Kinerja Epson Indonesia Tumbuh 14 Persen di Tahun Fiskal 2023

Sunday, 03 March 24 Bonita Ningsih

Media Gathering Epson Indonesia FY23 telah sukses terselenggara pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2024 di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Gathering ini diisi dengan berbagai aktivitas menarik sebagai bentuk apresiasi terhadap awak media yang telah membantu publikasikan berita-berita terkait Epson. 

Mengusung tema “Karya Wisata Epson FY23, Tiba-Tiba Sekolah”, Epson Indonesia berhasil membawa 49 awak media dari skala lokal maupun nasional ke dalam acara tersebut. Acara yang rutin digelar tahunan ini juga sebagai ajang untuk memaparkan hasil kinerja Epson Indonesia di tahun fiskal 2023 (April 2023-Maret 2024).

Riswin Li, Head of Marketing PT Epson Indonesia, mengatakan bahwa kinerja bisnis Epson Indonesia pada tahun fiskal 2023 akan mengalami peningkatan +14 persen dari tahun lalu. Meskipun tahun fiskal 2023 baru ditutup pada Maret 2024, pihaknya optimistis dapat mencapai angka tersebut.

Adanya peningkatan bisnis di tahun fiskal 2023 dipicu dengan berbagai faktor seperti kondisi ekonomi Indonesia yang positif hingga penurunan inflasi. Faktor lainnya juga berasal dari tingginya permintaan pasar korporat dan belanja pemerintah yang membuat bisnis Epson FY2023 meningkat belasan persen. 

“Ditambah dengan kembalinya bisnis pascapandemi, membuat kami optimistis naik 14 persen dari tahun lalu. Saat pandemi memang kondisi kita sempat drop 29 persen di tahun 2020, namun sudah mulai kembali pulih pada tahun 2022 kemarin,” jelas Riswin saat acara Gala Dinner di Batu, Malang, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   Epson Indonesia Apresiasi Media dengan Buka Puasa Bersama

Riswin memaparkan, kontributor terbesar bisnis Epson Indonesia di FY23 berasal dari Printer dengan penjualan 80 persen. Kemudian disusul kategori Visual Instrument (VI) yaitu produk proyektor dengan kontribusi 12 persen serta Consumer & Imaging (C&I) berupa printer tekstil sebanyak 8 persen.

“Printer series L masih menjadi yang paling favorit di tahun 2023. Kita juga sudah mulai mengembangkan robotic sejak empat tahun lalu, namun, memang masih sangat kecil bisnisnya di tahun 2023,” ucapnya lagi.

Berdasarkan International Data Corporation (IDC), Epson masih mempertahankan posisi pertamanya untuk pasar InkJet dan Ink Tank. Secara keseluruhan, total penjualan printer dari Epson telah mencapai 60 persen jika dibandingkan dengan merek lainnya.

Sedangkan, market share untuk printer Ink Tank sebesar 70 persen dengan penjualan mencapai 1,152 juta di tahun fiskal 2023. Penjualan Ink Tank diprediksi akan terus tumbuh pada tahun 2024 mengingat Epson sudah menghadirkan printer jenis ini sejak 2010 yang mana saat itu masih didominasi oleh printer cartridge.

Lebih dari itu, Epson, juga terus mempertahankan posisi nomor satu untuk scanner dengan market share mencapai 45 persen. Sementara untuk produk proyektor, Epson, juga berada di posisi puncak dengan market share sebesar 48 persen.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Upayakan Penerbangan Langsung Tiongkok ke Bali Diperbanyak

Menurutnya, ukuran pasar Epson terus meningkat disebabkan karena adanya adopsi digitalisasi dari sektor korporasi dan pemerintah. Faktor lainnya berasal dari meningkatnya operasional ritel dan juga hadirnya produk baru yang bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“TKDN merupakan program dari pemerintah yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi negara dengan membuat produk dalam negeri,” dia menambahkan.

Kebijakan TKDN diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui peraturan terbaru No.12 Tahun 2021. Aturan tersebut menyebutkan bahwa TKDN menjadi upaya standarisasi yang bertujuan untuk memperkuat struktur industri dalam negeri. Dengan begitu, ketergantungan terhadap produk impor dapat terus berkurang secara bertahap. 

Selanjutnya, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia juga telah menetapkan nilai TKDN rata-rata harus mencapai sebesar 46,3 persen pada tahun 2020. Ke depannya, diharapkan nilai rata-rata TKDN dapat meningkat menjadi 50 persen pada tahun 2024.

BACA JUGA:   Qatar Airways Tambah Penerbangan Doha-Denpasar Menjadi Tiga Kali Sehari

“Ini menjadi salah satu kampanye cukup besar bagi kami karena harus memaksimalkan produksi dalam negeri. Melalui kampanye ini, kami ingin meningkatkan awareness kepada masyarakat bahwa ada produk TKDN dari Epson,” ungkap Nolly Dhanurendra, Head of Brand & Communication PT Epson Indonesia.

Nolly juga mengklaim hanya Epson yang mampu memenuhi syarat untuk menghasilkan produk TKDN di Indonesia. Pasalnya, Epson di Indonesia telah memiliki dua pabrik sendiri dengan suku cadang buatan lokal sebagai bahan produksi. 

“Saya lihat banyak brand yang memiliki sertifikat TKDN, padahal tidak memenuhi syarat dari standar TKDN. Jadi, dapat saya katakan bahwa Epson adalah satu-satunya brand yang telah menerapkan standar TKDN secara nyata,” ujar Nolly lagi.

Lebih dari 20 produk Epson telah bersertifikasi TKDN seperti scanner DS-1630, printer M15180, hingga tangki tinta Epson. Produk-produk tersebut diproduksi oleh pabrik di Indonesia dan didistribusikan ke seluruh Indonesia bahkan dunia.