-convention-and-exhibition-bureau-tetapkan-lima-agenda-prioritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 06:57:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Convention and Exhibition Bureau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45222</guid>

					<description><![CDATA[Denpasar, Venuemagz.com – Pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi industri MICE Indonesia. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, BaliCEB menegaskan perannya bukan sekadar organisasi industri, melainkan platform kolaborasi yang akan memperkuat posisi Bali sebagai pusat business events dan wellness economy di kawasan Asia Pasifik. Ketut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Denpasar, Venuemagz.com – Pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi industri MICE Indonesia. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, BaliCEB menegaskan perannya bukan sekadar organisasi industri, melainkan platform kolaborasi yang akan memperkuat posisi Bali sebagai pusat <em>business events</em> dan <em>wellness economy</em> di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketut Jaman, Ketua Umum BaliCEB, menegaskan bahwa masa depan industri MICE Bali hanya dapat dibangun melalui sinergi lintas sektor yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“BaliCEB hadir sebagai rumah kolaborasi karena industri MICE tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. MICE akan kuat apabila semua pihak bergerak bersama,” ujar Ketut Jaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak destinasi lain di dunia. Selain infrastruktur pariwisata dan fasilitas penyelenggaraan <em>event</em> bertaraf internasional, Pulau Dewata menawarkan pengalaman yang berakar pada budaya, spiritualitas, kreativitas, dan keramahan masyarakat lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak destinasi memiliki gedung konvensi dan fasilitas modern, tetapi tidak semua mampu menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati, membangun inspirasi, dan meninggalkan kesan mendalam seperti Bali,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Venue Kelas Dunia dan Pengalaman yang Bermakna</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa dekade terakhir, Bali telah membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah berbagai forum internasional bergengsi, mulai dari APEC, Annual Meetings IMF–World Bank, KTT G20, hingga World Water Forum. Rekam jejak tersebut menjadi modal kuat untuk menarik lebih banyak <em>event</em> global ke Indonesia, khususnya Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bagi Bali Convention and Exhibition Bureau, daya saing Bali tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kapasitas <em>venue</em> atau jumlah kamar hotel. Industri MICE kini bergerak menuju konsep yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada pengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan kawasan pariwisata terpadu Nusa Dua serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dinilai semakin memperluas posisi Bali sebagai destinasi <em>quality</em> <em>tourism</em>, <em>wellness tourism</em>, <em>health tourism</em>, <em>medical tourism</em>, hingga <em>business events</em> berbasis pengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi tersebut juga terlihat dari dipilihnya ajang Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 sebagai lokasi pelantikan pengurus baru BaliCEB. Pemilihan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan antara industri MICE dan <em>wellness economy</em> yang kini berkembang pesat di tingkat global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lima Agenda Strategis BaliCEB</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk lima tahun ke depan, BaliCEB menetapkan sejumlah prioritas strategis guna memperkuat daya saing Bali di pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agenda pertama adalah memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE global yang berbasis budaya dan keberlanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, memperluas promosi internasional dan jejaring global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, meningkatkan aktivitas <em>bidding event</em> internasional secara lebih agresif dan terstruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, agenda keempat berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, serta implementasi prinsip <em>sustainability</em> dalam penyelenggaraan <em>event</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agenda kelima adalah memastikan manfaat ekonomi industri MICE dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali, termasuk pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja sektor pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengembangan MICE tidak hanya soal mendatangkan <em>event</em> internasional, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali,” tegas Ketut Jaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari strategi global, Bali Convention and Exhibition Bureau akan memperkuat kehadiran Bali dalam berbagai pameran dagang internasional, seperti Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) Melbourne, IMEX America, IMEX Frankfurt, hingga IBTM World Barcelona.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menyambut Era Wellness Economy</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelantikan BaliCEB berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang mengangkat tema penguatan ekosistem <em>Wellness Economy</em> Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sesi pleno bertajuk “<em>Building Indonesia’s Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem</em>”, para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya membangun ekosistem <em>wellness</em> yang terintegrasi dan memiliki daya saing global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai pelaku industri juga memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan inovasi produk dan layanan terbaru, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang investasi melalui forum kolaborasi dan <em>networking</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Bali Wellness and Beauty Expo menjadi contoh bagaimana <em>business events</em> tidak lagi sekadar menjadi ruang pertemuan, tetapi juga instrumen strategis yang mampu menciptakan investasi, transfer pengetahuan, pengembangan industri, hingga dampak ekonomi jangka panjang bagi destinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi BaliCEB, tren tersebut membuka peluang besar untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat penyelenggaraan <em>event</em> yang menghubungkan sektor pariwisata, kesehatan, <em>wellness</em>, kreativitas, dan ekonomi berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kolaborasi di Era Persaingan Global</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah meningkatnya kompetisi destinasi MICE di Asia, Bali Convention and Exhibition Bureau menilai keberhasilan tidak akan ditentukan oleh promosi semata. Diperlukan dukungan data pasar yang kuat, strategi <em>bidding</em> yang matang, kualitas produk yang kompetitif, serta sinergi yang solid antara pemerintah, industri, asosiasi, dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, Ketut Jaman mengajak seluruh pemangku kepentingan meninggalkan ego sektoral dan menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan industri MICE Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika Bali bergerak sendiri-sendiri, kita hanya menjadi bagian kecil dari persaingan global. Namun, ketika Bali bergerak bersama, Bali akan menjadi kekuatan besar yang diperhitungkan dunia,” pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kepengurusan baru dan agenda strategis yang telah disusun, Bali