Membuat Konten Sehat di Internet

Tuesday, 13 July 21 Venue

Internet sangat luas dan memiliki beragam jenis konten. Sama seperti makanan, pilihan konten di internet ada yang sehat dan tidak, baik dan buruk. Kedua pilihan konten di internet tentu saja memiliki risiko masing-masing.

“Kategori konten yang sehat di internet itu ada berita yang sudah terverifikasi, video berisi kebaikan bersama, dan konten yang menginspirasi penontonnya,” kata Ratna Winahyu Utami, Produser & Penyiar di Radio Kosmonita Malang), dalam Webinar di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/7/2021).

Kita, kata Ratna, bisa membuat konten internet yang sehat dan positif serta baik untuk siapapun yang mengonsumsi konten tersebut. “Semua balik lagi kepada hati nurani kita apakah ingin menyajikan konten yang ramai sesaat karena menguntungkan kita atau sebaliknya, memberikan konten yang baik dan bertahan lama,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pengawasan Tepat, Anak Selamat

Menurutnya, internet sehat membutuhkan otak yang sehat dan hati yang baik. “Mau secanggih apapun, nanti akan ada aplikasi-aplikasi yang luar biasa. Kalau sekarang mungkin sangat tergantung sama Instagram atau TikTok. Tahun depan kita enggak tahu bakal ketemu aplikasi apa yang kita tidak bisa menolak untuk menggunakannya,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut dia, otak yang sehat dan hati yang baik adalah tugas penggunanya. Pemanfaatan internet sehat dapat dilakukan dengan berbisnis online, belajar financial planning, menonton tutorial sesuai dengan hobi dan minat, dan mengembangkan diri untuk lebih baik. Ratna menyampaikan bahwa internet bukanlah segalanya, tetapi segalanya ada di internet.

BACA JUGA:   Jaga Data dari Kejahatan Dunia Maya

Saat ini, masyarakat banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan internet. Di internet, platform digital yang menjadi favorit banyak orang masih dipegang media sosial. Kemudian dilanjutkan messenger, game online, belanja online, dan aplikasi finansial (dompet digital dan investasi). Pada masa pandemi, belanja online menjadi alternatif untuk mengurangi kontak fisik dan memunculkan gaya belanja yang baru.

Pemanfaatan internet yang tidak sehat memberi dampak negatif bagi penggunanya. Dampak tersebut di antaranya kecanduan internet, perjudian, penjualan data, pornografi, dan bullying.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Perkembangan Digital Membuat Pendidikan Merata

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).