Milenial Senang Lakukan Digital Payment, Ini Kelebihannya

Saturday, 20 November 21 Venue

Transaksi cashless alias non-tunai belum sepenuhnya diadopsi banyak orang meskipun praktis. Menurut Yo Florensia Oriscayati, Owner Orca Group, tak sedikit yang merasa kurang nyaman pergi ke mana-mana tanpa membawa uang tunai.

“Generasi milenial justru sebaliknya. Mereka lebih senang melakukan digital payment ketimbang pembayaran secara konvensional,” kata dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021).

Florensia mengatakan, terdapat beberapa alasan kelebihan digital payment dibanding transaksi umum, di antaranya:

  • Kontrol pengeluaran

Digital payment akan semakin memudahkan dalam mengelola keuangan. Semua nominal belanja bisa langsung dilacak melalui laporan tagihan. Bandingkan dengan transaksi konvensional yang menggunakan pembayaran tunai. Apalagi jika sampai lupa jumlah tagihan yang baru dibayarkan. Bisa-bisa rencana keuangan yang sudah disusun rapi jadi berantakan.

  • Terhindar dari kejahatan

Selalu ada risiko tinggi ketika membawa uang tunai dalam jumlah besar. Jika sedang berada di tempat ramai, berpotensi mengundang perhatian pelaku tindak kriminal. Copet atau pencuri misalnya. Dari sisi ini, transaksi cashless akan jauh lebih aman. Andai kartu kredit hilang atau dicuri, cukup menelepon pihak bank untuk melakukan pemblokiran. Dana tetap aman tak tersentuh dari tangan-tangan pihak tak bertanggung jawab.

  • Meminimalisir kerugian
BACA JUGA:   Penggunaan TIK, Ini Dampak Negatifnya

Bayangkan saja jika membawa uang tunai dalam jumlah besar saat liburan dan tiba-tiba uang tersebut raib. Seluruh rencana perjalanan bakal berantakan. Fokus serta tenaga bakal terkuras untuk mencari uang hilang tersebut. Semuanya takkan terjadi jika membawa alat pembayaran digital, seperti kartu kredit atau debit. Kamu juga bakal bebas dari rasa was-was berlebihan, yang sering dirasakan ketika membawa uang tunai lumayan banyak.

  • Semakin mudah dengan e-wallet

Kehadiran e-wallet atau dompet elektronik semakin memudahkan kamu dalam melunasi tagihan maupun berbelanja. Apalagi belakangan beberapa penyedia jasa e-wallet gencar melakukan promo dengan memberi diskon atau potongan harga khusus. Selain praktis, juga bisa mengisi saldo e-wallet via ATM, gerai minimarket, maupun Internet Banking. Tidak perlu lagi membawa dompet tebal dengan banyak uang tunai di dalamnya.

  • Luar biasa praktis
BACA JUGA:   Menjaga Jejak Digital Tetap Bersih

Kepraktisan jadi salah satu keunggulan utama digital payment yang disukai kaum milenial. Cukup gesek kartu atau scan QR lalu masukkan nomor PIN, transaksi bakal lunas dalam hitungan detik. Sama sekali tidak repot atau makan waktu. Bayangkan jika membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Selain membuat dompet tebal, akan terasa lebih repot ketika bertransaksi. Tentunya bakal sangat tidak praktis, terutama jika sedang liburan atau jalan-jalan.

  • Banyak merchant khusus

Saat ini sudah ada banyak merchant atau gerai yang menerima pembayaran non-tunai alias cashless. Cukup bermodal kartu kredit atau debit, transaksi bisa dilunasi dalam waktu singkat. Kamu juga tidak perlu antre terlalu lama untuk menunggu transaksi selesai. Waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain. Terutama jika sedang liburan, tentu tak ingin momen berharga dihabiskan hanya untuk antre membayar.

  • Promo cashless

Siapa sih, yang tidak tergiur penawaran potongan harga. Keuntungan tersebut bisa kalian dapatkan dengan memanfaatkan beragam promo pembayaran cashless. Selain diskon, promo ini biasanya juga hadir dalam bentuk poin atau penawaran belanja menarik. Budget pun bisa lebih dihemat dari biasanya.

BACA JUGA:   Tingkatkan Literasi Digital Untuk Mengetahui Investasi Bodong

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).