Convention and Exhibition Bureau kini membawa misi yang lebih besar: menjadikan Bali bukan hanya destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga pusat MICE, <em>wellness economy</em>, dan kolaborasi internasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/bali-convention-and-exhibition-bureau-tetapkan-lima-agenda-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/indonesia-kebanjiran-turis-malaysia-ada-alarm-ekonomi-di-baliknya/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/indonesia-kebanjiran-turis-malaysia-ada-alarm-ekonomi-di-baliknya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 06:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45165</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8211; Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak di antara mereka membagikan pengalaman berbelanja batik, parfum, produk fesyen lokal hingga menikmati hotel dan kuliner Indonesia dengan biaya yang menurut mereka jauh lebih murah dibandingkan di negara asalnya. Bagi sektor pariwisata, fenomena ini tentu terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> &#8211; Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak di antara mereka membagikan pengalaman berbelanja batik, parfum, produk fesyen lokal hingga menikmati hotel dan kuliner Indonesia dengan biaya yang menurut mereka jauh lebih murah dibandingkan di negara asalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sektor pariwisata, fenomena ini tentu terlihat sebagai kabar baik. Semakin banyak wisatawan asing datang, semakin besar pula potensi devisa yang masuk ke dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik ramainya kunjungan tersebut, ada pertanyaan yang muncul: apakah Indonesia memang semakin menarik, atau justru semakin murah karena nilai tukar rupiah yang melemah?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada jumpa pers yang digelar 2 Juni 2026, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan, naik 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026 jumlah kunjungan wisman telah mencapai 4,68 juta kunjungan, tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Pada April 2026, jumlah wisatawan asal Malaysia tercatat mencapai 207.960 kunjungan atau sekitar 16,65 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa Malaysia tetap menjadi salah satu tulang punggung pariwisata Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor kurs rupiah yang melemah menjadi pembahasan utama. Dengan nilai tukar yang sempat menyentuh kisaran Rp4.500 per ringgit Malaysia, RM500 kini setara dengan lebih dari Rp2,2 juta. Nilai yang bagi sebagian warga Malaysia mungkin hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama beberapa hari, di Indonesia bisa digunakan untuk menginap, berwisata, menikmati kuliner, hingga berbelanja oleh-oleh. Tak heran jika banyak wisatawan Malaysia menganggap Indonesia sebagai destinasi yang sangat terjangkau.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Ketika &#8220;Murah&#8221; Menjadi Pisau Bermata Dua</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sudut pandang industri pariwisata, pelemahan mata uang domestik memang sering kali membawa efek positif jangka pendek. Destinasi menjadi lebih kompetitif dibandingkan negara lain karena biaya yang harus dikeluarkan wisatawan asing menjadi lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hotel lebih mudah terisi, restoran lebih ramai, pusat perbelanjaan mendapat tambahan pengunjung, dan destinasi wisata menikmati peningkatan aktivitas ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sisi lain, rupiah yang melemah dampaknya merembet ke hampir seluruh aspek ekonomi. Misalnya, barang impor menjadi lebih mahal. Mulai dari perangkat elektronik, bahan baku industri, alat kesehatan, hingga kebutuhan produksi yang masih bergantung pada komponen luar negeri. Beban pembayaran utang dalam mata uang asing juga ikut meningkat ketika nilai tukar melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, di saat wisatawan asing menikmati Indonesia yang terasa semakin murah, masyarakat Indonesia justru berpotensi menghadapi kenaikan biaya hidup akibat harga barang yang ikut terdorong naik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah negara tidak hanya diukur dari seberapa murah negara tersebut di mata wisatawan asing, melainkan juga dari seberapa kuat ekonominya mampu menjaga daya beli masyarakatnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka ketika wisatawan Malaysia ramai-ramai mengatakan bahwa Indonesia sangat murah, mungkin pelaku pariwisata boleh tersenyum karena tingkat kunjungan meningkat. Namun, bagi pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi, fenomena yang sama bisa dibaca sebagai sebuah alarm. Sebab, yang dirayakan wisatawan sebagai liburan murah, belum tentu merupakan kabar baik bagi kesehatan ekonomi dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/indonesia-kebanjiran-turis-malaysia-ada-alarm-ekonomi-di-baliknya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45165</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bleisure Travel Tumbuh 17 Persen: Ketika Rapat Selesai, Petualangan Dimulai</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/bleisure-travel-tumbuh-17-persen-ketika-rapat-selesai-petualangan-dimulai/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/bleisure-travel-tumbuh-17-persen-ketika-rapat-selesai-petualangan-dimulai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 06:58:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Bleisure Travel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45100</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Ada yang berubah dari cara profesional dunia bepergian. Mereka tidak lagi sekadar terbang, rapat, lalu pulang. Kini, perjalanan bisnis sering kali berakhir di restoran terbaik dengan makan malam, tur budaya singkat, atau sekadar duduk di tepi pantai sebelum penerbangan pulang. Fenomena itulah yang oleh industri perjalanan disebut bleisure travel,&#160; gabungan dari kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> — Ada yang berubah dari cara profesional dunia bepergian. Mereka tidak lagi sekadar terbang, rapat, lalu pulang. Kini, perjalanan bisnis sering kali berakhir di restoran terbaik dengan makan malam, tur budaya singkat, atau sekadar duduk di tepi pantai sebelum penerbangan pulang. Fenomena itulah yang oleh industri perjalanan disebut <em>bleisure travel</em>,&nbsp; gabungan dari kata <em>business</em> dan <em>leisure</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan sekadar tren sesaat, <em>bleisure</em> kini sudah menjadi segmen tersendiri dalam peta industri pariwisata global dan Indonesia.<strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah <em>bleisure</em> pertama kali muncul dalam percakapan industri perjalanan sekitar awal 2000-an, tapi popularitasnya meledak setelah pandemi Covid-19. Ketika batas antara kantor dan rumah mulai kabur, batas antara perjalanan bisnis dan liburan pun ikut memudar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Definisinya sederhana: seorang profesional yang bepergian untuk urusan pekerjaan baik itu konferensi, pameran, rapat, ataupun <em>incentive trip,</em> memilih untuk memperpanjang masa tinggalnya di destinasi tersebut demi menikmati sisi <em>leisure</em>-nya. Bisa satu hari tambahan, bisa seminggu. Bisa sendiri, bisa mengajak keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menjadikan <em>bleisure</em> menarik bukan sekadar definisinya, melainkan skala dan kecepatannya tumbuh di industri MICE ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Angka-Angka yang Tidak Bisa Diabaikan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Data dari Precedence Research menempatkan nilai pasar <em>bleisure travel</em> global di angka US$816 miliar pada 2025 dan diperkirakan menembus US$3,5 triliun pada 2034, dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 17,4 persen. Ini bukan pertumbuhan biasa. Ini percepatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riset Navan dan Skift yang diterbitkan awal 2026 menemukan bahwa 55 persen pelancong bisnis global sudah melakukan setidaknya dua perjalanan <em>bleisure</em> sepanjang 2024. Lebih dari separuh, mereka menggunakan waktu luang di destinasi untuk menjelajahi area sekitar. Dan hampir 40 persen menyempatkan diri mengejar hobi pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka lain yang mencolok datang dari Global Business Travel Association (GBTA) menyebut 89 persen karyawan mengaku ingin menambahkan waktu <em>leisure</em> pada perjalanan bisnis berikutnya. Sementara survei IHG pada 2023 mencatat bahwa 42 persen pelancong bisnis asal Inggris sudah benar-benar melakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Asia-Pasifik gambarannya bahkan lebih dramatis. Laporan <em>Agoda 2026 Travel Outlook</em> menyebut 76 persen profesional di kawasan ini berencana memadukan perjalanan kerja dengan waktu <em>leisure</em>. Di Indonesia sendiri, angkanya terus mendaki meskipun budaya perjalanan bisnis di Tanah Air dinilai lebih konservatif dibanding negara-negara tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mengapa Sekarang?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang lebih menarik bukan seberapa besar <em>bleisure</em>, melainkan mengapa tren ini meledak justru sekarang? Jawabannya terletak pada pergeseran besar dalam cara manusia bekerja dan menghargai waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pertama, era kerja fleksibel.</strong> Riset Crowne Plaza tahun 2025 menemukan bahwa 79 persen karyawan di Amerika Serikat dan Inggris bekerja di perusahaan yang mendukung model kerja jarak jauh atau hibrida. Ketika seseorang bisa bekerja dari mana saja, memperpanjang perjalanan bisnis tidak lagi berarti mengorbankan produktivitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, pergeseran ini berjalan dengan dinamika yang khas. Pandemi Covid-19 menjadi katalisator pertama di mana perusahaan-perusahaan teknologi dan <em>startup</em> mulai mengadopsi WFA (<em>Work from Anywhere</em>) secara permanen, bukan sebagai respons darurat melainkan sebagai keputusan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Flip, Stockbit, Bibit.id, Amartha, Ajaib, hingga Blibli adalah sebagian dari deretan nama yang secara resmi mengumumkan kebijakan WFA permanen sejak 2021–2022. Mereka tidak sekadar mengizinkan karyawan bekerja dari rumah, tetapi dari mana saja: Bali, Yogyakarta, Malang, kota-kota kecil, bahkan luar negeri, selama koneksi internet tersedia dan target terpenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, pemerintah Indonesia sendiri kemudian mengikuti dan bahkan melegitimasi tren ini di level kebijakan nasional. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menerbitkan dua Surat Edaran WFA dalam rentang empat bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama pada Desember 2025 untuk periode libur Natal dan Tahun Baru, lalu pada Februari 2026 menjelang Idul Fitri yang mengimbau seluruh perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD untuk memberi ruang kerja fleksibel bagi karyawan. Bahkan, pada Maret 2026, terbit Surat Edaran baru yang mendorong perusahaan menerapkan WFH satu hari per minggu secara reguler, kali ini dengan alasan efisiensi energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan itu bukan sekadar formalitas. Ia mencerminkan pengakuan resmi bahwa model kerja fleksibel sudah cukup matang untuk dijadikan norma, bukan pengecualian. Dan ketika norma itu bergeser, kebiasaan bepergian pun ikut berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karyawan yang tidak harus duduk di meja kantor pada Senin pagi memiliki alasan lebih kuat untuk menambah satu atau dua hari di kota tujuan konferensi mereka. <em>Bleisure</em>, dalam konteks ini, bukan sekadar kemewahan, ia menjadi perpanjangan logis dari cara kerja baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kedua, generasi baru mendominasi angkatan kerja.</strong> Milenial dan Generasi Z kini menjadi kelompok pelancong bisnis terbesar. Bagi mereka, perjalanan bukan sekadar kewajiban kerja, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Survei demi survei konsisten menunjukkan bahwa kedua generasi ini memprioritaskan pengalaman di atas materi, dan <em>bleisure</em> menjadi titik temu sempurna antara tuntutan kerja dan kebutuhan eksplorasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketiga, perusahaan mulai melihat <em>bleisure</em> sebagai investasi, bukan pemborosan.</strong> Ketika 73 persen karyawan, menurut data yang dikompilasi Navan, menganggap kebijakan <em>bleisure</em> sebagai faktor penting dalam memilih tempat kerja, perusahaan yang mendukung tren ini secara tidak langsung berinvestasi pada loyalitas dan kepuasan tim mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bleisure dan MICE: Dua Dunia yang Kini Satu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi industri MICE, <em>bleisure</em> bukan sekadar tren perjalanan individual. Ia adalah peluang strategis yang mengubah cara pameran, konferensi, dan <em>incentive trip</em> dirancang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IBTM World, salah satu platform paling berpengaruh dalam industri <em>business events</em> global, secara eksplisit menyebut <em>bleisure</em> sebagai tren yang wajib diadopsi oleh penyelenggara MICE. Dalam <em>2025 World Trends Report</em>-nya, IBTM mencatat meningkatnya keinginan peserta <em>event</em> untuk berinteraksi lebih dalam dengan destinasi, bukan hanya duduk di <em>ballroom</em> hotel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta konferensi kini datang dengan ekspektasi berbeda. Mereka ingin agenda yang menyisakan ruang untuk <em>city tour</em>, wisata kuliner, sesi <em>wellness</em>, atau pengalaman budaya lokal. <em>Event</em> yang mampu menjawab ekspektasi ini tidak hanya lebih berkesan, tapi juga lebih mudah menarik peserta internasional yang harus mempertimbangkan apakah biaya perjalanan jauh sebanding dengan pengalaman yang didapat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenyataan ini sudah mulai tecermin dalam desain <em>event</em> MICE modern. Konferensi yang dulu berakhir dengan <em>gala dinner</em> formal kini sering kali diakhiri dengan program <em>post-event</em> ke destinasi wisata sekitar. <em>Pre-conference tour</em> menjadi elemen standar. Bahkan, struktur jadwal pun mulai disesuaikan agar peserta punya waktu bebas yang cukup untuk menjelajah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Indonesia di Persimpangan Peluang</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia sedang berada di posisi yang sangat strategis dalam peta <em>bleisure</em> global. Di satu sisi, industri MICE nasional diproyeksikan tumbuh hingga 15 persen pada 2026, jadi salah satu angka tertinggi di kawasan. Di sisi lain, pemerintah menargetkan 1,5 juta wisatawan MICE internasional, dan lebih dari 50 pusat konvensi berstandar internasional tersebar di seluruh kepulauan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Modal itu besar. Tapi tantangannya juga nyata, bagaimana mengubah peserta <em>event</em> yang datang untuk rapat menjadi wisatawan yang tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang mereka?