Kunjungan Wisman ke Bali Belum Pulih 100 Persen

Tuesday, 30 April 24 Khanisa Azahra
wisatawan mancanegara di bali

Bali menghadapi isu overtourism atau kelebihan kunjungan wisatawan. Isu tersebut banyak dilontarkan oleh media-media asing. Menanggapi hal tersebut, Ahli Utama Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan bahwa pada 2019 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 16,11 juta. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 6,3 juta atau 40 persennya berkunjung ke Bali. Sementara pada 2023, dari total 11,68 juta wisman yang datang ke Bali, hanya 5,2 juta orang yang mengunjungi Bali.

“Jika dilihat dari data statistik, jumlah kunjungan wisman ke Bali belum kembali ke masa pra-pandemi. Pada 2019, Bali menerima 10,5 juta wisatawan nusantara, sementara pada 2023 hanya 9,8 juta. Dengan demikian, meskipun ada kekhawatiran tentang overtourism, secara statistik belum terjadi,” jelas Nia.

BACA JUGA:   Rata-rata Okupansi Hotel di Bali Mengalahkan Jakarta dan Surabaya

Namun, Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mengakui adanya konsentrasi kunjungan wisman di wilayah Bali Selatan yang memerlukan perhatian khusus. “Dari sisi statistik kunjungan, memang ada indikasi overtourism di beberapa kawasan terkonsentrasi di Bali Selatan. Oleh karena itu, kami menaruh perhatian besar pada pemerataan kunjungan wisman ke kawasan pariwisata lain seperti Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat,” ujar Tjok Bagus.

BACA JUGA:   Bali Siap Menyambut Wisatawan Kembali

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyusun pola perjalanan wisata yang bertujuan mendistribusikan wisatawan ke seluruh penjuru pulau. Pembangunan destinasi baru dan akses menuju kawasan wisata prioritas juga terus digalakkan. Kerja sama dengan pemerintah pusat dan pelaku pariwisata lokal menjadi kunci dalam upaya ini.

“Kami telah membangun Tower Turyapada di Bali Utara, serta memperbaiki akses menuju Singaraja. Pembangunan jalan tol di Bali Barat menuju Mengwi juga sedang berlangsung. Dengan berbagai upaya ini, kami berharap dapat meminimalisir potensi overtourism di kawasan tertentu,” ungkap Tjok Bagus.

BACA JUGA:   Peluang dan Tantangan Pemulihan Sektor Perhotelan

Pemerataan kunjungan wisatawan, pengembangan infrastruktur, serta perencanaan yang matang menjadi kunci untuk memastikan Bali tetap menjadi destinasi wisata idaman tanpa menanggung beban berlebih.