Enam Tips Terhindar Penipuan Belanja Online

Tuesday, 29 June 21 Venue

Belanja online bukan suatu yang asing lagi buat masyarakat, terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Alhasil, masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan teknologi internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kegiatan berbelanja.

Berbagai website atau aplikasi online yang memfasilitasi masyarakat untuk menjual dan membeli produk pun telah tersedia beraneka ragam. Namun sayangnya, ada sebagian masyarakat yang masih kurang teliti sehingga kerap kali dirugikan atau bahkan tertipu dalam berbelanja secara secara daring.

A A Ngr Bagus Aristayudha, Relawan TIK Provinsi Bali, Bisnis Digital Lecture & Digital Consulting, mengatakan, seharusnya konsumen lebih cerdas dalam melakukan transaksi pembelian secara daring di tengah pandemi Covid-19 sehingga konsumen terhindar dari tindak penipuan yang kian marak dilakukan oknum penjual online.

BACA JUGA:   Menghadapi Kesenjangan Transformasi Digital

“Akibat pandemi ini pola perilaku konsumen bergeser melalui sistem digital. Tapi pengaduan atas penipuan kami cukup banyak. Maka konsumen harus cerdas dalam melakukan transaksi secara online,” ujar Bagus dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (24/6/2021).

Bagus mengatakan, setidaknya ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjadi konsumen cerdas dalam melakukan transaksi pembelian secara daring. Pertama, teliti dalam melakukan pembelian online.

Kedua, memilih online shop yang tepercaya.

Ketiga, cek profil penjual. “Seperti perhatikan rating penjualan dan pastikan apakah sudah masuk dalam yang direkomendasikan e-commerce,” paparnya.

BACA JUGA:   Ini Dia Netiket Yang Perlu Kalian Kuasai

Keempat, melihat komentar konsumen sebelumnya. “Ini penting sebagai suatu referensi sebelum melakukan transaksi,” ucapnya.

Kelima, memerhatikan barang yang dijual, antara lain dengan membaca secara detail atas deskripsi produk yang disajikan penjual.

Keenam, memerhatikan harga barang yang dijual.  “Yakni konsumen tidak boleh terjebak atas diskon dengan nilai terlalu tinggi,” ujarnya. Ia juga mengimbau, konsumen untuk berani melapor apabila merasa dirugikan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Belajar Copywriting Dari Media Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).