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bali sudah membuktikan bahwa formula ini bisa berhasil. Dinobatkan sebagai destinasi <em>incentive travel</em> nomor satu di Asia Tenggara, Bali telah lama memahami bahwa peserta <em>event</em> yang pulang dengan kenangan liburan indah adalah aset promosi paling efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hotel-hotel besar di Jimbaran, Nusa Dua, dan Ubud kini berlomba membangun fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan <em>bleisure</em>, di mana ruang konferensi berdampingan dengan spa, kolam renang, dan akses langsung ke atraksi alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mövenpick Resort &amp; Spa Jimbaran Bali misalnya, dijadwalkan meresmikan The Suwarga Garden pada Juli 2026, <em>venue</em> <em>outdoor</em> multifungsi berkapasitas 1.250 tamu yang dirancang sekaligus sebagai ruang event dan <em>lifestyle space</em>. Ini bukan kebetulan. Ini adalah respons langsung terhadap permintaan pasar <em>bleisure</em> yang terus membesar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yogyakarta, Denpasar, dan Bandung juga berkembang sebagai <em>workation hub</em> dengan ekosistem <em>coworking space</em> dan resor yang ramah bagi pekerja jarak jauh. Di Jakarta, agenda MICE mulai diintegrasikan dengan tur kota, wisata kuliner, dan sesi <em>wellness</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampaknya bukan hanya pada kepuasan peserta, tapi juga perpanjangan <em>length of stay</em>, metrik krusial yang langsung berdampak pada pendapatan hotel, restoran, dan ekonomi lokal secara keseluruhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelajaran pahit dari studi LPEM-FEB UI yang membandingkan dampak ekonomi konser Coldplay di Jakarta dan Singapura masih relevan di sini. Indonesia unggul dalam skala penonton, tapi Singapura jauh lebih efisien mengonversi setiap kursi yang terisi menjadi nilai ekonomi. Kuncinya integrasi yang kuat antara <em>event</em>, pariwisata, dan mobilitas. Persis itulah yang ditawarkan <em>bleisure</em> jika dikelola dengan benar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>IBEM 2026: Sinyal Resmi dari Industri</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bahwa <em>bleisure</em> kini dianggap serius oleh industri MICE Indonesia bisa dibaca dari satu penanda konkret, topik ini menjadi salah satu agenda utama IBEM (Indonesia Business Event Mart) 2026, sebuah platform <em>business events</em> pertama yang digagas bersama oleh Kementerian Pariwisata RI, E&amp;C Productions, dan TTG Events.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IBEM akan berlangsung bersamaan dengan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) pada 28–31 Juli 2026 di Jakarta International Convention Centre, mengumpulkan sekitar 250 <em>buyer</em> dan 200 <em>seller</em> dari seluruh kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, panitia IBEM sendiri sudah merancang program <em>post-show island-hopping</em> bagi <em>hosted buyer</em> dan media mengunjungi Pulau Onrust dan Pulau Macan di perairan Jakarta. Program ini bukan sekadar pemanis agenda. Ia adalah demonstrasi langsung dari filosofi <em>bleisure</em>, bahwa <em>event</em> bisnis dan eksplorasi destinasi bisa, dan seharusnya, berjalan berdampingan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Apa Artinya Bagi Event Planner?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para <em>event organizer</em> dan <em>venue manager</em> di Indonesia, <em>bleisure</em> membawa implikasi praktis yang tidak bisa diabaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, desain program harus berubah. Agenda yang padat dari pagi hingga malam hari, tanpa ruang bernapas, akan semakin sulit menarik peserta internasional. Menyisakan setengah hari atau satu hari penuh untuk eksplorasi mandiri bukan tanda program yang kurang serius, tapi bisa jadi justru sebaliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, pilihan <em>venue</em> menjadi lebih strategis. Hotel atau <em>venue</em> yang berdiri di kawasan wisata, dekat dengan atraksi budaya atau alam, akan punya keunggulan kompetitif nyata. <em>Venue</em> yang bisa menawarkan paket konferensi sekaligus program <em>leisure</em> terkurasi akan lebih mudah memenangkan tender.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. <em>Event planner</em> yang berhasil di era <em>bleisure</em> adalah mereka yang bisa membangun ekosistem, menghubungkan penyelenggara <em>event</em> dengan pemandu wisata lokal, restoran autentik, operator <em>wellness</em>, dan pemerintah daerah yang aktif mempromosikan destinasinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Lebih dari Sekadar Tren</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Bleisure travel</em> bukan kilatan tren yang akan pudar begitu musim berganti. Ia adalah cerminan dari perubahan mendasar dalam cara manusia modern mendefinisikan ulang hubungan antara kerja, perjalanan, dan kehidupan itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Indonesia dengan 17.000 pulau, ratusan budaya, dan ekosistem alam yang tak tertandingi, ini adalah undangan sekaligus tantangan. Undangan untuk menjadi destinasi di mana setiap konferensi berakhir dengan cerita yang layak dibawa pulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan untuk memastikan infrastruktur, kebijakan, dan kreativitas industri <em>event</em>-nya cukup kuat untuk mengonversi setiap peserta rapat menjadi wisatawan yang jatuh cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang sudah pasti, mereka yang lebih cepat memahami pergeseran ini akan lebih siap merebut pasar yang sedang tumbuh dengan laju 17 persen per tahun itu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/bleisure-travel-tumbuh-17-persen-ketika-rapat-selesai-petualangan-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memaksimalkan Konser Musik Global Sebagai Penggerak Pariwisata dan MICE</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/memaksimalkan-konser-musik-global-sebagai-penggerak-pariwisata-dan-mice/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/memaksimalkan-konser-musik-global-sebagai-penggerak-pariwisata-dan-mice/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 08:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44909</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Konser musik bukan sekadar pesta, melainkan mesin penggerak pariwisata dan MICE yang menghasilkan efek berlapis ke hotel, transportasi, ritel, hingga layanan pendukung acara. Studi terbaru dari LPEM-FEB UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) yang berjudul “Competing for Global Entertainment Events: The Economic Impact of Coldplay and [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> — Konser musik bukan sekadar pesta, melainkan mesin penggerak pariwisata dan MICE yang menghasilkan efek berlapis ke hotel, transportasi, ritel, hingga layanan pendukung acara. Studi terbaru dari LPEM-FEB UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) yang berjudul “<em>Competing for Global Entertainment Events: The Economic Impact of Coldplay and Taylor Swift Concerts in Indonesia and Singapore</em>” menunjukkan bahwa Indonesia masih kalah tajam dari Singapura dalam mengubah kerumunan penonton menjadi nilai ekonomi per orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbandingan itu muncul dalam <em>working paper</em> LPEM-FEB UI nomor 091 terbit Maret 2026, yang mengkaji dampak ekonomi konser Coldplay di Indonesia dan Singapura, serta konser Taylor Swift di Singapura, dengan pendekatan input-output. Temuannya tegas: Indonesia unggul di skala penonton, tetapi Singapura lebih efisien dalam memonetisasi setiap kursi yang terisi lewat integrasi yang kuat antara <em>event</em>, pariwisata, dan mobilitas internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser Coldplay di Gelora Bung Karno Jakarta pada November 2023 dihadiri sekitar 78.500 orang. Dari konser tersebut diperkirakan menghasilkan stimulus ekonomi langsung sekitar US$30,10 juta dan total output