Pemerintah Kembangkan DPSP Likupang dengan Konsep Pariwisata Hijau

Monday, 14 August 23 Bonita Ningsih

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan terus menggenjot perkembangan parekraf di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Dalam hal ini, Kemenparekraf, akan menggunakan konsep ecotourism atau pariwisata hijau dalam upaya menghadirkan pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di Likupang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan pihaknya telah melakukan diskusi bersama Yayasan Indonesia Biru dan CIRAD untuk menyiapkan konsep tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Hiroshima pada pertemuan G7 beberapa waktu lalu.

“Tim CIRAD Prancis telah menyelesaikan konsep awal dan sudah ada kunjungan dari tim Yayasan Indonesia Biru atas nama Likupang untuk presentasi ke pemerintah daerah yakni Bupati dan saya dari pemerintah pusat. Kami menyepakati bahwa inilah yang akan menjadi fokus dari pembangunan Likupang ke depan yaitu yang berfokus kepada pariwisata hijau,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:   Dwidaya Tour Tawarkan Sistem Pemesanan Online

Sandiaga menambahkan, nantinya kawasan Likupang akan dikembangkan menjadi regenerative zone yang mengharuskan adanya kesepakatan dan pakta integritas dengan seluruh ekosistem termasuk masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang usaha, dan lapangan kerja.

Menurutnya, langkah ini dilakukan lantaran pembangunan di Likupang sedikit berbeda dengan empat DPSP lainnya. Hal ini disebabkan karena pembangunan Likupang memang tidak difokuskan pada infrastruktur, tetapi bagaimana aspek kelestarian lingkungan bisa dijaga dan dilestarikan dengan baik.

BACA JUGA:   Himpunan Humas Hotel Resmi Berbadan Hukum

“Kalau Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Borobudur infrastrukturnya sudah terbangun dan sudah memiliki event-event MICE yang besar. Tapi, kalau di sini kita akan fokuskan kepada ecotourism yang menyatu dengan alam,” ungkapnya.

Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, mengaku pihaknya akan menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, Likupang merupakan kawasan yang dilintasi oleh garis Wallace sehingga tepat untuk diimplementasikan konsep regeneratif ecotourism

BACA JUGA:   Indonesia Dorong Penerapan ASEAN MRA-TP untuk Pemerataan Kualitas SDM

Garis Wallace adalah garis yang membentang dari Laut Sulawesi hingga Gugusan Kepulauan Nusa Tenggara. Garis ini berfungsi untuk memisahkan jenis fauna antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

“Pada prinsipnya yang menyangkut wilayah di Minahasa Utara ini kami akan mendukung dan kami menunggu kira-kira apa saja yang perlu kami siapkan, apa saja yang perlu kami jaga untuk bisa mendorong pengembangan ecotourism,” ucap Joune.