Hotel Terbesar di Kalimantan Resmi Beroperasi

Wednesday, 02 October 19 Harry Purnama
M Bahalap Hotel Palangkaraya

Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan hotel terbesar di Kalimantan, yakni M Bahalap Hotel Palangkaraya yang diharapkan menjadi faktor pendukung bagi Palangkaraya untuk menjadi destinasi MICE unggulan di Kalimantan Tengah.

Peresmian hotel yang berlokasi di Jalan RTA Milono Km 1.3, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, itu dilaksanakan pada 1 Oktober 2019. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menpar Arief Yahya disaksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Dirut PT Harapan Agung Bersama (pengelola) Agus Ramli, GM Hotel M Bahalap Harry Saptadi, serta Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran.

Arief Yahya mengapresiasi kehadiran M Bahalap Hotel Palangkaraya sebagai bagian unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) utama dalam mendukung kemajuan kepariwisataan Kalteng. “Kalteng layak menjadi destinasi pariwisata utama kelas dunia karena memiliki Taman Nasional Tanjung Puting sebagai pusat konservasi orangutan terbesar dan telah mendunia. Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke sana tahun ini diproyeksikan mencapai 100.000 wisman,” kata Arief Yahya.

Harry Saptadi, GM Hotel M Bahalap, mengatakan, M Bahalap Hotel Palangkaraya dibangun oleh investor lokal selama lima tahun dan baru melakukan soft opening sekitar Mei 2019.

M Bahalap Hotel Palangkaraya memiliki 227 kamar dan ballroom berkapasitas 3.500 orang yang menjadikannya hotel terbesar di Kalimantan. “M Bahalap Hotel Palangkaraya mempunyai Seruyan Grand Ballroom dan 10 ruang meeting masing-masing berkapasitas 50-350 orang, sangat ideal untuk kegiatan MICE. Kami berharap Palangkaraya ke depan menjadi salah satu destinasi MICE utama di Kalimantan,” kata Harry Saptadi.

Harry Saptadi menjelaskan, posisi hotel berada di lokasi yang sangat strategis, yakni hanya 10 menit dari Bandara Tjilik Riwut, 10 menit ke pusat kota Palangkaraya, serta obyek wisata Susur Sungai Kahayan yang membelah Kota Palangkaraya dan menjadi ikon pariwisata Kalteng.

Hotel yang mengedepankan ornamen seni khas Dayak tersebut memiliki berbagai tipe kamar, meliputi Deluxe dan Suite, serta sejumlah fasilitas penunjang, seperti Seruyan Grand Ballroom, 10 ruang meeting, Kuala Resto, Segintung Sky Lounge, gym, spa, kolam renang, dan areal parkir dengan kapasitas 350 kendaraan.

Sekda Fahrizal Fitri berharap dengan adanya fasilitas akomodasi yang memadai ke depan akan banyak kegiatan konvensi, pertemuan, maupun pameran tingkat nasional dapat diselenggarakan di Palangkaraya. “Palangkaraya layak menjadi destinasi MICE unggulan,” kata Fahrizal Fitri.