Colliers Indonesia Sebut Okupansi Hotel Mudah Diprediksi

Thursday, 14 April 22 Bonita Ningsih
Teraskita Hotel Jakarta

Adanya penurunan kasus Covid-19 di Indonesia membuat bisnis perhotelan kian meningkat, khususnya di Jakarta. Berdasarkan data dari Colliers Indonesia, tingkat hunian (okupansi) hotel sudah mulai membaik sejak Desember 2021 dan berlanjut pada Januari 2022.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi lantaran adanya pelonggaran kebijakan pemerintah terkait kasus pandemi saat ini. Dengan demikian, masyarakat mulai melakukan perjalanan dan bisnis perhotelan mulai ada pergerakan ke arah yang positif.

“Akhir tahun lalu juga pemerintah memiliki spending cukup tinggi untuk melakukan kegiatan di hotel, jadinya, okupansi hotel di Jakarta cukup penuh. Ditambah lagi dengan kegiatan self karantina untuk orang-orang yang baru sampai dari luar negeri. Itu semua masih terbawa hingga Januari 2022,” jelas Ferry.

BACA JUGA:   Lebaran Menjadi Momen Meningkatkan Pergerakan Wisatawan Nusantara

Meskipun sempat mengalami peningkatan, okupansi hotel kembali menurun pada Februari 2022 dan terus melemah saat Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut terjadi karena memasuki masa low season, khususnya bagi hotel komersial. Bahkan, menurut Ferry, kondisi tersebut sering terjadi di waktu yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tingkat okupansi hotel sebenarnya predictable, gampang diprediksi karena sudah ada polanya. Misalnya di awal tahun, menjelang puasa, dan lebaran itu pasti turun okupansinya. Nanti, akan naik lagi pada September hingga November,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:   Accor Hadirkan ibis Styles Pertama di Semarang Jawa Tengah

Ke depannya, Ferry, optimistis bisnis perhotelan akan semakin membaik seiring dengan pelonggaran aturan perjalanan dari pemerintah. Bahkan, Colliers Indonesia, memproyeksikan okupansi hotel di Jakarta dapat mencapai 60 persen, yang artinya kembali ke angka normal sebelum pandemi Covid-19.

“Hotel ini menjadi sektor yang paling rentan dengan regulasi, jadi, dengan adanya pelonggaran aturan tersebut akan meningkatkan okupansi. Di sini, saya menilai bahwa hotel ini menjadi salah satu bisnis yang paling cepat recovery kalau didukung dengan regulasi dari pemerintah,” Ferry menambahkan.