Sandiaga Uno: 60 Ribu Tiket MotoGP Hari Ketiga Sudah Habis Terjual

Wednesday, 09 March 22 Bonita Ningsih

Penyelenggaraan MotoGP 2022 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia sudah menghitung hari lagi. Puncak acara balap internasional tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 Maret di Sirkuit Mandalika.

Sejumlah regulasi pun telah ditetapkan pemerintah, salah satunya syarat menjadi penonton MotoGP di Mandalika. Selain tidak perlu melakukan karantina mandiri, penonton MotoGP di Mandalika juga tidak perlu melampirkan tes PCR atau antigen. Dengan kata lain, hasil negatif tes antigen ataupun PCR tidak diberlakukan.

“Jadi, syarat untuk penonton MotoGP saat ini hanya melampirkan bukti vaksinasi dua dosis dan tidak perlu melakukan tes PCR atau antigen,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat Weekly Press Briefing Kemenparekraf pada 7 Maret 2022.

BACA JUGA:   Mobil Vaksin Keliling Berhasil Menjangkau 713.279 Masyarakat di Pedesaan

Selain itu, Sandiaga juga menyampaikan perkembangan terkini terkait persiapan MotoGP Mandalika 2022. Menurutnya, saat ini pemerintah telah menurunkan target kapasitas penonton MotoGP yang sebelumnya 100ribu menjadi 60ribu orang saja.

“Kami mendapatkan kabar bahwa saat ini 60ribu tiket penonton sudah habis terjual untuk hari ketiga. Jadi, terkait kebijakan ASN untuk membeli tiket akan tergantikan dengan harapan seluruh pihak agar dapat memfasilitasi kesuksesan MotoGP dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Sandiaga lagi.

Sementara itu, terkait akomodasi masih ada sekitar 7.300 kamar yang belum terisi per tanggal 4 Marer 2022. Oleh sebab itu, Sandiaga, berharap agar kekosongan tersebut dapat segera terisi karena lokasi akomodasi tersebut berada di sekitar Mandalika hingga Gili.

BACA JUGA:   Sandiaga Uno Sebut Wisatawan Nusantara Menjadi Andalan Pariwisata Indonesia

“Kalau saya pribadi rencananya akan tinggal di Gili pada malam pertama dan mencoba glamping di Mandalika di hari kedua,” ujar Sandiaga lagi.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Henky Manurung, menambahkan bahwa saat ini seluruh unsur terkait 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) sudah dikomunikasikan bersama pemerintah provinsi dan juga Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, hampir seluruh pelaku usaha di NTB sudah menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk menjadikan karya anak bangsa bangkit kembali,” Henky menambahkan.

Kemenparekraf juga akan menyiapkan help desk baik secara online maupun offline yang melibatkan 263 mahasiswa dari Poltekpar Lombok. Nantinya, mahasiswa tersebut bertugas untuk membantu para pelaku perjalanan dalam maupun luar negeri yang ingin menikmati pariwisata di NTB.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Dorong Event Olahraga di Likupang

“Mereka semua akan menjadi frontliner dengan memberikan informasi terpercaya, solusi terbaik di lapangan atau saat berada di area MotoGP. Ini menjadi salah satu kolaborasi antara pelaku usaha, masyarakat, pemerintah daerah, dan juga pemerintah pusat,” ucapnya lagi.