WEF Mencatat Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Melesat Naik 12 Peringkat

Tuesday, 31 May 22 Bonita Ningsih

World Economic Forum (WEF) baru saja merilis indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang terjadi di seluruh dunia. Dalam hal ini, Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan yaitu melesat naik 12 peringkat dari yang sebelumnya di posisi 44 menjadi peringkat 32 besar dunia.

“Setiap tahunnya, WEF selalu menerbitkan TCCI dan tahun 2022 ini TCCI Indonesia alhamdulillah menempati peringkat 32 dari 117 negara di seluruh dunia,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf pada 30 Mei 2022.

Sandiaga mengatakan, peringkat ini menjadi capaian yang luar biasa mengingat Indonesia masih berada di tengah pandemi Covid-19. Indonesia mampu mencapai peningkatan peringkat terbesar yaitu naik hingga 3,4 persen. Sementara Arab Saudi mencapai peningkatan peringkat terbesar kedua, karena skornya naik 2,3 persen pada TTCI.

BACA JUGA:   Mobil Vaksin Keliling Berhasil Menjangkau 713.279 Masyarakat di Pedesaan

“Kenaikan 12 peringkat ini kita capai dengan backdrop di tengah pandemi yang begitu banyak kendala di dalamnya. Tetapi, ternyata ada beberapa poin yang berhasil kita perbaiki dan tingkatkan secara substansial,” dia menambahkan.

Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik, sektor pariwisata tanah air berhasil masuk deretan 10 besar dengan menempati peringkat delapan. Dengan capaian ini, Indonesia berhasil masuk posisi yang sangat bergengsi karena mampu melampaui peringkat dari negara-negara tetangga.

BACA JUGA:   PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Prediksi 11 Juta Orang Akan Melakukan Perjalanan Saat Nataru

“Asia Pasifik ini merupakan kawasan yang kinerja sektor pariwisatanya tertinggi kedua di dunia. Jadi, dengan peringkat yang telah dicapai ini, Indonesia masuk di posisi yang dikategorikan luar biasa,” ucap Sandiaga.

Dengan demikian, Sandiaga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ia pun langsung bergerak cepat untuk mempelajari kembali atau mengevaluasi indikator-indikator yang memicu kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata.

Tidak hanya itu, Menparekraf juga akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait pemukhtahiran data. Menurutnya, ada 112 indikator yang harus ditingkatkan dan perlu melibatkan K/L agar capaian pariwisata di Indonesia dapat akurat sesuai situasi yang ada di lapangan.

BACA JUGA:   Destinasi Wisata Bersiap Menghadapi Tren Wisata Baru

“Kita tidak bisa kerja sendiri dan juga kita akan tingkatkan koordinasi lintas sektor K/L, termasuk juga merangkul pemerintah daerah. Kita juga akan terbitkan sendiri TTCI versi Indonesia untuk membangkitkan semangat teman-teman provinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat desa wisata,” ungkap Menparekraf.