ekonomi US$53,34 juta, dengan nilai tambah US$26,94 juta, pendapatan rumah tangga US$9,50 juta, serta membuka 4.498 pekerjaan. Angka ini besar, tetapi dampaknya masih didominasi penjualan tiket dan belanja penonton domestik, bukan belanja wisatawan luar daerah atau mancanegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kenapa Singapura lebih Efektif</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Singapura, konser Coldplay yang digelar enam hari memunculkan stimulus langsung sekitar US$189,17 juta dan output ekonomi US$308,99 juta. Yang lebih penting, output per penonton mencapai sekitar US$1.030, jauh di atas Jakarta yang sekitar US$680 per orang, karena porsi wisatawan luar negeri, lama tinggal yang lebih panjang, dan belanja transportasi serta akomodasi jauh lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Taylor Swift bahkan mempertegas model Singapura sebagai destinasi <em>event</em> kelas premium. Enam konser “Eras Tour” di sana menghasilkan stimulus langsung sekitar US$267,15 juta, output ekonomi US$434,73 juta, nilai tambah US$235,73 juta, dan pendapatan rumah tangga US$186,54 juta, dengan output per penonton sekitar US$1.449 pada hitungan satu hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sektor pariwisata, ini menunjukkan bahwa sebuah konser besar hanya akan berdampak maksimal jika dikemas sebagai paket perjalanan, bukan acara berdiri sendiri. Di Singapura, belanja terbesar justru datang dari tiket pesawat internasional, hotel, makanan, dan transportasi lokal sehingga sebuah <em>event</em> berubah menjadi&nbsp;<em>tourism shock</em>&nbsp;yang menyebar ke banyak subsektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pelajaran untuk Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi itu menunjukkan Indonesia sebenarnya punya modal pasar yang besar. Konser Coldplay di Jakarta memperlihatkan kekuatan skala, karena satu acara sehari saja bisa menghasilkan output ekonomi yang nyaris setara dengan satu hari Coldplay di Singapura, yakni sekitar US$53,34 juta di Jakarta versus US$51,50 juta di Singapura dalam hitungan satu hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalahnya, Indonesia belum optimal mengubah tingginya minat menjadi nilai tambah yang lebih dalam. Peneliti menyoroti hambatan seperti sistem tiket yang terfragmentasi, <em>scalping</em>, biaya perizinan, dan keterbatasan infrastruktur yang membuat efek ekonomi bocor sebelum masuk ke ekosistem lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sektor MICE, ini berarti peluang Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah konser, tetapi juga pusat <em>event</em> berdaya saing regional. Namun, untuk mencapai itu, sebuah <em>event</em> harus didukung dengan transportasi yang mulus, hotel yang siap, regulasi yang pasti, dan promosi destinasi yang menyatu dengan kalender acara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dampak ke Hotel dan Transportasi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data dalam penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sektor akomodasi, transportasi udara, transportasi lokal, dan layanan makanan menjadi pemenang utama ketika <em>event</em> berskala besar dibarengi penonton luar daerah dan internasional. Pada kasus Taylor Swift di Singapura, transportasi udara menyumbang lebih dari US$103 juta dalam stimulus langsung, sementara akomodasi mencapai hampir US$43 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, semakin banyak penonton datang dari luar kota atau luar negeri, makin besar efek gandanya ke sektor pariwisata. Ini mengubah konser dari sekadar konsumsi budaya menjadi alat promosi destinasi yang menguntungkan hotel, maskapai, restoran, pusat belanja, hingga pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Jakarta, dampak turunan memang ada, termasuk pada akomodasi dan transportasi antar-wilayah, tetapi masih terbatas karena sebagian besar penonton adalah pasar domestik. Akibatnya, konser besar lebih banyak menghasilkan lonjakan sesaat daripada peningkatan belanja wisatawan yang berulang dan terintegrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Arah Kebijakan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini memberi sinyal keras bahwa Indonesia perlu beralih dari pendekatan “datang, tampil, selesai” ke pendekatan ekosistem <em>event</em>. Pemerintah, promotor, maskapai, hotel, dan pelaku ekonomi lokal perlu disambungkan dalam satu strategi agar konser internasional menghasilkan lama tinggal lebih panjang dan pengeluaran wisatawan lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi pemerintah daerah dan pusat, tugasnya bukan sekadar mengurus izin panggung dan pengamanan massa. Yang lebih penting ialah memastikan <em>event</em> masuk ke agenda pariwisata, memudahkan mobilitas, memperkuat akses internasional, dan menyiapkan kota agar penonton tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga untuk membelanjakan uangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, Indonesia belum kekurangan penonton. Yang masih tertinggal adalah kemampuan mengubah antusiasme itu menjadi pendapatan, pekerjaan, dan nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/memaksimalkan-konser-musik-global-sebagai-penggerak-pariwisata-dan-mice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Liburan Panjang Mei 2026, Archipelago Hotels Hadirkan Promo Time Out, Relax</title>
		<link>https://venuemagz.com/hotel/liburan-panjang-mei-2026-archipelago-hotels-hadirkan-promo-time-out-relax/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/hotel/liburan-panjang-mei-2026-archipelago-hotels-hadirkan-promo-time-out-relax/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 09:09:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Archipelago Hotels]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44756</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki pertengahan tahun 2026, Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara, resmi meluncurkan kampanye strategis “Time Out, Relax”. Program ini menawarkan diskon hingga 40% untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akomodasi selama tiga long weekend di Mei 2026: Hari Buruh Internasional (1 Mei), Kenaikan Yesus Kristus (29 Mei), dan Idul Adha (6 Juni). Promo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Memasuki pertengahan tahun 2026, Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara, resmi meluncurkan kampanye strategis “Time Out, Relax”. Program ini menawarkan diskon hingga 40% untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akomodasi selama tiga long weekend di Mei 2026: Hari Buruh Internasional (1 Mei), Kenaikan Yesus Kristus (29 Mei), dan Idul Adha (6 Juni). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Promo ini mencakup lebih dari 140 properti di seluruh Indonesia, mulai dari kota bisnis utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan hingga destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="889" height="533" src="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.jpg" alt="Kolam renang di Aston Anyer promo hotel Mei 2026 diskon hotel Indonesia long weekend hotel 2026 archipelago hotels promo staycation Mei 2026" class="wp-image-44757" srcset="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.jpg 889w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-300x180.jpg 300w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-768x460.jpg 768w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-701x420.jpg 701w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-150x90.jpg 150w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kolam-renang-di-Aston-Anyer-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-696x417.jpg 696w" sizes="(max-width: 889px) 100vw, 889px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">“Melalui ‘<em>Time Out, Relax’</em>, kami menghadirkan solusi perjalanan yang relevan dengan dinamika masyarakat yang praktis, fleksibel, dan tetap berkualitas. Kami ingin memastikan setiap tamu bisa beristirahat sejenak dengan harga yang sangat kompetitif di berbagai destinasi pilihan mereka,”ujarChris Legaspi, <em>Chief Commercial Officer</em> Archipelago Hotels.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Detail Program Time Out, Relax</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus fleksibilitas bagi tamu dalam merencanakan perjalanan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Diskon hingga 40% untuk seluruh pemesanan selama periode kampanye</li>



