Labuan Bajo akan Bebas Sampah

Tuesday, 16 January 18 Harry Purnama
Kapal pesiar di komodo
Kunjungan kapal pesiar di Taman Nasional Komodo selalu ramai setiap tahunnya. Foto: Dok. 123RF

Semangat Indonesia Incorporated kembali ditunjukkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperkuat peringkat pariwisata Indonesia di Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF). Sejumlah jurus ampuh langsung disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meningkatkan kebersihan di Labuan Bajo, satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata.

“Tujuan besarnya menjadikan Manggarai Barat yang bersih, semangat peduli lingkungan yang tinggi dari masyarakat, dan memberikan nilai yang lebih dari pengelolaan sampah itu bagi masyarakat,” ujar Ir. Sudirman, M.M., Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sudirman mengatakan, memberikan nilai lebih bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah hal yang penting. Sebab dengan memberikan manfaat circular economy akan lebih mudah memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa lingkungan yang bersih salah satunya bergantung pada masyarakat itu sendiri.

Sudirman mengatakan, pihaknya akan membangun Pusat Daur Ulang (PDU) sampah dan bank sampah induk di Kabupaten Manggarai Barat dengan kapasitas mencapai lima ton per hari. Nantinya, masyarakat ataupun komunitas yang ada akan diberikan pendampingan untuk menjadikan sampah yang dihasilkan menjadi produk yang bernilai.

“Sampah yang masuk nanti kita pilah-pilah dengan bagus. Sampah organik bisa jadi kompos, dan sampah anorganik juga dipilah, dicacah menjadi macam-macam,” ujar Sudirman.

Untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah bekerja sama dengan Pupuk Indonesia. Nantinya, Pupuk Indonesia akan mengambil bahan baku dari pusat daur ulang sampah di Manggarai Barat.

“Nanti standarnya akan kita rapikan. Bahan pupuknya akan disesuaikan dengan standar yang diminta Pupuk Indonesia,” ujar Sudirman.

Saat ini pematangan program dan kerja sama sedang dikerjakan. Targetnya, pusat daur ulang sampah di Manggarai Barat akan terealiasi pada Juni 2018 mendatang. “Kita akan ajak pemda dan edukasi masyarakat,” ujar Sudirman.

Tidak hanya di Labuan Bajo, konsep serupa juga akan diterapkan ke berbagai destinasi lainnya di Indonesia. Hal ini merupakan komitmen yang tinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mendukung salah satu sektor prioritas nasional, yaitu pariwisata.

“Inilah yang selalu saya sebut semangat Indonesia Incorporated, bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief mengatakan, Kabupaten Manggarai Barat akan menjadi salah satu fokus pengembangan dalam menghadapi IMF-World Bank Annual Meeting 2018, sebab Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi yang diprediksi bakal menjadi favorit para peserta atau delegasi pertemuan Bank Dunia itu.

“Dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Labuan Bajo akan dijadikan destinasi wisata kelas dunia,” ujarnya.