Dukung Pelaksanaan G20, RedDoorz, Berikan Edukasi Kepada Wisatawan

Wednesday, 16 November 22 Bonita Ningsih

Dalam rangka menyukseskan perhelatan G20 pada 15-16 November 2022, RedDoorz, memberikan edukasi kepada wisatawan mancanegara dalam memilih layanan money changer berlisensi di Bali. Dalam hal ini,

platform akomodasi multi-brand di Asia Tenggara tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk pemberian edukasi.

Patricia Rose, General Manager RedDoorz Bali-Nusa Tenggara, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengalaman para wisatawan yang berkunjung ke Bali berlangsung aman dan menyenangkan. Lebih dari itu, edukasi tersebut diharapkan dapat mengurangi resiko penipuan yang dapat merugikan wisatawan.

BACA JUGA:   The Papandayan Laksanakan PCR Swab Test Bagi Mitra Kerja dan Keluarga

Ia bercerita, beberapa waktu lalu terdapat kasus penipuan di money changer tak terdaftar yang dialami oleh turis asal Australia saat berkunjung ke Legian Bali. Turis tersebut mengalami kerugian hingga Rp2,2 juta sehingga memberikan rasa tidak nyaman saat berada di Bali.

“Mengetahui hal tersebut, RedDoorz dengan BI Provinsi Bali membantu menyebarkan informasi terkait money changer berlisensi, agar pengalaman wisatawan dan pengunjung di Bali lebih nyaman dan aman,” ucapnya.

BACA JUGA:   Swiss-Belcourt Lombok Hadir Perdana di Lombok

Pelaksanaan edukasi dilakukan di properti RedDoorz provinsi Bali dan langsung disampaikan oleh pihak Bank Indonesia Provinsi Bali. Di sini, pihak BI menjelaskan bagaimana cara mengenali money changer yang tidak berlisensi. Caranya adalah dengan memindai barcode yang tersedia untuk melihat dan memilih layanan money changer berlisensi di Bali.

Tak hanya mendukung pelaksanaan G20, RedDoorz, juga berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya dalam mempercepat pemulihan industri pariwisata di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan berbagai kolaborasi strategis yang dapat membuka semua pintu peluang, tidak hanya masyarakat yang ingin bepergian, tetapi juga para pelaku industri pariwisata.