Sigap Bijak Bertransaksi Online

Thursday, 16 September 21 Venue

Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai membuat kegiatan belanja online menjadi melonjak. Orang tidak lagi datang ke merchant offline atau ke pedagang karena kalau bisa tidak perlu keluar rumah.

“Karenanya ini bisa jadi peluang besar bagi siapapun, untuk menjual apapun di manapun secara digital,” kata Ariefika Listya S.Sn.M.Ds, Dosen Program Studi Design Komunikasi Visual Universitas Indraprasta PGRI dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (16/9/2021).

Ariefika mengatakan, belanja online yang penting harus aman. “Aman apa saja yaitu aman data pribadi, aman pembayaran, dan aman produknya sesuai dan sampai,” ujar dia.

Beberapa tempat yang dapat dikunjungi untuk berbelanja online, kata dia, yaitu via marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan lainnya. “Juga via e-commerce yaitu website resmi dari produk yang ingin kita beli juga melalui online shop alias toko di dalam media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Ariefika menuturkan, semua toko digital ini tentunya memiliki kelemahan. “Karena itu kita yang harus sigap dan bijak dalam bertransaksi.” Menurutnya, terdapat beberapa tips yang dapat digunakan agar aman saat belanja online, di antaranya:

  • Periksa reputasi toko
BACA JUGA:   Anak Terpapar Gawai Dalam Waktu Panjang, Ini Efek Buruknya

Ini penting karena kita bisa tahu apakah ini termasuk toko yang trusted (dipercaya) atau tidak? Selanjutnya bisa menjadi penentu kita belanja di sana atau tidak.

  • Baca kebijakan toko maupun online store

Dicek dulu semua ketentuan yang ada di dalam toko digital tersebut. Atau biasanya toko di dalam marketplace sering menuliskannya detail dalam deskripsi. Siapa tahu mereka punya kebijakan dalam pengembalian barang, penyampaian pesanan, dan sebagainya.

  • Teliti membaca informasi maupun review produk

Ini juga merupakan hal yang penting karena review biasanya berasal dari pembeli sebelum kita. Di marketplace, review buruk tidak bisa dihapus oleh sellernya sehingga siapapun bisa melihat. Jadikan referensi dan cek ulang ketika membeli.

  • Jangan memberikan PIN maupun OTP

PIN dan OTP (One Time Password) adalah hal yang harus dijaga dan tidak seharusnya dibagikan pada siapapun. Juga data kartu kredit harus dijaga. Jangan memberikan tanggal berlaku kartu kredit dan CVV (tiga angka di belakang kartu) kepada orang lain. Hati-hati dalam memberikan data tersebut saat bertransaksi.

  • Unboxing dengan video sebagai bukti kondisi produk
BACA JUGA:   Tingkatkan Brand Awareness dengan Strategi Pemasaran Konten

Tanpa bukti unboxing biasanya kita tidak lagi bisa mengklaim jika barang tersebut tidak sesuai. Standarnya setiap penjual online selalu meminta bukti unboxing untuk mengajukan klaim.

  • Ganti password berkala.

Jangan pernah menyimpan password atau mengirimkan kepada orang lain via chat atau apapun. Menggantinya secara berkala juga penting. Gunakan kombinasi kode yang unik bukan pasaran.

  • Jangan menggunakan Wi-fi publik, jangan gunakan device publik

Ini juga penting sekali. Sebaiknya untuk bertransaksi apapun yang berhubungan dengan uang gunakan ponsel milik sendiri. Apalagi perangkat publik seperti komputer di warnet atau kafe.

  • Log Out setelah bertransaksi

Ini juga berlaku ketika melakukan transaksi dengan device milik orang lain, atapun Wi-fi publik.

  • Aktifkan dan cek notifikasi transaksi
BACA JUGA:   Aneka Penggunaan Teknologi Oleh Masyarakat Digital

Aktifkan melalui email atau SMS agar dapat mengetahui history transaksi. Sehingga jika tiba-tiba ada transaksi yang tidak kita lakukan, bisa dengan cepat terdeteksi.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).