Indonesia dan Korea Selatan Mengaktifkan Kembali Negosiasi IK-CEPA

Wednesday, 20 February 19 Herry Drajat
IK-CEPA

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, Kim Hyun-Chong menandatangani kesepakatan untuk mengaktifkan kembali negosiasi IK-CEPA (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea) di Jakarta pada 19 Februari 2019.

Penandatanganan kesepakatan tersebut sebenarnya merupakan tindak lanjut dari pembicaraan kedua menteri tahun lalu di Singapura. Kedua negara mempunyai kesamaan visi untuk pengaktifan kembali negosiasi lK-CEPA berdasarkan prinsip untuk memastikan perjanjian akhir berkualitas tinggi, saling menguntungkan, dan selengkap mungkin, meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi, dan bidang lain yang akan disepakati.‎‎

BACA JUGA:   Sektor Pariwisata New York Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar US$74 Miliar

Enggartiasto Lukita mengungkapkan, “Momentum ini sangat berharga dan sebenarnya kita mulai bicarakan pada November tahun lalu di Singapura. Saya dengan Menteri Kim membahas bagaimana meningkatkan kerja sama ekonomi dari dua negara sebagai tindak lanjut pembicaraan Presiden Jokowi dengan Presiden Moon Jae-In.”

Menurut Enggar, negosiasi yang dilakukan bertujuan untuk mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah kedua negara, salah satunya meningkatkan volume perdagangan bilateral dan investasi ke tingkat setinggi mungkin. Enggar menyatakan, saat ini nilai perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan kalah dibandingkan dengan Vietnam dan Negeri Ginseng tersebut.

BACA JUGA:   HIEKRAF Balikpapan Butuh Pelatihan SDM

“Saya pikir kerja sama Indonesia dan Korea Selatan sangat baik untuk menumbuhkan ekonomi kedua negara. Saat ini nilai kerja sama antara Korea dan Vietnam sebesar US$60 miliar, sedangkan dengan Indonesia hanya US$20 miliar. Saya bukan bermaksud berkompetisi dengan Vietnam, tapi sebagaimana yang disampaikan, opportunity harus setara. Itu menjadi alasan kenapa kita sekarang bertemu dalam forum ini,” ujar Enggar.