<li>Periode Pemesanan: 1 – 31 Mei 2026 (tersedia selama 24 jam sehari)</li>



<li>Periode Menginap: 1 Mei – 30 Juni 2026</li>



<li>Pilihan Paket: <em>Room Only </em>dan <em>Room with Breakfast</em></li>



<li>Cakupan Hotel: Lebih dari 140 unit hotel di seluruh Indonesia</li>



<li>Portofolio Brand: Aston, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, fave, dan Kamuela Villas</li>
</ul>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="800" height="533" src="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.jpg" alt="Kamar Deluxe Room di Alana Sentul promo hotel Mei 2026 diskon hotel Indonesia long weekend hotel 2026 archipelago hotels promo staycation Mei 2026" class="wp-image-44759" srcset="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.jpg 800w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-300x200.jpg 300w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-768x512.jpg 768w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-630x420.jpg 630w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-150x100.jpg 150w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Deluxe-Room-di-Alana-Sentul-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Penawaran ini tersedia secara eksklusif melalui kanal pemesanan langsung (<em>direct booking</em>) sehingga tamu dapat menikmati proses reservasi yang lebih praktis dan aman, sekaligus memperoleh penawaran terbaik melalui <a href="https://promotions.archipelagohotels.com/offers/timeout-relax?utm_source=venue_magz&amp;utm_medium=advertorial&amp;utm_campaign=timeout_relax&amp;utm_content=press_release" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>tautan berikut</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mendukung Pertumbuhan Pariwisata Nasional</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif “<em>Time Out, Relax”</em> juga sejalan dengan komitmen Archipelago Hotels dalam mendukung distribusi wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia. Dengan kehadiran properti di kota-kota sekunder seperti Makassar, Medan, dan Lombok, di samping destinasi utama seperti Bali dan Jakarta, kampanye ini diharapkan turut menggerakkan ekonomi lokal di luar pusat wisata yang sudah mapan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="800" height="533" src="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.png" alt="Kamar Premier Room di Harper Kuta promo hotel Mei 2026 diskon hotel Indonesia long weekend hotel 2026 archipelago hotels promo staycation Mei 2026" class="wp-image-44760" srcset="https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026.png 800w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-300x200.png 300w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-768x512.png 768w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-630x420.png 630w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-150x100.png 150w, https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/05/Kamar-Premier-Room-di-Harper-Kuta-promo-hotel-Mei-2026-diskon-hotel-Indonesia-long-weekend-hotel-2026-archipelago-hotels-promo-staycation-Mei-2026-696x464.png 696w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>
</div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/hotel/liburan-panjang-mei-2026-archipelago-hotels-hadirkan-promo-time-out-relax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Dekade IPOS: Dari Forum Kecil ke Simpul Strategis Industri Event Indonesia</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:13:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44654</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Di tengah dinamika industri event dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> — Di tengah dinamika industri <em>event</em> dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung tema <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya perayaan. Ini adalah penanda bahwa industri yang dulu berjalan sporadis, kini punya arah, jejaring, dan yang tak kalah penting adalah sejarah yang layak dicatat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“IPOS ke-10 menjadi catatan tersendiri buat kami karena perjalanan ke-10 itu episodenya, tapi perjalanan IPOS sebetulnya sudah yang ke-13 tahun, karena ada pandemi dan lain sebagainya, jadi ada tahun-tahun yang kita tidak buat <em>event</em>-nya,” ujar Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan menariknya, jika ditarik ke belakang, benang merah IPOS tak bisa dilepaskan dari satu entitas penting, yakni majalah <em>VENUE</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Dari Meja Redaksi ke Panggung Industri</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Volume 1 lahir pada 5 Desember 2013. Saat itu, ia bukan <em>event</em> besar seperti sekarang. IPOS hadir sebagai platform B2B dalam forum Indonesia MICE Outlook edisi ke-6 yang dikelola oleh majalah <em>VENUE</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, peran media bukan sekadar peliput. <em>VENUE</em> justru menjadi katalis yang menginisiasi ruang dialog yang mempertemukan pelaku industri dalam format yang lebih terstruktur dan berorientasi bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setahun berselang, IPOS Volume 2 (2014) mulai mencuri perhatian. Format B2B yang diusung terasa “baru” untuk industri <em>event</em> Indonesia saat itu. Tak berhenti di situ, pendekatan ini bahkan diperluas ke level regional lewat Jawa Tengah Meeting Industry Forum 2014.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di fase awal ini satu hal mulai terlihat jelas. IPOS bukan sekadar forum, tapi model interaksi baru dalam industri MICE.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertumbuh, Berpisah, dan Meluas</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2015 menjadi fase transisi. Kolaborasi antara IPOS dan majalah <em>VENUE</em> berakhir, namun platform ini tidak ikut berhenti. IPOS Volume 3 tetap berjalan dan disinergikan dengan Banten MICE Forum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru setelah itu, IPOS masuk ke fase ekspansi. Pada 2016, IPOS menembus panggung internasional. Untuk pertama kalinya, Kementerian Pariwisata RI memberikan kepercayaan kepada IPOS untuk terlibat dalam pengayaan konten <em>sales mission</em> di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Dari sini, langkahnya meluas ke berbagai kota: Sabah, Singapura, Penang, Danang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, hingga Kuala Lumpur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan cuma <em>outbound</em>. Di tahun yang sama, platform IPOS juga dipakai untuk <em>fam trip</em> ke Jakarta dan Bali—sekaligus menjadi embrio lahirnya forum internasional dengan pendekatan khas IPOS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Tahun-Tahun Agresif: Inovasi dan Segmentasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki 2017, IPOS Volume 4 hadir dengan gagasan besar “MICEtropolis”, yakni sebuah konsep yang mencoba menempatkan industri MICE sebagai bagian dari ekosistem kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun yang sama, IPOS