BerandaNewsKemenparekraf Jadikan Bali dan Solo Sebagai Pusat Herbal Tourism

Kemenparekraf Jadikan Bali dan Solo Sebagai Pusat Herbal Tourism

Published on

spot_img
spot_img

Pengembangan wisata kesehatan di Indonesia akan terus dilakukan sebagai salah satu upaya memulihkan perekonomian nasional. Wisata kesehatan di Indonesia terdiri dari beberapa bagian di dalamnya seperti wisata medical tourism dan herbal tourism.

Wisata kesehatan merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan. Sebagai tahap awal, wisata kesehatan di Indonesia akan difokuskan kepada wisatawan nusantara (wisnus) yang selama ini lebih memilih pergi ke luar negeri.

“Kita sekarang menggerakan wisata kesehatan sebagai salah satu program utama Kemenparekraf. Kita fokuskan kepada wisatawan nusantara agar mereka tidak ke luar negeri untuk berwisata kesehatan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

BACA JUGA:  Banua Premiere Lounge Promosikan Kuliner Khas Minangkabau

Kendati demikian, Indonesia sudah memiliki pasar tersendiri terkait wisata kesehatan berbasis herbal tourism. Menurut Sandiaga, daerah yang memiliki potensi terbesar untuk mengembangkan herbal tourism berada di Provinsi Bali.

“Bicara wisata herbal sangat menarik karena Indonesia ini surganya herbal. Bahkan, antusiasme masyarakat kita terhadap wisata herbal di Bali itu cukup tinggi sehingga akan terus kita kembangkan,” ujarnya lagi.

Tidak hanya wisatawan nusantara, antusiasme terhadap wisata herbal di Bali juga ditunjukkan oleh wisatawan mancanegara (wisman). Menurut Sandiaga, sudah banyak wisman yang datang ke Bali hanya untuk melakukan wisata herbal terutama mengenai estetika dan kosmetika.

BACA JUGA:  Garuda Indonesia Buka Rute ke India

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap wisata herbal di Bali juga harus didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Oleh karenanya, Kemenparekraf, akan membantu meningkatkan SDM yang ada melalui program reskilling dan upskillin.

“Melalui program tersebut diharapkan SDM yang berkaitan dengan wisata herbal di Bali dapat memberikan pelayanan terbaik dengan standar yang lebih tinggi lagi,” ucap Sandiaga.

BACA JUGA:  PATA Summit 2020 akan Diadakan di Ras Al Khaimah

Selain Bali, Kemenparekraf juga akan menjadikan daerah Solo, Jawa Tengah, sebagai salah satu pusat pengembangan wisata kesehatan berbasis herbal. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan daerah Tawangmangu, Solo, yang akan digenjot sebagai tujuan wisata kesehatan berbasis herbal.

“Di Tawangmangu itu ada pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan yang sangat berpotensi untuk kita dorong mengembangkan wisata herbal. Kedua daerah ini (Bali dan Solo) yang akan kita dorong menjadi pusat wellness dan herbal tourism,” ujar Kiki, begitu sapaan akrabnya.

spot_img

Turis China Tumbuh Pesat ke Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com – Platform perjalanan digital Agoda merilis informasi terbaru mengenai tren perjalanan ke...

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan LUME, Destinasi Baru Asian Fusion Dining di Jakarta Selatan

Jakarta, Venuemagz.com -- Swiss-Belresidences Kalibata memperkenalkan fasilitas terbarunya yang diberi nama LUME, destinasi kuliner...

The Green Peak ARTOTEL Curated Hadirkan Harmoni Alam dan Kenyamanan Modern 

Bogor, Venuemagz.com - Kawasan Puncak, Bogor, selalu memiliki magnet tersendiri bagi warga ibu kota...

Turis China Tumbuh Pesat ke Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com – Platform perjalanan digital Agoda merilis informasi terbaru mengenai tren perjalanan ke...

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan LUME, Destinasi Baru Asian Fusion Dining di Jakarta Selatan

Jakarta, Venuemagz.com -- Swiss-Belresidences Kalibata memperkenalkan fasilitas terbarunya yang diberi nama LUME, destinasi kuliner...