Membangun Budaya Digital

Friday, 05 November 21 Venue

Masyarakat harus dapat melakukan hal-hal seperti terkait dengan pola pikir yang perlu di perhatikan dalam membangun budaya digital. Menurut Ramlan Gumilar, Direktur Lembaga Pelatihan Kerja Bina Gatara Muda, hal pertama yaitu partisipasi, bagaimana masyarakat berpartisipasi memberikan kontribusi untuk tujuan bersama.

“Jika tidak ada partisipasi, tidak akan terciptanya sebuah kebersamaan. Tentunya tidak akan terwujud apa yang menjadi sebuah kemajuan dari globalisasi itu sendiri,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (03/11/2021).

Dihubungkan dengan digitalisasi dengan kemajuan itu, kata dia, dapat disambut dengan budaya partisipasi masyarakatnya. “Maka tidak akan berbanding lurus manfaat yang dihasilkan,” ujarnya

BACA JUGA:   Antisipasi Ancaman Bahaya, Begini Mendidik Anak di Era Digital

Selanjutnya, menurut Ramlan, yaitu remediation, bagaimana mengubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat. “Tentu adanya perubahan di kemajuan digital itu akan mengubah kebudayaan yang memang sebelumnya sudah ada.”

Ramlan mengatakan, pertanyaan di banyak orang, bagaimana mengubah kebudayaan yang sebelumnya sudah ada dengan menghasilkan kemanfaatan. Bukan malah menghasilkan hal-hal negatif.

Kemudahan akses teknologi dan informasi oleh anak-anak sekolah ataupun remaja-remaja harus dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan mereka. Seperti, mudahnya mengakses hal-hal yang bersifat negatif, membagikan hoaks, dan juga melakukan provokasi jika ada isu sensitif.

Kemudian, lanjut Ramlan, bricolage atau bagaimana memanfaatkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya untuk membantu hal yang baru. “Hal yang sudah ada dimodifikasi untuk semakin dimanfaatkan keberadaannya bukan berarti harus dihilangkan jika memang itu masih diperlukan.”

BACA JUGA:   Agar Tak Terpuruk, Atur Keuangan di Era New Normal

Dia mencontohkan, bagaimana kita bisa lebih mempercepat pesan untuk disampaikan kepada apa yang dituju. Terkait pesan untuk pelayanan terkait untuk disdukcapil ataupun untuk pelayanan publik dari pemerintah desa, kabupaten atau pun pemerintah secara umum terkait pelayanan kepada masyarakat.

Jadi, menurut Ramlan, adanya akses internet dapat membantu pelayanan yang menembus antrian ataupun tidak perlu bertatap muka tetapi dapat lebih cepat dengan sistem yang lebih diefisienkan, efektif, dan lebih diperbaiki lagi untuk kelancaran administrasi masyarakat.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Agar Anak Tak Terjerumus Dampak Negatif Internet

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).