Tiga Fokus Utama Pemerintah Untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron

Thursday, 03 February 22 Bonita Ningsih

Seiring dengan melonjaknya kasus harian Covid-19 varian Omicron, pemerintah mengimbau masyarakat untuk untuk tetap hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo beserta jajarannya, pemerintah sepakat untuk mengantisipasi peningkatan Omicron dengan tiga hal utama. Pertama adalah peningkatan protokol kesehatan berbasis 3M dan 3T (testing, tracing, dan treatment) serta yang kedua adalah mempercepat program vaksinasi Covid-19.

“Setelah berhasil melakukan program vaksinasi dosis satu dan kedua, saat ini kita fokus untuk mempersiapkan booster bagi masyarakat serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing secara virtual.

BACA JUGA:   Wisata Bahari Akan Diatur Protokol Baru

Langkah ketiga yang menjadi prioritas untuk dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan terkini dari kasus Omicron. Pasalnya, sesuai prediksi dari pemerintah, akan ada lonjakan kasus Omicron secara tajam pada pertengahan bulan Februari hingga awal Maret 2022.

“Namun, kami berharap agar tingkat hunian rumah sakit dan tingkat kematiannya jauh lebih rendah jika dibandingkan kasus Covid-19 varian delta. Intinya, tetap waspada dan tidak terlalu panik. Kita tingkatkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tegas Sandiaga.

Sandiaga juga menjelaskan bahwa apabila seseorang terpapar virus tapi tidak bergejala atau bergejala ringan maka diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Nantinya, setiap orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah akan ditunjang dengan obat-obatan melalui fasilitas kesehatan dan telemedicine. 

BACA JUGA:   10 Paket Wisata ke Danau Toba Diluncurkan di ITB Asia 2017

“Sedangkan, bagi yang bergejala sedang dan berat dapat ditangani di rumah sakit,” Sandiaga menambahkan.

Menparekraf juga meminta semua pihak saling bergandeng tangan untuk memastikan fase sulit ini dapat dilewati dengan cepat. Dengan harapan, sektor parekraf tetap dapat membangun citra dan reputasi yang baik agar ekonomi Indonesia kembali menggeliat.

“Ketika kita bisa melewati fase ini, maka ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi kita dan penciptaan lapangan kerja. Kita akan terus hadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu, serta memahami kebutuhan masyarakat untuk hadir dan bergerak cepat,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisman Semester I Tumbuh 4,01 Persen

Sementara itu, kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus disesuaikan dengan kebijakan PPKM. Kebijakan terkait PPKM akan menunggu dari keputusan kementerian terkait melalui Inmendagri. 

“Jadi per hari ini kita masih menunggu level PPKM yang ditetapkan pemerintah,” ucap Sandiaga lagi.