BerandaEventBiaya Perizinan Event Akan Distandarisasi 

Biaya Perizinan Event Akan Distandarisasi 

Published on

spot_img

Merespon keluhan para organizer terkait dengan perizinan penyelenggaraan acara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang mengupayakan adanya standarisasi yang berlaku secara nasional. 

“Tidak masalah bayar, selama itu transparan, ada standarisasinya, dan legal,” kata Vincensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf dalam acara Afternoon Tea ASPERAPI yang berlangsung pada 2 Maret 2023 di Ritz-Carlton Jakarta. 

Selanjutnya ia menjelaskan, hal tersebut juga menjadi perhatian Presiden dengan memberikan arahan kepada Kemenparekraf, POLRI, dan beberapa instansi terkait untuk segera menyusun standarnya, tarifnya, dan mekanisme pembayarannya, 

BACA JUGA:  PSBB Dilonggarkan, Kadispar Jakarta Harapkan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

“Jadi terkait tarif, nanti akan ada standar yang berlaku seluruh Indonesia. Dan pembayarannya secara cashless,” katanya.  

Selain perihal perizinan, topik menarik yang dibahas dalam acara tersebut adalah skema subvention dari pemerintah untuk para pelaku usaha MICE. Terkait dengan hal itu, Andhika Permata, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung sektor MICE.

Ia menjelaskan, Disparekraf DKI Jakarta mempunyai dua program terkait hal tersebut. Pertama program kemitraan berbasis ekraf. Kedua, program dukungan penyelenggaraan acara di Jakarta. 

BACA JUGA:  SAUDIA Luncurkan Gedung Operasional Terbesar Di Timur Tengah

“Itu bentuk supporting dari kami. Misalnya, kebutuhan culture performance, MC, Abang None Jakarta, dan city tour. Itu bisa diberikan secara gratis,” kata Andhika. 

Sementara itu, Vincensius mengatakan bahwa industri MICE merupakan salah satu sektor yang recovery-nya terbilang cepat dan merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong perekonomian nasional.   

Seiring dengan dibuka border antarnegara, Kemenparekraf juga akan semakin masif untuk memfasilitasi pelaku untuk berpromosi ke beberapa negara yang menjadi pasar Indonesia, semisal Tiongkok, Australia, dan negara di kawasan Asia Tenggara. 

BACA JUGA:  Lebih Dari 200.000 Turis Menggunakan Visa Elektronik

“Saya yakin sektor MICE akan meningkat secara signifikan. Tapi itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus berkolaborasi,” kata Vincensius. 

Akselerasi sektor MICE ini sesuai dengan program Kemenparekraf yang lebih menekankan pada unsur kualitas dibandingkan kuantitas turis. Mengapa? karena spending turis leisure itu lebih tinggi dibandingkan leisure.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...