Aktivitas MICE Meningkat, Okupansi Hotel di Bali Diprediksi Berada Pada Level 60 Persen

Thursday, 14 April 22 Bonita Ningsih

Colliers Indonesia memprediksi tingkat hunian (okupansi) hotel-hotel yang ada di Bali akan terus meningkat pada tahun 2022. Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, menyebutkan okupansi hotel Bali akan berada di level 60 persen pada akhir tahun 2022 mendatang.

“Okupansi hotel di Bali pada tahun 2020 turun di bawah 20 persen, kemudian 2021 mulai ada peningkatan pada market domestik, dan akhir 2022 nanti akan semakin meningkat. Tentunya dengan beberapa asumsi-asumsi di dalamnya,” jelas Ferry. 

Menurutnya, okupansi hotel dapat meningkat karena adanya pelonggaran aturan perjalanan yang dibuat pemerintah. Tak hanya domestik, pemerintah juga telah membuka penerbangan internasional dari beberapa negara sehingga dapat memperkuat okupansi hotel di Bali.

BACA JUGA:   Colliers Indonesia Sebut Okupansi Hotel Mudah Diprediksi

“Dilihat dari data, April hingga Desember 2021 itu sudah mulai meningkat wisatawan yang masuk ke Bali. Walaupun ada penurunan di Februari 2022, tetapi, itu memang sudah menjadi pola setiap tahunnya,” ujarnya lagi.

Adanya pelonggaran karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri juga memberikan dampak positif bagi pariwisata Bali, khususnya tingkat hunian hotelnya. Ditambah dengan dihapuskannya aturan tes PCR semakin mempermudah wisatawan asing untuk masuk ke Bali.

BACA JUGA:   Adiwana Suweta Menjadi Hotel Baru Terfavorit di Dunia Versi Tripadvisor

“Memang salah satu penyebab turunnya okupansi beberapa waktu belakangan ini karena adanya batasan. Masalah karantina yang harus beberapa hari membuat para turis enggan masuk ke Bali karena menurut mereka karantina itu mengurangi waktu liburan mereka,” ucap Ferry.

Selain itu, meningkatkan aktivitas MICE di Bali juga akan membantu pertumbuhan okupansi hotel di wilayah tersebut. Pada tahun ini, pemerintah telah mempersiapkan serangkaian kegiatan MICE berskala internasional untuk digelar di Bali. Salah satunya adalah pagelaran akbar G20 yang dibalut dengan serangkaian acara di dalamnya.

BACA JUGA:   Conrad Bali Lakukan Renovasi Kura Kura Kids Club

“Semoga KTT G20 ini dapat terlaksana sesuai dengan rencana awal karena saat ini ada ketegangan dari beberapa negara dunia, termasuk Ukraina. Kalau ancaman tersebut bisa terjadi, prediksi kita akan berubah lagi untuk hotel-hotel di Bali,” katanya lagi.