menginisiasi <em>Meet at Bandung</em> (forum regional), meluncurkan forum B2B khusus pelaku usaha perempuan (ICM-ITM), dan memperluas <em>sales mission</em> ke berbagai negara Asia Tenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum ini berlanjut di 2018 lewat IPOS Forum 5, yang ikut memfasilitasi lahirnya Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO<strong>)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi internasional pun makin intens, termasuk <em>Meet at Malaysia</em> di Kuala Lumpur hingga kegiatan di Jepang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Validasi Negara dan Ekspansi Sektor</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Forum 6 pada tahun 2019 menjadi tonggak penting. Untuk pertama kalinya, forum ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengakuan ini bukan simbolik. Ia menegaskan bahwa IPOS telah naik kelas dari inisiatif komunitas menjadi bagian dari percakapan strategis nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun yang sama, IPOS juga masuk ke kawasan industri lewat <em>Meet at Jababeka</em>, membuka peluang baru bagi integrasi MICE dengan sektor industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertahan di Tengah Pandemi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2020 menguji semua lini industri <em>event</em>. Namun, IPOS tidak berhenti berinovasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka menghadirkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Indonesia Wedding Business Summit, forum B2B pertama untuk industri pernikahan,</li>



<li>Serta IPOS Baku Sapa, platform digital yang menjadi salah satu pionir forum B2B online di Indonesia saat pandemi.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kegiatan fisik sempat terhenti (terutama di 2022, akibat pandemi dan padatnya agenda G20), platform IPOS tetap hidup. Ia digunakan Kemenparekraf untuk berbagai program, mulai dari <em>sales mission</em> hingga pengembangan desa wisata di Jawa Barat dan DI Yogyakarta.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Kembali Offline dan Menjawab Tren</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Forum 8 di tahun 2023 menandai kembalinya aktivitas offline lewat tema <em>Baku Dapan</em>, yang fokus pada kesiapan SDM dan <em>link and match</em> industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setahun kemudian, IPOS Forum 9 (2024) mengangkat isu yang lebih global, <em>sustainability</em>. Lewat tema <em>Green Gathering</em>, IPOS bersama IVENDO mendorong lahirnya inisiatif Green EO, sejalan dengan tuntutan industri <em>event</em> dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di fase ini, IPOS tidak lagi sekadar mengikuti tren, ia mulai ikut membentuknya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Sempat Terhenti, Lalu Bangkit di Tahun ke-10</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2025, IPOS tidak diselenggarakan. Bukan karena kehilangan relevansi, tapi karena realitas: efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk <em>event</em>. Namun, 2026 menjadi titik balik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya, IPOS digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, rumah besar Kementerian Pariwisata. Sebuah simbol kuat bahwa industri ini kini berada dalam orbit kebijakan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tajuk <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya merayakan usia. Ia merayakan perjalanan panjang—dari forum kecil yang lahir dari inisiatif media, menjadi platform strategis yang memmengaruhi arah industri MICE Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Lebih dari Sekadar Event</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat perjalanan ini ada satu hal yang sulit dibantah, IPOS adalah bukti bahwa industri <em>event</em> Indonesia tidak tumbuh secara kebetulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dibentuk oleh kolaborasi antara media seperti majalah <em>VENUE</em>, komunitas pelaku industri, hingga pemerintah. Setiap fase punya perannya sendiri, dan setiap kolaborasi meninggalkan jejak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apa itu IPOS”, tapi “ke mana IPOS akan membawa industri ini berikutnya?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika satu dekade pertama adalah soal membangun fondasi, dekade berikutnya adalah soal memperluas dampak lebih global, lebih terukur, dan lebih berani. Dan seperti sejak awal, jawabannya kemungkinan besar akan tetap lahir dari satu hal yang sama, ruang temu yang bernama IPOS<strong>.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertarungan Tiga Raksasa Pameran Bahari</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 07:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Diving Resort Travel Expo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44632</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com – Jakarta di pengujung April 2026 berubah menjadi kiblat bagi para pencinta wisata bahari dan kelautan. Bayangkan saja, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, tiga raksasa pameran wisata bahari mengepung ibu kota. Ketiga pameran tersebut adalah Diving Resort Travel Expo di ICE BSD pada 17-19 April 2026, lalu Deep and Extreme Indonesia yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta, Venuemagz.com – Jakarta di pengujung April 2026 berubah menjadi kiblat bagi para pencinta wisata bahari dan kelautan. Bayangkan saja, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, tiga raksasa pameran wisata bahari mengepung ibu kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga pameran tersebut adalah Diving Resort Travel Expo di ICE BSD pada 17-19 April 2026, lalu Deep and Extreme Indonesia yang diselenggarakan di Hall B Jakarta International Convention Center pada 23-26 April 2026, serta Marine Action Expo yang diselenggarakan di Balai Kartini pada 24-26 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diadakannya ketiga pameran tersebut menandakan bahwa industri pameran Indonesia masih sangat sehat. Selain itu, Indonesia dengan populasi 280 juta jiwa juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pasar yang sangat kuat tidak hanya di tingkat domestik, tapi juga secara internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Surga bagi Pemburu Diskon, Efisiensi bagi Wisatawan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para pengunjung, terutama mereka yang terbang dari luar kota atau mancanegara, fenomena &#8220;pameran beruntun&#8221; ini adalah berkah efisiensi. Sekali mendayung, dua-tiga pameran terlampaui. Mereka bisa membandingkan harga regulator terbaru atau paket <em>liveaboard</em> di Raja Ampat dari satu aula ke aula lainnya dalam satu paket perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek samping yang paling manis tentu saja perang harga. Kedekatan lokasi memaksa para <em>exhibitor</em> untuk &#8220;berdarah-darah&#8221; memberikan promo, diskon gila-gilaan, hingga bonus tambahan. Logikanya sederhana: jangan sampai calon pembeli pindah ke pameran sebelah hanya karena beda harga tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kanibalisme Pengunjung dan Peserta</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik gemerlap lampu <em>booth</em>, ada mendung yang membayangi para peserta pameran. Penyelenggaraan yang terlalu mepet memicu risiko &#8220;kanibalisme&#8221; pengunjung. Dengan anggaran belanja yang terbatas, konsumen cenderung hanya memilih satu acara yang dianggap paling prestisius, meninggalkan pameran lainnya dengan lorong-lorong yang sepi. Imbasnya? Penjualan peserta pameran jauh dari kata maksimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <em>brand</em> besar, fenomena ini adalah dilema operasional. Ada semacam beban moral