Tak Bisa Diabaikan, Ini Dampak Negatif Dari TIK

Saturday, 28 August 21 Venue
Literasi Digital

Kecanggihan teknologi, informasi, dan komunikasi di era digital telah menciptakan berbagai perubahan yang dirasakan masyakarat, sehingga memberikan dampak positif maupun negatif. Menurut Rona Merita, Dosen Ilmu Hukum Program Studi Hukum Tata Negara Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk, hampir setiap aspek kehidupan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“TIK membantu menghemat waktu, biaya, dan masih banyak lagi. Namun, TIK memiliki kekurangan dan dampak negatif yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021).

Menurut Rona, dampak negatif dari penggunaan TIK itu di antaranya:

  • Keamanan data

Teknologi informasi dan komunikasi bekerja dengan menghimpun sejumlah besar data dan menyimpannya dalam satu tempat. Ini bisa berupa informasi pribadi mengenai individu atau organisasi. Keamanan data menjadi isu penting dalam beberapa tahun terakhir. Jika ceroboh, informasi pribadi bisa jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan pernah berikan data pribadi, apalagi ke situs yang tidak terpercaya.

  • Kehidupan sosial
BACA JUGA:   Menghindari Hal Buruk di Internet

TIK turut mengatur cara bersosialisasi dan berkomunikasi. Semenjak adanya TIK, lebih sering bersosialisasi melalui perangkat digital daripada melalui kehidupan nyata. Di satu sisi, menjadi lebih mudah terhubung. Di sisi lain, kualitas hubungan berkurang karena menjadi lebih sibuk dengan perangkat masing-masing. Kurangnya kontak fisik di kehidupan nyata dapat menyebabkan depresi dan penyakit mental lainnya.

  • Ketentuan hak cipta

TIK membuat jadi sangat mudah untuk mendapatkan konten dalam jenis apa pun, begitu juga untuk menyalin dan mereproduksinya tanpa izin. Undang-undang hak cipta pun semakin sulit untuk ditegakkan, karena terlalu banyak orang yang menyebarkan karya orang lainnya dengan bebas.

  • Kecanduan
BACA JUGA:   Masyarakat Digital, Kemayaan, dan Kegagapan

Media sosial, game komputer, dan yang lainnya dapat membuat kita ketagihan. Media sosial dengan fitur scroll tanpa batasnya bisa membuat Anda lupa waktu, sama saja dengan game yang perlu dimainkan sampai akhir. Boleh-boleh saja untuk menggunakan keduanya asal kita tetap tahu waktu dan jangan sampai kegiatan tersebut membuat kita kecanduan.

  • Kejahatan siber

Internet tak mengenal batas ruang dan waktu. Penggunanya pun tak perlu menunjukkan diri maupun identitas aslinya. Dari sisi kejahatan, internet menghadirkan kesempatan yang amat luas bagi orang-orang yang ingin melakukan kejahatan. Contohnya saja, data pribadi bisa diperdagangkan untuk keuntungan pihak-pihak tertentu.

BACA JUGA:   Menghindari Kebobolan Pencurian Data

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).