Inaya Putri Bali Siap Terima Wisatawan Kembali

Thursday, 11 June 20 Bonita Ningsih
Inaya Putri Bali

Rencana pemerintah menjadikan Bali sebagai pilot destination program CHS (Cleanliness, Health, dan Safety) disambut baik oleh pelaku pariwisata di sana. Sejumlah hotel dan resor yang berada di kawasan wisata Nusa Dua mengaku siap untuk menjalankan program CHS pemerintah dalam menyambut era new normal.

Protokol kesehatan akan diterapkan oleh masing-masing hotel, salah satunya yang dilakukan oleh Inaya Putri Bali yang berada di kawasan wisata Nusa Dua.

I Made Merta, General Manager Inaya Putri Bali, mengatakan, saat ini pihaknya sudah siap kembali menerima wisatawan yang akan berkunjung ke hotelnya, tentunya dengan menerapkan program CHS yang berlaku untuk semua orang yang masuk ke area hotel.

Pelaksanaan protokol ini akan dilakukan mulai dari depan pintu masuk dengan mengecek seluruh area mobil. Setelahnya, petugas keamanan hotel akan melakukan pengecekan suhu tubuh calon tamu hotel menggunakan thermo gun, kemudian diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan.

Security yang bertugas di depan pintu masuk akan mengenakan alat pelindung diri seperti face shield, gloves, dan masker,” ujarnya.

Made Merta menambahkan, bagi tamu yang kedapatan memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat, akan mendapatkan perhatian khusus dan ditindak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, bagi tamu yang memiliki suhu tubuh normal, akan diarahkan menuju lobi untuk melakukan check in dan mengikuti prosedur lainnya yang telah ditetapkan.

Patrisia Wikan, Marketing Communication Manager Inaya Putri Bali, mengatakan, menuju era new normal akan banyak protokol yang diterapkan di hotelnya. Pihaknya telah membuat dan mengimplementasikan standar protokol kesehatan yang sehat bagi seluruh staf dan tamu hotel.

 “Jadi, pemeriksaan suhu tubuh ini tidak hanya berlaku bagi tamu hotel saja, tetapi juga bagi seluruh staf hotel. Pengecekan ini wajib dilakukan sebelum memasuki area hotel,” ungkap Wikan.

 Tamu yang sudah berada di lobi juga akan mendapatkan protokol kesehatan lainnya berupa penyemprotan barang bawaan dengan disinfektan, serta diarahkan cuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum melakukan check in. Setiap tamu yang check in juga akan diatur jaraknya sebagai salah satu cara menerapkan social distancing yang dianjurkan pemerintah.

“Tempat umum lainnya seperti lobi dan restoran juga akan kita atur tempat duduknya. Nantinya, sudah ada floor marking juga untuk mengatur tamu dalam menerapkan physical distancing,” ucapnya lagi.

Selanjutnya, pihak hotel juga akan melakukan pembersihan kamar secara berkala dengan menggunakan cairan disinfektan. Tak hanya kamar, fasilitas umum lainnya yang sering digunakan para tamu juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara reguler.

Perlengkapan di dalam kamar yang biasanya hanya berupa alat mandi, kopi, teh, dan air mineral kini akan ditambahkan dengan masker bedah dua buah dan hand sanitizer. Pihak hotel juga tidak menyediakan prasmanan untuk menu sarapan, namun diganti dengan makanan ala carte yang diantar langsung ke masing-masing kamar.

“Semua ini tergantung tingkat huniannya. Kalau sekiranya tingkat hunian kamar tidak terlalu tinggi dan bisa di-cover oleh staf kita, tamu bisa menikmati sarapan di dalam kamar,” dia menambahkan.

Namun, bagi tamu yang ingin sarapan di restoran masih diperbolehkan dengan menaati protokol yang telah ditetapkan, beberapa di antaranya ialah tetap jaga jarak di dalam restoran dan menikmati sarapan dengan menu ala carte.

“Kami akan mengurangi kapasitas orang yang akan datang ke restoran agar tetap jaga jarak. Selain itu, kapasitas meeting room juga akan dikurangi dari kapasitas di kondisi normal,” kata Wikan.

Saat ini, hunian kamar di Inaya Putri Bali masih berkisar 3 hingga 4 persen saja dari 455 jumlah kamar yang tersedia.