BerandaEventBiaya Perizinan Event Akan Distandarisasi 

Biaya Perizinan Event Akan Distandarisasi 

Published on

spot_img

Merespon keluhan para organizer terkait dengan perizinan penyelenggaraan acara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang mengupayakan adanya standarisasi yang berlaku secara nasional. 

“Tidak masalah bayar, selama itu transparan, ada standarisasinya, dan legal,” kata Vincensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf dalam acara Afternoon Tea ASPERAPI yang berlangsung pada 2 Maret 2023 di Ritz-Carlton Jakarta. 

Selanjutnya ia menjelaskan, hal tersebut juga menjadi perhatian Presiden dengan memberikan arahan kepada Kemenparekraf, POLRI, dan beberapa instansi terkait untuk segera menyusun standarnya, tarifnya, dan mekanisme pembayarannya, 

BACA JUGA:  Banjir Diskon hingga Program di Pameran DXI 2023

“Jadi terkait tarif, nanti akan ada standar yang berlaku seluruh Indonesia. Dan pembayarannya secara cashless,” katanya.  

Selain perihal perizinan, topik menarik yang dibahas dalam acara tersebut adalah skema subvention dari pemerintah untuk para pelaku usaha MICE. Terkait dengan hal itu, Andhika Permata, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung sektor MICE.

Ia menjelaskan, Disparekraf DKI Jakarta mempunyai dua program terkait hal tersebut. Pertama program kemitraan berbasis ekraf. Kedua, program dukungan penyelenggaraan acara di Jakarta. 

BACA JUGA:  SIAL INTERFOOD 2018 Tandai Kebangkitan Industri Kuliner Indonesia

“Itu bentuk supporting dari kami. Misalnya, kebutuhan culture performance, MC, Abang None Jakarta, dan city tour. Itu bisa diberikan secara gratis,” kata Andhika. 

Sementara itu, Vincensius mengatakan bahwa industri MICE merupakan salah satu sektor yang recovery-nya terbilang cepat dan merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong perekonomian nasional.   

Seiring dengan dibuka border antarnegara, Kemenparekraf juga akan semakin masif untuk memfasilitasi pelaku untuk berpromosi ke beberapa negara yang menjadi pasar Indonesia, semisal Tiongkok, Australia, dan negara di kawasan Asia Tenggara. 

BACA JUGA:  Desain Furnitur Modern Kontemporer jadi Incaran Pembeli Luar Negeri

“Saya yakin sektor MICE akan meningkat secara signifikan. Tapi itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus berkolaborasi,” kata Vincensius. 

Akselerasi sektor MICE ini sesuai dengan program Kemenparekraf yang lebih menekankan pada unsur kualitas dibandingkan kuantitas turis. Mengapa? karena spending turis leisure itu lebih tinggi dibandingkan leisure.

Strategi IHG Hotels & Resorts Hadirkan Pengalaman Menginap Berkesan di Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com - Kebiasaan dan preferensi para pelancong asal Indonesia kini telah mengalami pergeseran...

IHG Hotels & Resorts Perluas Jaringan di Destinasi Berkembang dan DPSP Indonesia 

Jakarta, Venuemagz.com - Jaringan perhotelan global IHG Hotels & Resorts (IHG) semakin agresif memperkuat...

KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta, Industri F&B Gunakan 11 Hall NICE PIK 2

Tangerang, Venuemagz.com – Industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) tidak hanya membutuhkan inovasi...

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Hadirkan 30.000 Buyer

Jakarta, Venuemagz.com – SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka pada 4 November...