Selama Dua Bulan Borobudur Penuh Kegiatan Budaya

Wednesday, 17 January 18 0 Comments   Harry Purnama
candi borobudur
Pemandangan matahari terbit dilihat dari Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Dok. 123RF

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan event pertama dalam Calendar of Event 2018 akan berlangsung pada 29-31 Januari 2018, yakni Festival Indonesia Festival atau biasa disebut Fest In Fest di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata.

“Sekaligus persiapan dua event di Februari 2018, yakni Festival Pulau Penyengat pada 14-18 Februari dan Festival Bau Nyale Mandalika Lombok pada 20 Februari 2018,” kata Arief Yahya.

Arief mengatakan, kegiatan daerah yang sudah siap pasti akan dipromosikan melalui beberapa channel media, salah satunya berbagai atraksi seni budaya di seputar Borobudur Jawa Tengah. Pada Maret hingga Mei 2018, kawasan Candi Borobudur akan penuh dengan kegiatan seni dan budaya. Selama 6 Maret-6 Mei 2018, wisatawan akan dipuaskan kegiatan Ruwat-Rawat Borobudur edisi ke-15.

Sucoro, penyelenggara kegiatan Ruwat-Rawat Borobudur, mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat usaha-usaha dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengembangan kepariwisataan kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan rutin tahunan ini diawali dengan Kegiatan Pra Ruwat Rawat Borobudur 2018 pada 6 Maret 2018 dengan tema “Memetri Candi, Nguri-uri Tradisi” yang berlangsung di Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Ringin Putih, Giritengah, Gleyaran.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Sesaji Menoreh (7 Maret) dengan gelar Kidung Karma Wibangga di Tuksongo. Lalu, pada 10 Maret akan ada pentas kesenian di Taman Wisata Candi Borobudur, dan pada 13 Maret akan ada Pitutur Luhur di Warung Info Jagat Cleguk.

“Pada 17-29 Maret berlangsung Festival Kesenian Rakyat yang berlangsung di sejumlah wilayah, seperti Kledung, Tempuran, Cebuntan, Jambewangi, Tanggulangin, dan Ngluwar,” ujar Sucoro.

Jadwal untuk Kledung (17-18 Maret), Tempuran (19-20 Maret), Cebungan (21-22 Maret), Jambewangi (23-24 Maret), Tanggulangin (25 Maret), Madjogondha Ngablak (26 Maret), dan Ngluwar (27 Maret). Kemudian, Mentengan (28-29 Maret) berupa Ritual Badhut Sejati dan 31 Maret ada Pentas Kesenian Dialog Budaya di TWCB.

Pembukaan Ruwat Rawat Borobudur yang ke-15 ini dibarengi dengan peringatan Hari Warisan Budaya Dunia 2018 pada 18 April 2018 yang diisi dengan Festival Sanggar 2018 di Taman Wisata Candi Borobudur – Hall Candi B.

Agenda Ruwat Rawat Borobudur di bulan Mei diawali pada 2 Mei 2018 dengan acara Seminar Nasional Ruwat Rawat Borobudur. Kemudian, pada 5 Mei 2018 ada kegiatan “Persembahan Gunung-Kota untuk Warisan Budaya” berupa Sastra Ruwat Rawat Borobudur yang berlangsung di Panggung Lumbini, TWCB.

Pesta seni budaya rakyat Magelang ini diakhiri pada 6 Mei 2018. Ruwat Rawat Borobudur ditutup dengan Kirab Budaya Ruwat Rawat Borobudur 2018. Kirab dimulai dari Halaman Parkir TWCB lewat jalan Medangkamulan, jalan Badrawati, Pintu 7, dan halaman Candi Borobudur.

“Sejumlah atraksi budaya siap dinikmati wisatawan, mulai dari Ritual Jamasan, sedekah Kai Cebungan, sedekah Makam Mbah Ndoko, Ritual Badhut Sejati Menthengan, dan Kirab Budaya,” ujar Sucoro.

Menilik ragam atraksinya, Ruwat Rawat Borobudur ini ikut mengembangkan pariwisata kawasan Candi Borobudur yang berbasis nilai seni, tradisi, dan budaya masyarakat. Ruwat-Rawat Borobudur digelar pertama kali pada tahun 2003 oleh komunitas warung Jagad Cleguk Borobudur.