Kunjungan Wisman Naik Signifikan, Pergerakan Wisnus Masih Terus Didorong

Tuesday, 08 August 23 Bonita Ningsih

Promosi dan pemasaran yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kunjungan wisman yang dilihat dari month to month dan year on year mengalami peningkatan signifikan.

“Kami melihat data dari BPS ternyata kunjungan wisman kebangkitannya sangat strong. Ini tentu patut kita syukuri bersama,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat menghadiri “The Weekly Brief With Sandi Uno” yang digelar secara hybrid pada 7 Agustus 2023.

Sandiaga memaparkan, memasuki Juni 2023, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sudah mencapai 1,062 juta. Sedangkan, jika dihitung secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2023, jumlah wisman ke Indonesia sudah mencapai 5.189.433 kunjungan. 

Jumlah tersebut naik 11,44 persen dengan perbandingan month to month (Mei 2023) dan year on year naik 119,64 persen dibanding Juni 2022. Jumlah kunjungan wisman semester I tahun ini setara dengan 88,12 persen dari total kunjungan wisman sepanjang 2022 atau meningkat sebesar 250,33 persen dibandingkan semester I tahun 2022. 

BACA JUGA:   Lima Venue MICE Ini Mendapat Penghargaan ASEAN Tourism Awards 2024

Jika dibandingkan dengan target kunjungan wisman tahun 2023, nilai ini setara dengan 86,49 persen target batas bawah (6 juta) atau 61,05 persen target batas atas (8,5 juta). Dengan demikian, target wisman batas atas yang sudah ditentukan sebelumnya dapat dengan mudah tercapai bahkan terlampaui secara signifikan.

“Kami bisa berikan proyeksi tahun ini jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka, target atas 8,5 juta akan terlampaui secara signifikan dengan angka proyeksi sekitar 15 hingga 20 persen,” ungkap Sandiaga lagi.

Sandiaga juga menjabarkan nama-nama negara yang menyumbangkan wisman terbanyak berasal dari Singapura dengan presentasi 16,41 persen. Kemudian peringkat kedua ditempati oleh Malaysia sebesar 15,88 persen, Australia sebesar 12,47 persen, India 6,48 persen, dan Tiongkok 5,88 persen. 

BACA JUGA:   Kemenparekraf Kejar Target Wisman 2024 Melalui Pameran SATTE 

“Saya surprise melihat data ini bahwa urutan keempat ditempati oleh India. Ini sebuah kemajuan, bahkan, jumlah wisman dari India sudah melampaui angka Tiongkok,” dia menambahkan.

Meski kunjungan wisman meningkat, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) masih butuh ditingkatkan. Berdasarkan data yang ia terima, pergerakan wisnus hingga Juni 2023 tercatat baru 433,57 juta dengan kontribusi terbanyak disumbangkan dari Pulau Jawa.

“Wisatawan nusantara ini masih butuh pendalaman lebih lanjut, padahal sudah dibantu dengan libur Lebaran dan lainnya,” ucapnya lagi.

Menparekraf menjelaskan lima provinsi tujuan yang paling banyak menyumbang perjalanan wisnus yaitu Jawa Timur dengan 26,92 persen. Lalu disusul dengan Jawa Barat 17,40 persen, Jawa Tengah 14,55 persen, DKI Jakarta 6,94 persen, dan Banten 4,80 persen. Hitungan tersebut dilihat dari target pergerakan wisnus yang telah ditetapkan pemerintah yaitu 1,2-1,4 miliar. 

“Kami ingin wisatawan nusantara menjadi fokus karena kita memiliki keunggulan dari desa-desa wisata dan destinasi super prioritas. Ini harus kita arahkan untuk program pariwisata berkualitas yang ditopang oleh pergerakan wisatawan nusantara,” jelasnya.

BACA JUGA:   Wise Tourism Forum Ke-5 Bahas Potensi Pasar Domestik Hingga Wisata Berkelanjutan

Untuk meningkatkan pergerakan wisnus, Kemenparekraf, akan terus lakukan kolaboraksi dengan sejumlah pihak seperti online travel agent. Selain itu, Kemenparekraf, juga kolaborasi dengan Indonesia 360 yang berisikan mitra, influencer, pelaku industri, media, juga travel agent

“Mendorong pemerintah daerah juga untuk lebih aktif mempromosikan dan menciptakan event dan kegiatan pemasaran lainnya. Kita lakukan ini semua secara all out dan kami dorong kerja sama yang lebih terintegrasi dengan konsep bangga berwisata di Indonesia,” kata Sandiaga.