Melindungi Privasi Anak di Ranah Digital

Wednesday, 22 September 21 Venue
Edu Gears Exhibition

Sebagian besar anak sudah memakai internet secara massif di era serba digital saat ini. Dikutip dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komnifo),  pengguna internet berusia 15-40 tahun mencapai 68%. Sedangkan di usia 15 tahun sebanyak 10%.

“Oleh karena itu sangat penting melindungi privasi anak yang biasanya acuh soal privasi,” kata Rahmat Ika Pakih, Owner Anita Souvenir, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa timur, Selasa (21/9/2021).

Menurut dia, gencarnya konsumsi internet pada anak usia di dasar 15 hingga 40 tahun mendesak gerakan yang wajib sanggup tingkatkan pengawasan orangtua terhadap anaknya. Apalagi di tengah suasana seperti ini, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu online semacam mencari data seputar tugas sekolah, menghubungi sahabat ,serta memandang konten yang mengasyikkan.

Anita mengatakan, bagi riset yang diterbitkan oleh Kominfo, ditemui isu pribadi yang menciptakan kalau banyak anak serta anak muda yang membagikan data individu semacam alamat rumah, no telepon serta alamat sekolah.

Selain itu, kata dia, mengunggah gambar anak di media online bisa meninggalkan jejak digital yang lama serta susah dihapus. “Akibat dari perihal tersebut, privasi anak bisa dicuri, mungkin diskriminasi serta pelanggaran terhadap kerahasiaan.”

Menurutnya, terdapat beberapa kiat pribadi untuk orangtua agar melindungi privasi anak serta meningkatkan pengawasan terhadap anak, di antaranya:

  • Mengawali Obrolan Privasi
BACA JUGA:   Enam Alasan Perlu Pengetahuan dan Keterampilan Digital

Orangtua wajib melaksanakan pembicaraan tentang pribadi mereka semacam menerangkan kepada kanak-kanak, serta memberi tahu suatu yang mencurigakan kepada orang tua. Contohnya, apabila terdapat orang yang tidak tahu menghubungi mereka, ataupun menerima pemberitahuan yang mencurigakan. Orangtua pula wajib menerangkan data individu apa saja yang tidak boleh mereka bagikan kepada orang lain dengan sembarangan, yang mencakup nama lengkap, sekolah, bertepatan pada lahir, alamat rumah, serta nomor telepon anak.

  • Turut Terlibat Melindungi Privasi Anak

Buat tingkatkan pengawasan, orangtua butuh ikut serta di dalam area digital yang terus tumbuh. Salah satunya dengan menunjang serta menasihati anak-anak tentang pertumbuhan teknologi yang mereka pakai. Turut bergabung serta berdialog secara langsung bila timbul kekhawatiran.

  • Sesuaikan Pengaturan Privasi Anak

Pengaturan pribadi tersebut berarti buat orang-orang dari seluruh umur, sebab data individu kerapkali dikumpulkan dengan metode yang tidak kita pikirkan tadinya. Kontrol orangtua sangat diperlukan buat membenarkan kalau kanak-kanak mengendalikan data individu yang dikumpulkan webcam, mikrofon, serta cookie, dan yang dikumpulkan oleh web website, aplikasi, dan permainan serta fitur lunak berbasis internet. Pengaturan pribadi bisa disesuaikan dengan pengaturan pribadi di account media sosial anak, sehingga cuma sahabat mereka yang bisa memandang gambar, pembaruan, serta data mereka.

  • Biasakan Menggunakan Aplikasi Sandi
BACA JUGA:   Strategi Menghasilkan Uang dari Game Online

Aplikasi sandi yang baik ialah langkah pengamanan berarti buat melindungi data individu. Butuh ditekankan kepada anak-anak kalau aplikasi sandi tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, paling utama di dunia digital.

  • Diskusikan Jejak Digital atau History

Kenaikan konektivitas dengan sahabat di media sosial memperkenalkan beberapa khasiat serta kesempatan untuk anak-anak. Namun anak butuh diberitahu jejak digital mereka hendak bertahan selamanya. Orangtua wajib membekali uraian kalau tiap konten yang mereka konsumsi, bagikan, unggah serta download meninggalkan jejak digital. Prinsip ini mencakup; di kala anak berhubungan dengan orang yang mereka tahu, mereka wajib memohon izin dikala memberikan data individu menimpa sahabat ataupun orang yang mereka tahu.

  • Ajari Anak Berpikir Sebelum Membagikan Data

Tujuan ini untuk memberitahukan kepada anak data apa saja yang boleh dibagikan dan kepada siapa saja data tersebut boleh dibagi. Data atau privasi Anak harus dijaga sekaligus untuk membiasakan diri. Mungkin saat ini masih belum tahu informasi tersebut boleh disebar atau tidak, mereka biasanya juga mengatakan hal dengan sebenar-benarnya.

  • Dorong Pemakaian Gawai yang Nyaman & Cerdas

Orangtua mengunci fitur seluler anak-anak. Perihal ini pula mengarahkan anak kalau dengan gampang seorang bisa mengakses data yang dipunyai anak, mulai dari account media sosial atau aplikasi chat sampai gambar individu data privasi anak juga bisa diakses dengan mudah.

  • Waspadai Iklan Online
BACA JUGA:   Lindungi Data Pribadi Sebelum Disalahgunakan di Media Sosial

Iklan online mempunyai banyak wujud, tercantum pemasaran lewat iklan online yang bisa meretas profil rinci kanak-kanak. Oleh sebab itu, berarti buat mengelola serta mengendalikan cookie serta pemakaian add-on dan adblocker. Ini ialah perlengkapan bagus yang bisa digunakan untuk meminimalisir anak terpapar konten yang belum sepantasnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).