Hong Kong Bagikan 500 Ribu Tiket Pesawat Gratis, Menparekraf: Ini Bukan Persaingan

Wednesday, 08 February 23 Bonita Ningsih

Hong Kong baru saja meluncurkan sebuah kampanye promosi global bertajuk “Hello Hong Kong” pada 2 Februari 2023. Kampanye yang bertujuan untuk menyambut pengunjung dari seluruh dunia ini berisikan sejumlah strategis dan inisiatif utama dalam menghidupkan kembali pariwisata di sana.

Salah satu strategi yang digunakan untuk menarik perhatian wisatawan dunia adalah dengan memberikan 500.000 tiket pesawat gratis ke berbagai pasar. Tiket gratis ini akan diberikan oleh Otoritas Bandara Hong Kong secara bertahap dan dimulai pada bulan Maret 2023.

Tiket gratis tersebut akan diberikan melalui tiga maskapai penerbangan dalam negeri yaitu Cathay Pacific Airways, Hong Kong Express, dan Hong Kong Airlines. Pembagian tersebut lantaran pada tahun 2020 pihak Hong Kong Tourism Board (HKTB) telah membeli sejumlah tiket pesawat dari beberapa operator maskapai penerbangan di atas. 

“Hong Kong kembali hadir di ranah wisata bagi para wisatawan global, dengan penawaran yang lebih menarik daripada sebelumnya. Melalui kampanye Hello Hong Kong, kami mengundang teman-teman dari seluruh dunia untuk kembali ke salah satu tujuan wisata terbesar di dunia,” kata Dr Pang Yiu-kai, Chairman of the HKTB dalam siaran persnya.

BACA JUGA:   Apresiasi Pendamping Desa Wisata

Dengan adanya tiket gratis tersebut, Hong Kong, menjadi salah satu ancaman terbesar bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Apalagi, pada tahun 2023 ini Indonesia memiliki target 7,4 kunjungan wisatawan mancanegara ke negaranya.

Kendati demikian, hal tersebut bukan menjadi sebuah ancaman besar bagi Indonesia. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, saat menghadiri The Weekly Brief With Sandi Uno yang digelar hybrid pada 6 Februari 2023.

Sandiaga menilai, pembagian tiket gratis menjadi salah satu strategis Badan Pariwisata Hong Kong untuk mengembalikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya. Pasalnya, menurut Sandiaga, Hong Kong hampir kehilangan 99 persen jumlah wisatawan di tahun lalu jika dibandingkan tahun 2021.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Buat Peta Perjalanan Kawasan Joglosemar

“Bayangkan saja, dari total 60 juta wisatawan ke Hong Kong, tidak sampai satu persen dicapai pada tahun lalu. Makanya, mereka telah menyiapkan U$ 2 miliar untuk dibagikan tiket gratis tetapi melalui maskapai penerbangan yang berbasis di sana,” jelas Sandiaga.

Sandiaga juga menilai hal tersebut merupakan tindakan yang sangat berani dari Badan Pariwisata Hong Kong. Meskipun demikian, Sandiaga, menganggap hal tersebut bukan sebuah persaingan karena setiap situasi pasti akan ada peluang di dalamnya.

Peluang yang dimaksud Sandiaga adalah dengan menawarkan paket-paket penerbangan langsung dari Hong Kong ke destinasi-destinasi di Indonesia. Pasalnya, ia menilai destinasi yang ada di Hong Kong dan Indonesia memiliki daya tarik yang sangat berbeda.

BACA JUGA:   Dua Nama Besar Pelopor Penulisan Pariwisata di Indonesia

“Kedua kami ingin sebisa mungkin untuk memberikan suatu penekanan bahwa ada program Bangga Berwisata Indonesia, ada kemungkinan jika kita tidak bisa menggenjot pergerakan wisnus 1,4 Miliar, ada net out dari wisatawan kita, lebih banyak wisatawan Indonesia yang berwisata ke luar negeri dari pada wisman yang datang ke Indonesia. Ini yang harus kita sikapi dengan penuh langkah-langkah yang kolaboratif, inovatif. sehingga kita masih bisa menarik wisman tapi bisa mendorong wisnus Bangga Berwisata di Indonesia,” ujar Sandiaga.