BerandaNewsNTT Siap Terima Wisatawan Lagi

NTT Siap Terima Wisatawan Lagi

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah berkomitmen untuk memulihkan pariwisata nasional pasca-pandemi. Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kemenparekraf, mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik dari sebelumnya.

Dalam situasi saat ini, Kemenparekraf akan meningkatkan pariwisata dengan fokus pada pasar domestik. Selain menggenjot wisatawan domestik, Kemenparekraf juga akan fokus dalam penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) di berbagai destinasi wisata.

BACA JUGA:  ITDC Selesaikan Pembangunan Kawasan MICE Golo Mori

“Penerapan protokol kesehatan dalam situasi saat ini memang sangat penting karena berguna untuk melakukan pemasaran dan promosi destinasi. Jadi, kita akan gunakan penerapan protokol kesehatan untuk ajang promosi,” ungkap Giri.

Salah satu destinasi yang akan digenjot dalam penerapan protokol CHSE ialah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penerapan protokol CHSE yang akan dilakukan antara lain menyiapkan fasilitas kebersihan di tempat umum, khususnya destinasi wisata, seperti tempat cuci tangan, toilet, tempat sampah, serta infrastruktur penunjang keselamatan dan keamanan lainnya.

BACA JUGA:  Wishnutama Janjikan Integrated Master Plan Selesai Pertengahan Tahun 2020

Wayan Darmawan, Kepala Dinas Parekraf Provinsi NTT, menjelaskan bahwa penerapan protokol CHSE juga sejalan dengan kebijakan terdahulu dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, yakni Gerakan Budaya Bersih. Menurutnya, gerakan ini sudah dibuat oleh Gubernur NTT saat menetapkan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerahnya.

“Pembangunan pariwisata dengan pengembangan CHSE harus dimulai dengan spirit bagaimana menguatkan budaya bersih di dalamnya. Makanya, dapat diartikan bahwa gerakan ini mempermudah pemerintah dalam penerapan CHSE di daerah NTT,” jelas Wayan.

BACA JUGA:  Langka di OTA, Panorama JTB Tetap Jual Tiket LCC

Melalui penerapan dua cara ini, Wayan berharap NTT akan menjadi pilihan utama wisatawan yang ingin melakukan perjalanan pasca-pandemi. Wayan juga meminta agar masyarakat lokal dapat menjaga momentum ini untuk menjadikan pariwisata NTT bertaraf internasional.

“Pendekatan-pendekatan berkaitan CHSE menjadi kekuatan kunci kami untuk menyiapkan diri sebagai destinasi bertaraf internasional. Saya rasa, masyarakat di sana pun tidak akan melewatkan momentum ini,” kata Wayan lagi.

Indonesia Bidik Pariwisata Bernilai Tinggi, MICE Jadi Kunci Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan

Jakarta, Venuemagz.com – Industri pariwisata Indonesia menghadapi perubahan besar dalam perilaku wisatawan. Wisatawan kini...

IFEX 2027 Segera Digelar, Gabungkan Inspirasi Desain dan Rantai Pasok Industri Furnitur

Jakarta, Venuemagz.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo mengumumkan...

Menpar: WITF 2026 Jadi Jembatan Produk Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya menghubungkan produk...

WITF 2026 Hadirkan Ratusan Buyer, Perkuat Pariwisata Indonesia di Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi mobilitas dan industri pariwisata...

Indonesia Bidik Pariwisata Bernilai Tinggi, MICE Jadi Kunci Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan

Jakarta, Venuemagz.com – Industri pariwisata Indonesia menghadapi perubahan besar dalam perilaku wisatawan. Wisatawan kini...

IFEX 2027 Segera Digelar, Gabungkan Inspirasi Desain dan Rantai Pasok Industri Furnitur

Jakarta, Venuemagz.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo mengumumkan...

Menpar: WITF 2026 Jadi Jembatan Produk Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya menghubungkan produk...