Bisnis Kapal Pesiar Mulai Pulih, Pelaku Usaha Mulai Genjot Pasar MICE

Tuesday, 07 November 23 Bonita Ningsih

Pemulihan pandemi Covid-19 berdampak baik terhadap industri pariwisata salah satunya kapal pesiar. Permintaan masyarakat untuk menggunakan kapal pesiar juga semakin meningkat mulai dari keperluan wisata hingga bisnis. 

Meningkatnya industri kapal pesiar didorong dengan rencana perjalanan baru, pengalaman berkesan, serta berkelanjutan. Untuk pasar Asia, bisnis kapal pesiar memang cenderung baru tumbuh dibandingkan dengan benua lainnya. Namun, pasar kapal pesiar Asia diprediksi akan tumbuh signifikan pada tahun-tahun berikutnya dan dapat kembali normal sebelum pandemi. 

Prediksi tersebut diperkuat dengan pidato Crystal Campbell, Corporate & Incentive Sales Manager of Worldwide Cruise Associates yang menyebutkan bahwa saat ini sudah ada beberapa kapal pesiar yang berlayar di Asia. Sejumlah kapal internasional telah beroperasi dari Singapura dan membutuhkan kapal tambahan untuk kembali ke Hong Kong dan China daratan dalam dua tahun ke depan. 

“Secara global, 19 kapal baru telah diperkenalkan tahun ini dan ini akan berimbas pada kenaikan sebanyak 56 kapal baru dalam 5 tahun ke depan,” katanya.

Frankie Lie, Director of Tri Wisata Andalan, juga menyebutkan bahwa saat ini industri kapal pesiar sudah 85 persen pulih seperti kondisi normal sebelum pandemi. Pemulihan tersebut terjadi karena kapal pesiar masih menawarkan harga terjangkau dan juga fasilitas memadai bagi para tamunya.

BACA JUGA:   Malaysia Fokus Pada Wisata Halal

“Ketika kondisi mulai kembali normal, pesawat terbang, transportasi darat, hingga akomodasi lainnya mulai menawarkan harga tiket yang cukup tinggi. Namun, kapal pesiar masih menawarkan harga yang hampir sama sebelum pandemi. Makanya, harganya masih sangat terjangkau,” jelas Frankie dalam seminar di acara IT&CMA dan CTW APAC 2023 di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, industri ini belum pulih 100 persen karena masih ada keraguan dari para wisatawan untuk melakukan perjalanan. Wisatawan juga masih trauma dengan perjalanan menggunakan kapal pesiar mengingat pernah ada kasus di dalamnya.

“Dulu pernah ada kasus di kapal pesiar mereka diisolasi selama sebulan lebih di tengah laut. Jadi, masih ada trauma dan keraguan dari mereka,” dia menambahkan.

Pemulihan yang terjadi di kapal pesiar dirasakan nyata oleh Royal Caribbean International (RCI). Mona Foo, Head of Retail & Corporate Sales – Singapore & Asia Pacific at Royal Caribbean International (RCI), mengatakan bahwa hingga saat ini, perusahaan telah mendapatkan permintaan kuat untuk pelayaran Asia setelah dicabutnya aturan lockdown. Hal ini terjadi lantaran RCI sudah mulai menggerakan bisnisnya pada tahun lalu.

BACA JUGA:   Kutai Kartanegara Luncurkan Pusat Informasi Kebudayaan Dayak

“Kami menjadi salah satu kapal pesiar yang sudah melakukan penjualan di Singapura karena kami sudah mengantongi izin dan menerapkan seluruh protokol terkait Covid-19. Saat ini, kami juga tengah fokus mengambil pasar MICE di Asia, khususnya insentif,” ucapnya.

Kapal pesiar memang menjadi salah satu pilihan terbaik bagi perusahaan yang ingin menyelenggaraan kegiatan MICE dengan cara unik. Pasalnya, kapal pesiar memberikan fasilitas dan layanan terbaik untuk para pebisnis yang ingin menggelar kegiatan MICE di dalamnya.

Frankie menjelaskan bahwa sudah banyak kapal pesiar yang memiliki fitur dan teknologi terbaik untuk menunjang kegiatan MICE. Tersedia juga ruang meeting khusus yang dapat mengakomodir kegiatan bisnis para penumpangnya.

“Makanan juga banyak dan saat ini sudah banyak kapal pesiar yang memberikan akses Wi-Fi gratis ke penumpangnya. Terpenting adalah setiap malam akan ada show jadi hiburannya sudah pasti ada,” ucap Frankie.

Thomas D Hinton, President & CEO of CRI Global, juga menambahkan bahwa saat ini kapal pesiar menjadi pasar menarik bagi masyarakat karena mampu menghadirkan pengalaman positif di dalamnya. Selain dengan fasilitas memadai, penyedia kapal pesiar juga mampu menyesuaikan aktivitas yang diinginkan oleh para tamunya. Selain itu, kapal pesiar juga dapat menghemat biaya substansial sekitar 25-35 persen jika dibandingkan dengan resor. 

BACA JUGA:   Sektor Pariwisata Menyumbang Rp4,8 Triliun bagi Kepulauan Riau

“Penyedia kapal pesiar bisa memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu baik dari kapal maupun lepas pantai. Mereka Mampu  menciptakan memori tak terlupakan bagi para tamunya,” dia menambahkan.

Dengan keuntungan yang diberikan, diharapkan industri kapal pesiar segera pulih kembali dalam waktu dekat. Mewakili travel agent dari Indonesia, Frankie, berharap bisnis MICE di kapal pesiar akan semakin membaik, terutama setelah tahun politik berakhir.

“Selama 2023, saya baru menghendel dua event di dalam kapal pesiar. Saya berharap bisnis ini segera pulih dan kami bisa mendapatkan pasar MICE lagi seperti sebelum pandemi. Dulu, setiap tahun kami selalu menggelar enam hingga tujuh event di kapal pesiar dan semoga dapat kembali lagi,” jelasnya lagi.