Gandeng Yacko, bubbME.AI Luncurkan Lagu Terbaru di SXSW 2024

Thursday, 28 March 24 Harry
bubbmeai SXSW 2024

bubbME.AI meluncurkan demo produk dan lagu tema yang berjudul “Bae” Rap Version pada 8 Maret 2024 di SXSW 2024. bubbME.AI merupakan satu dari 10 startup lokal yang mengisi paviliun Indonesia di SXSW 2024. “Bae”, yang merupakan kependekan dari ‘Before Anyone Else,’ digunakan dalam bahasa gaul sebagai sinonim dari babe atau significant other, atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘yang terkasih.’

Lagu “Bae” diciptakan untuk memotivasi perempuan untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Lagi ini juga sebagai pengingat kepada para remaja, terutama perempuan, mengenai sulitnya kehidupan remaja yang biasanya memiliki kebiasaan bawah sadar yang paling merusak, yaitu membandingkan diri mereka dengan orang-orang di dunia maya yang tidak realistis dan terfilter. Hal ini sangat penting mengingat hasil studi dari para peneliti Johns Hopkins University yang membandingkan 42 penelitian di seluruh dunia menemukan bahwa ada hubungan antara sosial media dan depresi akibat perbandingan sosial di antara penggunanya dan cyberbullying.

Untuk itu, lagu ini memiliki empat pesan utama, yaitu berhenti membandingkan dan mulai rangkul dirimu; belajar mencintai dan merangkul dirimu yang sebenarnya; menemukan cahaya dalam diri meskipun gelap melalui cahaya bubbME.AI sebagai gim ponsel; serta mengingatkan pendengar akan bahaya penggunaan media sosial yang berlebihan.

BACA JUGA:   Pemerintah Target Datangkan 1,5 Juta Wisman Australia pada 2019

Lagu tema ini dinyanyikan oleh rapper perempuan Yacko dan menampilkan vokalis Bernice Nikki. Yacko mengatakan, setiap perempuan adalah berharga terlepas siapa dirinya. Kadang kala, perempuan senang bersaing dan membandingkan diri mereka dengan orang lain. Lebih parah lagi, media sosial dibanjiri foto-foto editan yang mengajari perempuan bahwa definisi cantik seolah-olah haruslah berkulit putih, langsing, dan berambut panjang.

Rice, nama panggilan dari Elizabeth Raisa, Founder dan Chief Empath Officer bubbME.AI dan Yayasan Payung Tagar Tegar, organisasi nirlaba yang merupakan perusahaan induk dari PT. Sayangi Dirimu Sendiri dengan produknya bubbME.AI Mobile Game, menyatakan, “Sejak memutuskan untuk merancang solusi berbasis digital dari tahun 2020, bubbME memiliki misi utama, yaitu membuat #SelfBubb [self-love] lebih mudah melalui pemahaman akan diri sendiri secara menyeluruh sebagai wanita muda. Tindakan mencintai diri sendiri yang konsisten dan kurikulum internal kami akan menanamkan keberanian, daya tahan, kepekaan, kesadaran dan empati pada diri sendiri lebih dahulu baru kemudian terhadap orang lain. Perusahaan kami, bubb, bertujuan untuk menyebarkan bubb (bubb berarti ‘cinta’) karena bubb membuat dunia berputar, dan apabila kamu tidak bubb pada dirimu sendiri, siapa lagi yang bisa?”

BACA JUGA:   Menikmati Pemandangan Himalaya dari Atas Motor

“Lagu tema ini saya coba tulis sebagai sebuah rekaman afirmasi. Afirmasi saat ini cukup populer yang digunakan untuk kesehatan mental. Lagu ini ditulis dalam lirik bahasa Inggris untuk menggaung di panggung global SXSW yang berada di Amerika Serikat. Kami berharap lirik lagu ini akan memprovokasi sekaligus menyebarkan rasa kasih sayang bubbME, di mana pengguna kami, yaitu Gen-A dan Gen-Z, dapat memulai lembar baru mereka untuk lebih mengenali dan menerima diri mereka seutuhnya. Lagu ‘Bae’ adalah surat cinta. Ini merupakan hadiah untuk semua perempuan di dunia,” ujar Rice.

BACA JUGA:   Canon Luncurkan Dua Kamera EOS R Terbaru 

“Bae” – Rap Version akan tersedia untuk streaming di Spotify pada Maret 2024 dan Youtube bubb the world. Lagu ini juga tersedia untuk diunduh secara bebas sebagai ringtones di website www.bubb.world/bae.

bubbME.AI merupakan gim ponsel pertama di dunia yang memberikan edukasi untuk mengatasi kekerasan berbasis gender (Gender-Based Violence) bencana yang dapat terjadi pada siapa saja, terutama perempuan muda baik daring maupun luring. Gim ini juga memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi. bubbME.AI berbeda karena belum ada solusi yang menawarkan 360-solution (Pre-Impact, Impact/Disaster, dan Post-Impact) untuk satu topik secara intensif dalam kerangka kerja bencana kekerasan berbasis gender.