Wisatawan Domestik Bangun Citra Positif

Tuesday, 25 February 20 Bonita Ningsih
virus corona

Mewabahnya virus COVID-19 mulai melumpuhkan pariwisata di China. Tak hanya itu, beberapa negara lain yang terkena wabah virus COVID-19 juga mulai terganggu pariwisatanya.

Negara yang tak terjangkit virus tersebut pun juga harus merasakan imbasnya. Indonesia, salah satu negara yang belum terindikasi virus COVID-19, juga terganggu pariwisatanya, khususnya untuk kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan, kondisi ini membuat turunnya jumlah wisman yang datang ke Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah akan menurunkan target wisman di tahun ini paling sedikit 13 persen.

“Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) sedang menghitung ulang berapa persen penurunannya. Minimal turun 13 persen karena kontribusi pasar yang terkena segitu jumlahnya,” ujar Nia.

Dengan penurunan jumlah wisman, pemerintah akan menggenjot wisatawan domestik untuk lebih aktif dalam berwisata dalam negeri. Selain untuk menggerakkan perekonomian dalam negeri, wisatawan domestik juga akan memberikan citra positif bagi pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Ketika wisatawan domestik jalan-jalan di dalam negeri, akan ditangkap oleh internasional bahwa Indonesia aman. Industri ini sangat rentan dengan pencitraan, jadi kita harus membangun citra yang bagus di dalam negeri,” ujar Nia.

Strategi lainnya untuk meningkatkan pariwisata Indonesia ialah dengan menggaet wisman dari negara lain yang tidak terkena wabah COVID-19. Beberapa negara yang menjadi incaran untuk membantu menaikkan pariwisata di Indonesia ialah Australia, Amerika, dan Eropa. Bahkan, Nia mengatakan, beberapa grup insentif dari negara Asia Tengah tidak membatalkan perjalanannya ke Indonesia meskipun virus tersebut menjadi perhatian dunia.

“Saya juga mendapatkan info ada grup tur dari Amerika tetap datang ke sini. Jadi, kita fokuskan ke negara-negara yang tidak melarang warganya bepergian,” ujar Nia.

Untuk lebih mendorong negara yang tak terdampak isu corona datang ke Indonesia, Nia juga membuat strategic partner di dalamnya. Pemerintah akan menggandeng maskapai penerbangan dan pelaku industri pariwisata dalam konteks wisman untuk mendukung strategi ini.

“Karena mereka semua yang berperan dalam meningkatkan wisman, jadi kami butuh bantuan mereka. Airlines bisa kita minta memberikan diskon untuk warga negara yang tak terdampak virus ini,” ucapnya lagi.