Grand Sahid Sediakan Penginapan bagi Tenaga Medis di Lima Kota

Saturday, 18 April 20 Harry Purnama

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya memfasilitasi kebutuhan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, salah satunya dengan menyediakan fasilitas penginapan yang terbaik.
Untuk itu, pada 17 April Kemenparekraf telah menjalin kerja sama dengan Grand Sahid Hotel Jakarta untuk menyediakan penginapan bagi tenaga medis dari rumah sakit Pelni yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Saat meninjau langsung kesiapan Grand Sahid Hotel Jakarta, Menparekraf Wishnutama mengatakan, “Kita terus bahu-membahu menyediakan fasilitas dan akomodasi ini, tapi dengan kesiapan dan persyaratan yang harus dipenuhi pihak hotel,” kata Wishnutama.

Hariyadi Sukamdani, Direktur Utama Grand Sahid, mengatakan, pihaknya menjalankan Standard Operational Procedure (SOP) yang berkaitan dengan pelayanan tamu sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan terkait penanganan COVID-19, di antaranya penyemprotan disinfektan secara rutin terutama di pintu masuk hotel, kegiatan sanitasi, pengaturan physical distancing di seluruh area hotel termasuk penggunaan lift, meminimalkan interaksi pelayanan secara langsung, dan langkah-langkah lainnya yang telah direkomendasikan Kementerian Kesehatan.

Seluruh tenaga medis yang menginap dan para karyawan hotel akan melewati beberapa protokol kesehatan seperti cek suhu badan dan pemakaian alat pelindung diri sebagai bentuk tahapan wajib dalam mengantisipasi penularan COVID-19.

“Pihak hotel melaksanakan SOP khusus dalam menjalankan tugas sehari-harinya baik di bagian yang bertemu langsung atau tidak langsung dengan seluruh tenaga medis, misalnya SOP di housekeeping dari prosedur sanitasi, frekuensi pembersihan, hingga pemberian ekstra amenities,” kata Hariyadi Sukamdani.

Dalam kerja sama ini Grand Sahid Hotel menyiapkan 220 kamar, dan 60 di antaranya akan digunakan oleh 100 tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pelni. Selain akomodasi, juga disiapkan makan tiga kali sehari dan fasilitas penatu.

Hariyadi menambahkan, selain di Jakarta, pihaknya juga menyiapkan hotel sebagai lokasi menginap tenaga kesehatan di Ternate, Morotai, Yogyakarta, dan Cikarang.


“Kami mempersiapkan sesuai kebutuhan karena yang di Ternate dan Morotai memenuhi standar untuk siap menerima tim medis, termasuk Cikarang yang minggu depan sudah menerima tim medis,” kata Hariyadi.


Wishnutama menambahkan, Kemenparekraf telah melakukan realokasi anggaran Rp500 miliar, salah satunya untuk menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan yang disesuaikan dengan permintaan kebutuhan dari rumah sakit.


“Hingga saat ini terdapat 1.725 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata, yakni perhotelan, termasuk staf dan pekerja di dalamnya,” kata Wishnutama.