untuk hadir di ketiga titik sekaligus demi menjaga gengsi agar tidak dianggap &#8220;tenggelam&#8221; oleh kompetitor. Padahal, biaya sewa <em>booth</em>, mobilisasi SDM, dan logistik dalam periode yang sangat padat ini menguras kantong perusahaan cukup dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Antara Bisnis dan Etika</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat fenomena ini, Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum ASPERAPI, mengakui bahwa di ASPERAPI ada peraturan yang mengatur supaya <em>event organizer</em> tidak mengadakan <em>event</em> yang sama dan diadakan berdekatan. Tujuannya jelas, yaitu agar sesama penyelenggara acara tidak saling “memakan” di kategori yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tapi kita tidak bisa memaksakan, karena di mana-mana bisnis memang seperti itu,&#8221; ujar sosok yang akrab disapa Andre ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Andre, kunci utama dari hiruk-pikuk industri pameran ini bukanlah pelarangan, melainkan kesadaran kolektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang penting, etikanya dijaga. Dijarakin waktu penyelenggaraannya. Itu yang kita edukasi,&#8221; tutupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, bola panas ada di tangan penyelenggara. Apakah mereka akan terus beradu jadwal demi berebut pasar, atau mulai mengatur ritme agar industri bahari ini tetap bisa bernapas panjang tanpa harus saling menghadang?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/pertarungan-tiga-raksasa-pameran-bahari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Avtur Naik, Tiket Mahal, Bali Terancam, Berharap Kemenpar Bergerak</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/harga-avtur-naik-tiket-mahal-bali-terancam-berharap-kemenpar-bergerak/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/harga-avtur-naik-tiket-mahal-bali-terancam-berharap-kemenpar-bergerak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:30:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44569</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Kenaikan harga avtur global mulai menekan industri pariwisata nasional. Dampak paling cepat terasa adalah harga tiket pesawat yang ikut merangkak naik, memicu kekhawatiran bahwa Bali bisa kehilangan wisatawan, terutama turis mancanegara yang sangat sensitif terhadap biaya perjalanan. Di tengah situasi itu, pelaku usaha pariwisata di Bali melalui PHRI menyuarakan kekhawatiran mengenai mahalnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta, Venuemagz.com — Kenaikan harga avtur global mulai menekan industri pariwisata nasional. Dampak paling cepat terasa adalah harga tiket pesawat yang ikut merangkak naik, memicu kekhawatiran bahwa Bali bisa kehilangan wisatawan, terutama turis mancanegara yang sangat sensitif terhadap biaya perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi itu, pelaku usaha pariwisata di Bali melalui PHRI menyuarakan kekhawatiran mengenai mahalnya tiket akan membuat wisatawan menunda, mengurangi durasi tinggal, bahkan membatalkan perjalanan ke Pulau Dewata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini seharusnya menjadi alarm nasional. Sebab Bali bukan hanya destinasi utama, tetapi wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika harga tiket pesawat merangsek naik, wisatawan mulai berhitung. Sejumlah rute utama menunjukkan kenaikan signifikan. Misalnya rute Jakarta – Denpasar kini berada di kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,8 juta sekali jalan pada beberapa maskapai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara rute Jakarta – Medan bahkan menyentuh Rp1,6 juta hingga Rp2,8 juta, tergantung maskapai dan waktu keberangkatan. Angka ini cukup tinggi untuk pasar domestik, terutama bagi wisatawan keluarga atau rombongan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika biaya transportasi udara naik, wisatawan biasanya langsung menyesuaikan perilaku. Mereka memilih destinasi yang lebih dekat, menunda liburan, atau beralih ke negara lain yang menawarkan akses lebih murah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Bali, situasi ini berisiko menggerus daya saing di tengah ketatnya kompetisi regional dengan Thailand, Vietnam, dan Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Di Saat Industri Gelisah, Agenda Kemenpar Masih Seremonial?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, di tengah kekhawatiran soal tiket mahal dan ancaman penurunan wisatawan, agenda Kementerian Pariwisata justru masih didominasi kunjungan lapangan dan rapat koordinasi rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 19 April, Menteri Pariwisata tercatat berada di Bali untuk meninjau Bali Spirit Festival, agenda positif dari sisi promosi event dan wellness tourism.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari sebelumnya, 17 April, Menteri Pariwisata juga memimpin rapat koordinasi bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua agenda tersebut tentu penting. Namun publik bisa bertanya di tengah tekanan biaya perjalanan nasional, di mana langkah konkret kementerian untuk menyelamatkan demand wisata?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Industri Butuh Solusi, Bukan Hanya Aktivitas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah utama saat ini bukan kurangnya acara, melainkan mahalnya akses menuju destinasi. Pariwisata hidup dari mobilitas. Jika wisatawan kesulitan menjangkau destinasi karena tiket mahal, maka promosi sebesar apa pun akan sulit efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, Kementerian Pariwisata seharusnya mengambil peran strategis yang lebih terasa melalui kebijakan-kebijakan yang memihak, antara lain:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, mendorong koordinasi lintas kementerian dengan Kementerian Perhubungan, maskapai, dan BUMN terkait agar harga tiket ke destinasi prioritas lebih kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, menyiapkan stimulus promosi bersama maskapai penerbangan dan travel platform untuk menjaga minat perjalanan ke Bali, Danau Toba, Labuan Bajo, dan destinasi unggulan lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, memperkuat konektivitas internasional langsung agar wisatawan tidak terlalu bergantung pada transit di hub luar negeri seperti Dubai, Doha, atau Abu Dhabi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keempat, menghadirkan narasi kebijakan yang menenangkan pasar, bukan sekadar agenda kunjungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jangan Sampai Daerah Berjuang Sendiri</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat PHRI Bali sibuk menyusun strategi harga hotel dan promosi agar okupansi tetap terjaga, pemerintah pusat tidak bisa hanya menjadi penonton. Bali terlalu penting untuk dibiarkan menghadapi tekanan sendirian. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, hingga destinasi lain juga membutuhkan hal serupa, akses yang masuk akal dan kebijakan yang cepat. Jika kementerian hanya aktif di panggung seremoni sementara biaya menuju destinasi terus naik, Indonesia berisiko kehilangan momentum pemulihan wisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pariwisata bukan sekadar festival, rapat koordinasi, atau dokumentasi kunjungan menteri. Industri ini bergerak dari kursi pesawat yang terisi, hotel yang ramai, UMKM yang berjualan, dan tenaga kerja yang tetap terserap. Ketika tiket mahal dan wisatawan mulai berpikir ulang, negara seharusnya hadir lewat solusi yang konkret. Bukan hanya hadir di foto kegiatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/harga-avtur-naik-tiket-mahal-bali-terancam-berharap-kemenpar-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44569</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
