Dyandra Kelola Tiga Wahana di Taman Mini Indonesia Indah

Friday, 14 July 23 Harry
dyandra kelola Taman Mini Indonesia Indah

PT Dyandra Media International Tbk. melakukan perluasan bisnis sebagai pengelola dan operator taman wisata melalui PT Dyandra Mitra Indah. PT Dyandra Mitra Indah telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Bhumi Visatanda Indonesia (BHIVA) selaku operator Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penandatanganan tersebut diwakili oleh Claudia Ingkiriwang selaku Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia dan Ery Erlangga selaku Direktur PT Dyandra Mitra Indah.

“Kami telah menyusun rencana strategis dalam pengembangan 3 wahana di TMII dengan konsep Jagat Satwa Nusantara, yaitu menghubungkan masyarakat dengan satwa dan memberikan aksi yang menginspirasi untuk konservasi satwa liar. Selain itu, revitalisasi ini merupakan upaya penunjang dalam mengedukasi masyarakat, terutama usia sekolah, dan juga wisatawan asing terhadap keanekaragaman satwa di Indonesia,” ungkap Ery Erlangga.

BACA JUGA:   Bandara Silangit Berstatus Internasional, Kedatangan Wisman Meningkat

Jagat Satwa Nusantara merupakan konsep yang dipresentasikan oleh PT Dyandra Mitra Indah dalam proses pengembangan dan revitalisasi 3 wahana di TMII, yaitu Dunia Air Tawar & Dunia Serangga, Taman Burung, serta Museum Komodo dan Taman Reptil. Jagat Satwa Nusantara adalah penamaan dan pembaharuan konsep dari lembaga konservasi yang berdiri di Taman Mini Indonesia Indah sejak tahun 1970 silam.

Jagat Satwa Nusantara merupakan taman zoologi unik yang dibagi menjadi 3 unit besar dan 1 unit kecil yang mewakili 4 kelas besar pada kerajaan hewan. Dunia Air Tawar & Dunia Serangga mewakili kelas Pisces dan Insecta, Museum Komodo & Taman Reptil sebagai representatif Herpetofauna, serta Taman Burung yang mewakili kelas Avifauna.

BACA JUGA:   Ini Strategi Macau Untuk Bidik Pasar Indonesia

Rencana induk dari program Jagat Satwa Nusantara telah dikonsepkan dan disetujui oleh Komite Desain TMII. Konsep revitalisasi yang disetujui meliputi pembangunan yang berkelanjutan, ramah disabilitas, dan ramah lingkungan. Pada masing-masing wahana, revitalisasi akan dimulai dari pembaruan tampak muka atau fasad. Kemudian pada setiap wahana akan dikelompokan sesuai zona diversifikasi satwanya.

Pada Museum Komodo dan Taman Reptilia, akan dibagi menjadi Zona Crocodilian, Zona Testudines, dan Zona Squamata. Sedangkan pada Taman Burung, diklasifikasikan menjadi Zona Sunda Besar, Zona Wallacea Sahul, dan Zona Raptor (Burung Pemangsa). Dunia Air Tawar juga akan dibagi menjadi beberapa zona, yaitu Zona Pisces Mundi (Dunia Ikan), Zona Hortus in Aqua (Taman di Dalam Air), Zona Tropicae Silvae (Hutan Hujan Tropis), dan Zona Archipelago (Nusantara).

BACA JUGA:   Dyandra Genjot Event Nasional dan Internasional di Semester Dua

PT Dyandra Mitra Indah melalui Jagat Satwa Nusantara berinisiasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaan konservasi satwa liar, yaitu dengan mengelola dan meningkatkan sarana prasarana utama di dalam lembaga konservasi yang mengacu pada pendekatan 5 Freedoms Animal Welfare.