Temukan Manfaat Digitalisasi

Monday, 12 July 21 Venue

Ada banyak faktor negatif dan positif dari digitalisasi, namun bila setiap orang bisa menemukan nilai, segmen, dan posisi di dunia digital maka individu tersebut akan mendapatkan manfaat dari internet. Hal itu disampaikan Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking & Founder IMan KoMunika, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Jum’at (9/7/2021).

“Dunia digital menawarkan dunia baru, gap generasi baru, selain itu posisi tiap individu di dunia digital memiliki kebutuhan dan nilai masing-masing misalnya content creator, maupun peran digital marketing yang mempunyai peran membantu di bidangnya,” katanya.

BACA JUGA:   Literasi Rendah, Pemerataan Akses Internet Dibutuhkan

Digitalisasi, kata dia, telah menjadi pengaruh besar di era ini, karena kehadiran dan pertumbuhan internet sebagai bentuk komunikasi massa. Budaya digital pun muncul karena dibentuk penggunaan teknologi digital secara masif. Sementara budaya yang sehat memberikan pedoman atau kode perilaku tidak tertulis yang mengarahkan individu untuk bertindak secara tepat dan membuat pilihan yang benar.

“Buatlah pilihan-pilihan secara sadar, apa yang Anda klik apa yang Anda share. Lindungi data pribadi Anda sebab di dunia digital siapa pun bisa jadi siapa pun,” ujar Iman.

BACA JUGA:   Marak Bisnis Online, Ini Kelebihannya

Apalagi, kata dia, orang Indonesia hampir tidak membaca syarat dan ketentuan saat memasang aplikasi. “Selanjutnya mengenai etika digital ada beberapa hukum dan norma yang harus dipelajari dan disadari, sebab ada konsekuensinya tindakan dan keberadaan individu di ruang digital.”

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Marketplace, Manfaatnya Bagi UMKM

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).